Banyu Capital

IHSG Naik 0,40% setelah Enam Sesi Turun, Asing Net Buy Rp160 Miliar tetapi Belum Mampu Bertahan di 6.500

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG mengakhiri enam sesi penurunan dengan kenaikan 0,40% pada 17 September 2026. Sebanyak 384 saham menguat, 10 dari 11 sektor ditutup positif, dan investor asing kembali mencatat net buy.

Namun, dorongan harga tidak bertambah pada Sesi II. IHSG berakhir di 6.462,43, hampir sama dengan posisi Midday 6.463,61, sementara LQ45 dan IDX30 kehilangan sebagian kenaikannya menjelang penutupan.

Perbaikan internal pasar sudah terlihat, tetapi bukti untuk menyebut arah pasar telah berbalik masih belum cukup.

Dashboard EOD BEI 17 September 2026 menunjukkan IHSG naik 0,40 persen, breadth positif, dan asing net buy Rp160 miliar
Dashboard EOD BEI 17 September 2026. IHSG ditutup naik 0,40% ke 6.462,43, sebanyak 384 saham menguat, dan investor asing mencatat net buy Rp160,20 miliar. Sumber: Bursa Efek Indonesia, Stockbit, RTI Business, Bank Indonesia, dan CNBC Indonesia.

Sesi II Mempertahankan Rebound, Bukan Memperluasnya

IHSG ditutup naik 25,58 poin atau 0,40% ke 6.462,43. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak antara 6.418,13 dan 6.500,41.

Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp13,92 triliun dengan volume 27,60 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,85 juta transaksi.

Pada akhir Sesi I, IHSG masih berada di 6.463,61 atau naik 0,42%. Hingga penutupan, indeks justru berakhir sekitar 1,18 poin di bawah posisi tersebut.

Sesi II pada akhirnya lebih banyak mempertahankan rebound daripada memperluasnya. Penutupan ini cukup untuk menunjukkan tekanan mereda, tetapi belum menunjukkan momentum harga baru.

Breadth Tetap Positif, tetapi Saham Likuid Kehilangan Momentum

RTI Business mencatat 384 saham menguat, 244 melemah, dan 164 tidak berubah pada penutupan.

Pada Midday, 374 saham menguat dan 234 melemah. Hingga penutupan, jumlah saham naik dan turun sama-sama bertambah 10, sehingga selisih keduanya tetap +140. Breadth masih positif, tetapi tidak semakin luas pada Sesi II.

Sepuluh dari sebelas sektor juga ditutup menguat. Consumer Cyclicals memimpin dengan kenaikan 1,63%, diikuti Energy 1,17%, Consumer Non-Cyclicals 0,88%, dan Industrials 0,82%. Healthcare menjadi satu-satunya sektor negatif dengan penurunan 0,55%.

Kepemimpinan lebih kuat pada lapisan saham menengah-kecil. IDX SMC Composite naik 0,93% dan IDX SMC Liquid 1,13%, sedangkan LQ45 hanya naik 0,22% dan IDX30 0,36%.

Pada Midday, LQ45 masih naik 0,29% dan IDX30 0,47%. Pelemahan relatif keduanya sampai penutupan menunjukkan saham likuid belum ikut memperkuat rebound secara konsisten.

Net Buy Asing Bertambah, tetapi Tetap Terkonsentrasi

Investor asing membukukan net buy sekitar Rp160,20 miliar di All Market. Sekitar Rp152,69 miliar berasal dari pasar reguler dan Rp7,47 miliar dari pasar tunai serta negosiasi.

Pada Midday, net buy asing masih Rp77,54 miliar. Arus bersih asing dengan demikian bertambah sekitar Rp82,66 miliar pada Sesi II meskipun IHSG tidak memperluas kenaikan.

Distribusinya tetap selektif. BMRI mencatat net foreign buy sekitar Rp208,48 miliar, sementara AMMN mencatat net foreign sell sekitar Rp147,80 miliar dan TLKM Rp122,47 miliar.

Pola yang sama terlihat pada kontribusi indeks. BMRI menyumbang sekitar 7,35 poin positif ke IHSG. Sebaliknya, AMMN menekan sekitar 10,53 poin dan TLKM 6,46 poin.

Total net buy yang positif belum berarti asing membeli pasar secara merata. Pembelian masih terkonsentrasi pada beberapa saham, sementara tekanan besar tetap muncul pada saham lain.

Rupiah dan Yield Belum Mengikuti Pemulihan Saham

JISDOR berada di Rp17.753 per dolar AS pada 17 September, dibanding Rp17.712 sehari sebelumnya. Rupiah melemah Rp41 atau sekitar 0,23%.

Di pasar obligasi, yield SUN 10 tahun berada di 7,157%, naik sekitar 1,6 basis poin.

Pelemahan rupiah dan kenaikan yield SUN belum cukup mengubah pembacaan bahwa tekanan di pasar saham mulai mereda. Namun, keduanya juga belum memberikan dukungan tambahan bagi penguatan IHSG.

Karena itu, kelanjutan foreign flow dan kemampuan saham likuid mempertahankan penguatan masih lebih penting daripada membaca satu hari indeks positif sebagai perubahan tren.

Yang Perlu Dibuktikan Berikutnya

Konfirmasi berikutnya tidak bergantung pada satu angka IHSG. Yang lebih penting adalah apakah breadth positif bertahan, saham likuid mulai mengejar, dan net buy asing tetap hadir di pasar reguler.

Salah satu bukti berikutnya adalah kemampuan IHSG bergerak kembali ke atas setelah penutupan masih sekitar 38 poin di bawah high 17 September di 6.500,41. Perbaikan akan lebih meyakinkan bila proses tersebut berlangsung bersamaan dengan rupiah dan yield SUN yang lebih stabil.

Sebaliknya, jika IHSG kembali turun di bawah 6.418,13 bersamaan dengan breadth negatif dan asing kembali net sell, stabilisasi 17 September akan kehilangan dukungan dari tiga indikator utamanya.

Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes