Banyu Capital

IHSG Naik 0,84% di Sesi 1, Asing Masih Jual Saham Bank

IHSG memantul pada sesi 1 perdagangan 1 Juli 2026. Indeks naik 47,39 poin atau 0,84% ke 5.690,58 setelah sehari sebelumnya berada di bawah tekanan besar.

Pantulan ini memberi sinyal awal bahwa tekanan jual tidak berlanjut seagresif perdagangan 30 Juni. Namun, rebound belum bisa langsung dibaca sebagai pemulihan penuh. IHSG sempat menyentuh 5.728,22, tetapi posisi sesi 1 di 5.690,58 menunjukkan indeks belum benar-benar bertahan di atas area 5.700.

Masalah utamanya ada pada kualitas arus dana. Data Stockbit Sekuritas All Market menunjukkan asing masih mencatat net foreign sell Rp349,01 miliar pada sesi 1. Ini membuat rebound IHSG perlu diuji lebih jauh pada sesi 2, terutama dari pergerakan saham bank besar.

Dashboard Market Notes Midday IHSG 1 Juli 2026
Dashboard Market Notes Midday 1 Juli 2026. IHSG memantul di sesi 1, tetapi validasi rebound masih menunggu area 5.700, sektor Finance, dan arus asing di saham bank besar.

IHSG Memantul, Breadth Mulai Membaik

Data RTI Business menunjukkan IHSG sesi 1 berada di 5.690,58. Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak dari low 5.607,45 sampai high 5.728,22.

Nilai transaksi mencapai Rp5,871 triliun, dengan volume 10,780 miliar saham dan frekuensi 891.379 kali. Dari sisi breadth, 362 saham naik, 249 saham turun, dan 165 saham stagnan.

Data ini menunjukkan pantulan pasar tidak sepenuhnya sempit. Jumlah saham yang naik sudah lebih banyak daripada saham yang turun. Ini menjadi perubahan penting dibanding tekanan 30 Juni, ketika pasar melemah lebih lebar, semua sektor merah, dan breadth buruk. Pada 30 Juni, IHSG ditutup di 5.643,194 setelah turun 3,05%, dengan net foreign sell Rp1,04 triliun.

Namun, perbaikan breadth belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar sudah masuk fase pemulihan penuh. IHSG masih perlu membuktikan apakah mampu bertahan di atas 5.700 sampai penutupan.

Basic Industry dan Energy Jadi Penopang

Pantulan IHSG terutama ditopang oleh sektor Basic-IND dan Energy. Basic-IND naik 3,27%, sedangkan Energy menguat 1,75%. Infrastructure juga naik 0,74%.

Rotasi ini penting karena sektor komoditas menjadi salah satu pusat tekanan pada perdagangan sebelumnya. Dalam artikel EOD 30 Juni, Basic Materials turun 5,54% dan Energy melemah 3,51%, menjadikannya dua sektor dengan tekanan paling besar saat IHSG gagal kembali ke atas 5.700.

Karena itu, penguatan Basic-IND dan Energy pada sesi 1 lebih tepat dibaca sebagai pantulan awal dari sektor yang sebelumnya tertekan. Ini sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan perubahan tren.

Sektor Finance masih melemah 0,25%. Ini menjadi catatan penting. Selama sektor keuangan belum ikut pulih, rebound IHSG masih belum sepenuhnya kuat karena saham bank besar memiliki bobot besar terhadap indeks.

Dengan kata lain, indeks memang hijau, tetapi saham bank besar belum memberi konfirmasi yang cukup kuat.

Asing Masih Net Sell, Bank Besar Masih Ditekan

Data Stockbit Sekuritas All Market mencatat foreign buy Rp1,92 triliun dan foreign sell Rp2,27 triliun pada sesi 1. Artinya, asing masih mencatat net foreign sell Rp349,01 miliar.

Di sisi positif, BBCA menjadi saham dengan net foreign buy terbesar, yakni Rp155,22 miliar. Ini memberi penyangga penting bagi indeks. Selain BBCA, asing juga masuk ke CUAN Rp31,51 miliar, BRPT Rp25,49 miliar, DSSA Rp24,52 miliar, dan AMMN Rp17,50 miliar.

