Banyu Capital

IHSG Naik 0,56% dan 9 Sektor Menguat, tetapi Asing Masih Net Sell Rp378 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG berbalik dari tekanan awal dan mengakhiri Sesi I dekat level tertinggi intraday. Perbaikan pasar sudah terlihat pada sembilan sektor serta LQ45 dan IDX30, tetapi partisipasi saham masih nyaris seimbang dan asing tetap menjadi penjual bersih.

Dashboard Market Notes Midday BEI 14 Agustus 2026 yang menampilkan IHSG, breadth sektor dan saham, serta foreign flow
IHSG naik 0,56% pada Sesi I 14 Agustus 2026 dengan 9 dari 11 sektor menguat. Namun, breadth saham masih nyaris seimbang dan asing mencatat net sell Rp377,63 miliar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

IHSG mengakhiri Sesi I 14 Agustus 2026 di 6.337,193, naik 35,427 poin atau 0,56% setelah sempat tertekan pada awal perdagangan. Rebound sudah ditopang perbaikan sektoral dan penguatan indeks saham likuid, tetapi belum memperoleh konfirmasi penuh dari partisipasi saham dan foreign flow.

Perubahannya cukup besar dibanding 13 Agustus. Sehari sebelumnya IHSG turun 1,13%, seluruh 11 sektor melemah, 452 saham turun, dan asing mencatat net sell sekitar Rp1,41 triliun. Pada Sesi I hari ini, tekanan pasar menyempit tajam, meski kondisinya belum cukup kuat untuk disebut sebagai pemulihan yang merata.

IHSG Pulih Hampir 70 Poin dari Titik Terendah dan Bertahan Dekat High Sesi I

IHSG dibuka di 6.296,593 dan sempat turun hingga 6.267,407. Indeks kemudian berbalik naik hingga menyentuh 6.343,113 sebelum mengakhiri Sesi I di 6.337,193.

Dari titik terendah, IHSG pulih sekitar 69,79 poin atau 1,11%. Posisi Midday hanya sekitar 5,92 poin di bawah level tertinggi intraday. Kenaikan 0,56% dengan demikian terbentuk setelah pasar lebih dahulu menguji sisi bawah, bukan dari pembukaan yang langsung kuat.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,489 triliun dengan volume 17,902 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,042 juta kali.

Posisi indeks yang bertahan dekat high Sesi I menunjukkan tekanan pagi telah berbalik. Sesi II akan menguji apakah kenaikan tersebut dapat dipertahankan ketika aktivitas perdagangan bertambah.

Sektor Pulih Lebih Cepat daripada Partisipasi Saham

Sembilan dari 11 sektor berada di zona positif. Basic Materials memimpin dengan kenaikan 1,67%, diikuti Infrastructure 1,45%, Cyclical 1,17%, Non-Cyclical 1,00%, dan Energy 0,85%.

Hanya Finance yang turun 0,06% dan Health melemah 0,34%. Struktur ini berbalik tajam dari penutupan 13 Agustus ketika seluruh 11 sektor berada di zona negatif.

Indeks saham likuid juga bergerak lebih kuat daripada IHSG. LQ45 naik 0,75% dan IDX30 menguat 0,66%.

Perbaikan di level saham belum sekuat sektor. Terdapat 292 saham menguat dan 297 melemah, sementara 196 tidak berubah. Selisihnya sangat tipis. Tekanan luas sehari sebelumnya sudah berkurang, tetapi saham naik belum mendominasi pasar.

Perbedaan antara breadth sektor dan breadth saham menjadi salah satu batas penting dalam membaca rebound. Penguatan sudah tersebar ke sebagian besar sektor, tetapi belum diterjemahkan menjadi dominasi kenaikan pada level saham individual.

Net Sell Asing Menyusut 68%, tetapi Alirannya Masih Selektif

Asing membukukan pembelian sekitar Rp1,73 triliun dan penjualan Rp2,11 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign sell Rp377,63 miliar.

Tekanan jual bersih tersebut jauh lebih kecil dibanding sekitar Rp1,18 triliun pada Midday 13 Agustus. Secara nominal, net sell menyusut sekitar 68% pada perbandingan cutoff yang sama.

Perbaikannya cukup signifikan, tetapi asing masih berada di sisi jual bersih. Penyusutan net sell tidak sama dengan perubahan menjadi net inflow.

Daftar berikut memetakan arus transaksi asing pada Sesi I dan bukan penilaian fundamental maupun rekomendasi transaksi.

Top 10 Net Foreign Buy

No. Saham Net Foreign Buy
1 BBRI Rp43,65 miliar
2 ANTM Rp33,13 miliar
3 VKTR Rp24,05 miliar
4 AADI Rp13,25 miliar
5 BUMI Rp13,04 miliar
6 INCO Rp11,57 miliar
7 TINS Rp10,80 miliar
8 ADMR Rp9,19 miliar
9 INET Rp8,96 miliar
10 EXCL Rp6,74 miliar

Total Top 10 net foreign buy mencapai sekitar Rp174,38 miliar.

Top 10 Net Foreign Sell

No. Saham Net Foreign Sell
1 TPIA Rp213,13 miliar
2 DSSA Rp67,61 miliar
3 CUAN Rp55,57 miliar
4 ISAT Rp48,17 miliar
5 BREN Rp38,10 miliar
6 BMRI Rp34,78 miliar
7 PTRO Rp26,12 miliar
8 AMMN Rp20,86 miliar
9 ASII Rp19,96 miliar
10 BRMS Rp16,66 miliar

Total Top 10 net foreign sell mencapai sekitar Rp540,96 miliar.

Selisih agregat Top 10 net sell dan Top 10 net buy mencapai sekitar Rp366,58 miliar, dekat dengan total net foreign sell All Market Rp377,63 miliar. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar saldo jual bersih Sesi I dapat ditelusuri pada kelompok saham dengan nilai net sell terbesar, sementara pembelian asing tetap berlangsung secara selektif pada saham lain.

Pola pada perbankan besar juga belum seragam. BBRI menjadi net buy terbesar dengan Rp43,65 miliar, sedangkan BMRI mencatat net sell Rp34,78 miliar, BBCA Rp12,84 miliar, dan BBNI Rp4,63 miliar. Penguatan indeks karena itu belum disertai pembelian asing yang merata pada saham-saham bank besar.

Sesi II Perlu Membuktikan Breadth dan Foreign Flow

Sesi I menunjukkan perbaikan yang cukup jelas dibanding sehari sebelumnya. IHSG berbalik dari tekanan pagi, sembilan sektor kembali positif, dan LQ45 serta IDX30 bergerak lebih kuat daripada indeks utama.

Namun, dua bukti penting masih belum lengkap. Saham naik belum mengungguli saham turun, sedangkan asing tetap mencatat net sell.

Konfirmasi rebound akan menguat jika saham naik mulai mendominasi, LQ45 dan IDX30 tetap berada di zona positif, serta net foreign sell kembali menyusut atau berbalik menjadi net buy.

Sebaliknya, rebound akan kehilangan sebagian validasinya jika jumlah saham turun kembali melebar, tekanan jual asing membesar, dan IHSG kembali mendekati atau menembus penutupan 13 Agustus di 6.301,765. Tiga indikator tersebut menjadi bukti berikutnya untuk menilai apakah perbaikan Sesi I dapat bertahan hingga penutupan.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes