Banyu Capital

IHSG Pulih ke 6.064, tetapi Arus Asing Belum Seragam

IHSG pulih lebih dari 40 poin dari titik terendah sesi pertama. LQ45, IDX30, sektor Financials, dan mayoritas sektor ikut menguat, sementara aktivitas transaksi meningkat. Namun, indeks belum melewati 6.080 dan data arus asing masih menghasilkan pembacaan berbeda menurut basis pengukurannya.

Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri sesi pertama Kamis, 16 Juli 2026, di level 6.064,46, naik 22,49 poin atau 0,37%. Pergerakan ini lebih konstruktif daripada perdagangan sebelumnya, ketika sekitar 91% kenaikan sesi pertama hilang menjelang penutupan.

IHSG kali ini mampu pulih dari tekanan awal dan ditopang kelompok saham likuid serta sektor keuangan. Meski demikian, data midday belum cukup untuk memastikan bahwa pola kehilangan momentum pada sesi kedua telah berakhir. Kenaikan lebih tepat dibaca sebagai stabilisasi yang membaik, bukan rebound yang sudah memperoleh konfirmasi penuh.

Dashboard Market Notes Midday BEI 16 Juli 2026 yang menampilkan IHSG, indeks likuid, breadth, sektor, transaksi, dan arus asing
IHSG mengakhiri sesi pertama 16 Juli 2026 di 6.064,46 atau naik 0,37%. Stabilisasi membaik, tetapi konfirmasi belum selesai karena 6.080 belum dilewati dan pembacaan arus asing belum seragam. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

IHSG Menyerap Tekanan Awal, tetapi 6.080 Belum Terlewati

IHSG dibuka di 6.056,75 dan sempat naik ke 6.076,55. Indeks kemudian turun ke 6.024,35 sebelum kembali menguat ke 6.064,46.

Posisi tersebut menempatkan IHSG sekitar 40,11 poin di atas titik terendah dan hanya 12,09 poin di bawah titik tertinggi sesi pertama. Indeks juga berakhir 7,71 poin di atas harga pembukaan.

Struktur pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual awal masih dapat diserap. Namun, titik tertinggi sesi pertama tetap berada di bawah 6.080. Selama area tersebut belum dilewati dan dipertahankan, penguatan belum cukup untuk mengubah stabilisasi menjadi rebound yang lebih meyakinkan.

Nilai transaksi All Market mencapai Rp7,58 triliun, sementara pasar reguler mencatat Rp5,84 triliun. Volume mencapai 18,88 miliar saham dengan frekuensi sekitar 1,45 juta kali.

Dibandingkan sesi pertama 15 Juli, nilai All Market meningkat sekitar 21,5%, nilai pasar reguler bertambah sekitar 5,6%, dan frekuensi transaksi naik sekitar 17,9%. Aktivitas yang lebih tinggi memperbaiki kualitas sesi pertama. Namun, kenaikan nilai All Market yang jauh lebih besar daripada pasar reguler tetap perlu dibaca berdasarkan komposisi transaksinya.

Indeks Likuid Memimpin, tetapi Bank Besar Belum Dibeli Merata

LQ45 menguat 0,84%, sedangkan IDX30 naik 0,69%. Keduanya mengungguli kenaikan IHSG masing-masing sebesar 0,47 dan 0,32 poin persentase. IDX80 juga bertambah 0,87%.

Kepemimpinan perbankan terlihat dari INFOBANK15 yang naik 0,96%, PEFINDO Prime Bank 0,84%, dan sektor Financials 0,59%. Data ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya bertumpu pada saham lapis kedua.

Namun, arus asing pada bank besar masih selektif. Berdasarkan estimasi Stockbit Sekuritas, BMRI mencatat net foreign buy sekitar Rp90,20 miliar dan BBCA Rp40,97 miliar. Sebaliknya, BBRI mencatat estimasi net foreign sell Rp24,63 miliar dan BBNI sekitar Rp5,50 miliar.