Namun, tekanan jual asing masih besar di saham bank lain. BBRI menjadi top net foreign sell sebesar Rp226,76 miliar, disusul BMRI Rp162,54 miliar dan BBNI Rp50,65 miliar. TPIA juga mencatat net foreign sell Rp57,60 miliar, sementara MAPI dijual asing Rp24,20 miliar.

Ini membuat sinyal pasar menjadi campuran. Ada pembelian asing besar di BBCA, tetapi jual asing di BBRI, BMRI, dan BBNI masih menahan validasi rebound.

Top 10 Net Foreign Buy Sesi 1

No Saham Net Foreign Buy
1 BBCA Rp155,22 miliar
2 CUAN Rp31,51 miliar
3 BRPT Rp25,49 miliar
4 DSSA Rp24,52 miliar
5 AMMN Rp17,50 miliar
6 INCO Rp11,64 miliar
7 ANTM Rp10,88 miliar
8 EMAS Rp9,00 miliar
9 MEDC Rp6,93 miliar
10 PTRO Rp6,54 miliar

Top 10 Net Foreign Sell Sesi 1

No Saham Net Foreign Sell
1 BBRI Rp226,76 miliar
2 BMRI Rp162,54 miliar
3 TPIA Rp57,60 miliar
4 BBNI Rp50,65 miliar
5 MAPI Rp24,20 miliar
6 ASII Rp19,80 miliar
7 CPIN Rp9,98 miliar
8 UNTR Rp9,54 miliar
9 PGAS Rp9,25 miliar
10 DEWA Rp8,99 miliar

Rebound Belum Sepenuhnya Terkonfirmasi

Konteks 30 Juni membuat pembacaan hari ini perlu lebih hati-hati. Pada hari itu, IHSG tidak hanya turun tajam, tetapi juga gagal kembali ke atas area 5.700. Artikel EOD 30 Juni mencatat IHSG ditutup di 5.643,194 setelah turun 3,05%, dengan net foreign sell Rp1,04 triliun, seluruh sektor merah, dan breadth pasar yang buruk.

Pada sesi 1 hari ini, satu sinyal sudah jelas membaik: breadth kembali positif. Namun, arus asing belum memberi konfirmasi karena data Stockbit Sekuritas All Market masih mencatat net foreign sell Rp349,01 miliar. Angka ini belum bisa dibandingkan langsung dengan EOD 30 Juni karena perdagangan 1 Juli masih berjalan.

Inilah konflik utama sesi 1: pasar memantul, tetapi validasi pemulihan belum lengkap. BBCA sudah menjadi top net foreign buy Rp155,22 miliar, tetapi BBRI, BMRI, dan BBNI masih berada dalam daftar jual asing terbesar, masing-masing Rp226,76 miliar, Rp162,54 miliar, dan Rp50,65 miliar.

Selama pola ini belum berubah, rebound IHSG masih perlu diuji sampai penutupan.

Ada tiga hal yang perlu dibuktikan pada sesi 2.

Pertama, IHSG perlu bertahan di atas area 5.700. Kedua, sektor Finance perlu membaik agar rebound tidak hanya bergantung pada Basic-IND dan Energy. Ketiga, net foreign sell perlu mengecil agar pasar tidak hanya naik karena pantulan teknikal.

Jika tiga hal ini membaik, rebound 1 Juli bisa dibaca lebih konstruktif. Jika tidak, pasar masih berada dalam fase uji setelah tekanan besar.

Yang Perlu Dibuktikan Sampai Penutupan

Area 5.700 menjadi level penting pada perdagangan hari ini. IHSG sempat menembus level tersebut pada sesi 1, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan tekanan sudah selesai.

Saham bank besar juga menjadi indikator utama. BBCA sudah menunjukkan pembelian asing besar, tetapi BBRI, BMRI, dan BBNI masih menjadi pusat jual asing. Selama pola ini belum berubah, rebound IHSG masih punya titik rapuh.

Sektor Basic-IND dan Energy perlu mempertahankan momentum pada sesi 2. Jika dua sektor ini melemah kembali, sementara Finance tetap merah, IHSG berisiko kehilangan penopang.

Untuk saat ini, pesan pasar masih jelas: IHSG mulai memantul, tetapi validasi pemulihan belum selesai. Data EOD akan menentukan apakah rebound sesi 1 menjadi awal stabilisasi atau hanya jeda setelah tekanan besar.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes