IHSG Bertahan di 5.918, tetapi Asing Masih Net Sell Rp290 Miliar
IHSG bertahan di atas 5.900 dengan 405 saham menguat dan delapan sektor berada di zona positif. Namun, IDX30, LQ45, indeks bank besar, dan foreign flow belum bergerak searah.
IHSG melanjutkan penguatan tipis pada sesi 1 Jumat, 10 Juli 2026. Indeks berada di 5.918,47, naik 6,03 poin atau 0,10%, setelah bergerak di antara 5.905,14 dan 5.949,99.
Partisipasi pasar cukup luas. Jumlah saham yang menguat hampir dua kali saham yang turun. Namun, penguatan belum diikuti saham berkapitalisasi besar. IDX30, LQ45, indeks bank besar, dan sektor keuangan masih melemah, sementara asing mencatat net sell All Market Rp290,36 miliar.
Artinya, rebound masih bertahan, tetapi validasinya baru parsial. Breadth sudah menopang pasar, sedangkan saham besar dan arus asing belum memberikan konfirmasi yang sama.
IHSG Menjaga 5.900, tetapi Kehilangan Kekuatan Awal
IHSG dibuka di 5.936,04 dan sempat mencapai level tertinggi 5.949,99. Indeks kemudian turun hingga 5.905,14 sebelum mengakhiri sesi di 5.918,47.
Posisi akhir sesi berada sekitar 17,57 poin di bawah pembukaan dan 31,52 poin di bawah puncak intraday. Indeks masih positif, tetapi tekanan jual muncul ketika IHSG mendekati 5.950.
Nilai transaksi All Market tercatat sekitar Rp4,71 triliun. Volume mencapai 11,53 miliar saham dengan frekuensi sekitar 1,26 juta kali.
Area 5.900 masih menjadi pertahanan jangka pendek. IHSG perlu kembali melewati 5.936 dan menguji 5.950 agar kenaikan memperoleh konfirmasi lebih kuat.
Breadth Positif Menunjukkan Tekanan Tidak Menyebar
Breadth pasar mencatat 405 saham menguat, 208 saham melemah, dan 171 saham tidak berubah. Dari saham yang bergerak naik atau turun, sekitar dua pertiganya berada di zona positif.
Delapan dari sebelas sektor juga menguat. Properti memimpin dengan kenaikan 1,22%, diikuti transportasi 1,12%, material dasar 1,09%, konsumer siklikal 0,84%, dan energi 0,81%.
Kekuatan juga terlihat pada kelompok saham berkapitalisasi kecil dan menengah. IDX Small-Mid Cap Liquid naik 1,11%, sedangkan IDX Small-Mid Cap Composite menguat 0,61%.
Data tersebut menunjukkan tekanan jual tidak menyebar ke seluruh pasar. Penguatan lebih banyak berbentuk rotasi menuju saham kecil dan menengah serta sejumlah sektor siklikal.
Namun, breadth yang positif belum cukup memastikan saham besar akan menyusul. Keberlanjutan rebound tetap perlu diuji melalui pergerakan kelompok saham yang lebih likuid.
Saham Besar dan Foreign Flow Belum Mengikuti Breadth
Perbedaan antara pasar luas dan saham berkapitalisasi besar terlihat pada kinerja indeks.
IDX30 turun 0,32%, LQ45 melemah 0,03%, dan IDX-PEFINDO Prime Bank turun 0,30%. Sektor keuangan juga berada di zona merah dengan pelemahan tipis 0,03%.
Pada saat yang sama, investor asing mencatat pembelian sekitar Rp1,38 triliun dan penjualan Rp1,67 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign sell All Market Rp290,36 miliar.
Tekanan terbesar terkonsentrasi pada BBCA, BBRI, dan TLKM. Ketiganya mencatat gabungan net sell sekitar Rp217,62 miliar, setara hampir 75% dari keseluruhan penjualan bersih asing.
Konsentrasi penjualan tersebut sejalan dengan tertinggalnya indeks saham likuid dan bank besar. IHSG masih dapat bertahan karena breadth positif, tetapi kenaikannya menjadi lebih rentan jika partisipasi pasar mulai menyempit.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Nilai |
|---|---|
| ADRO | Rp25,60 miliar |
| ELSA | Rp18,43 miliar |
| BRMS | Rp16,43 miliar |
| TINS | Rp13,66 miliar |
| INDF | Rp13,57 miliar |
| ARCI | Rp10,35 miliar |
| UNTR | Rp7,82 miliar |
| MEDC | Rp7,41 miliar |
| BREN | Rp5,99 miliar |
| ANTM | Rp5,18 miliar |
Pembelian bersih asing lebih banyak terlihat pada sejumlah saham energi, pertambangan, dan konsumer. Daftar ini hanya memetakan arus dana selama sesi 1, bukan sinyal transaksi.
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Nilai |
|---|---|
| BBCA | Rp85,28 miliar |
| BBRI | Rp74,68 miliar |
| TLKM | Rp57,66 miliar |
| DEWA | Rp36,00 miliar |
| TPIA | Rp32,43 miliar |
| RAJA | Rp24,73 miliar |
| ASII | Rp18,34 miliar |
| DSSA | Rp18,04 miliar |
| MDKA | Rp16,64 miliar |
| BRPT | Rp11,26 miliar |
Nilai transaksi asing per saham merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata sesi dan volume bersih. Daftar penjualan tersebut juga dibaca sebagai peta arus dana, bukan dasar keputusan transaksi.
Rebound Memerlukan Konfirmasi dari Saham Besar
Sesi 2 tidak hanya menguji apakah IHSG tetap berada di zona hijau. Ujian utamanya adalah apakah saham berkapitalisasi besar mulai mengikuti breadth, atau breadth justru menyempit ketika tekanan asing berlanjut.
Kualitas rebound akan membaik jika IHSG kembali melewati 5.936 dan menguji 5.950. Konfirmasi tambahan perlu datang dari perubahan IDX30 dan LQ45 ke zona positif, perbaikan sektor keuangan, serta berkurangnya tekanan asing pada BBCA dan BBRI.
Sebaliknya, pembacaan pasar perlu diturunkan jika IHSG menembus 5.900, breadth berubah negatif, atau sektor pemimpin sesi 1 kehilangan penguatan.
Untuk sementara, IHSG masih mendapat dukungan dari partisipasi pasar yang cukup luas. Namun, validasi rebound belum lengkap sebelum saham besar dan foreign flow mulai bergerak searah.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.