Dengan demikian, saham perbankan kembali memberi dukungan kepada indeks, tetapi pembelian asing belum merata di seluruh bank besar.

Mayoritas Sektor Menguat, tetapi Breadth Tidak Melebar

Sebanyak 330 saham menguat, 250 saham melemah, dan 207 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 1,32 kali.

Sembilan dari sebelas sektor berada di zona positif. Basic Materials memimpin dengan kenaikan 1,39%, disusul Property 1,03%, Infrastructure 0,76%, dan Financials 0,59%. Technology relatif datar, sedangkan Industrials melemah 1,07%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan pasar tidak hanya datang dari satu sektor. Namun, breadth tidak semakin luas dibandingkan sesi pertama 15 Juli.

Pada perdagangan sebelumnya, terdapat 360 saham naik dan 236 saham turun, atau rasio sekitar 1,53 kali. Jumlah saham naik pada 16 Juli berkurang 30, sedangkan saham turun bertambah 14.

Artinya, mayoritas sektor memang menguat, tetapi kenaikan belum menjangkau lebih banyak saham dibandingkan sehari sebelumnya.

Net Buy All Market Rp1,01 Triliun Perlu Dibaca Berdasarkan Basisnya

Data Foreign-Domestic Activity Stockbit menunjukkan pembelian asing sebesar Rp2,60 triliun dan penjualan Rp1,59 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy All Market sekitar Rp1,01 triliun.

Namun, indikator Foreign Flow Underlay pada tampilan Stockbit lainnya menunjukkan angka negatif Rp160,43 miliar. Saya tidak dapat mengonfirmasi penyebab pasti perbedaan tersebut dari data yang tersedia.

Perbedaan itu dapat berkaitan dengan cakupan pasar, metode penghitungan, atau waktu pembaruan. Karena basisnya belum terverifikasi, angka Rp1,01 triliun tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa asing telah kembali membeli secara kuat di pasar reguler.

Top 10 Estimasi Net Foreign Buy

Peringkat Saham Nilai
1 BMRI Rp90,20 miliar
2 BBCA Rp40,97 miliar
3 TINS Rp33,20 miliar
4 ANTM Rp25,99 miliar
5 ADRO Rp25,40 miliar
6 TLKM Rp20,03 miliar
7 AMMN Rp14,47 miliar
8 MEDC Rp12,11 miliar
9 INKP Rp9,10 miliar
10 PSAB Rp8,65 miliar

Top 10 Estimasi Net Foreign Sell

Peringkat Saham Nilai
1 TPIA Rp60,83 miliar
2 RANS Rp43,36 miliar
3 ASII Rp30,21 miliar
4 BBRI Rp24,63 miliar
5 AMRT Rp17,25 miliar
6 BUMI Rp13,79 miliar
7 BRMS Rp11,99 miliar
8 UNTR Rp11,44 miliar
9 BREN Rp8,58 miliar
10 BUVA Rp8,07 miliar

Estimasi pembelian terbesar berada pada BMRI dan BBCA, sedangkan penjualan terbesar terlihat pada TPIA, RANS, ASII, dan BBRI. Nilai per saham dihitung menggunakan harga rata-rata sesi pertama dan volume bersih asing, sehingga tidak dapat dibandingkan langsung dengan angka agregat All Market.

Sesi Kedua Harus Membuktikan Kenaikan Tidak Kembali Hilang

Konfirmasi yang lebih kuat akan muncul jika IHSG mampu melewati atau menutup di atas 6.080, sementara LQ45, IDX30, Financials, dan breadth tetap positif.

Sebaliknya, penurunan kembali ke bawah sekitar 6.040 akan menunjukkan bahwa pemulihan mulai kehilangan tenaga. Risiko meningkat jika indeks kembali menguji titik terendah 6.024, sektor Financials berbalik negatif, dan jumlah saham turun melampaui saham naik.

Sesi pertama menunjukkan stabilisasi yang lebih berkualitas, tetapi konfirmasi belum selesai. Posisi penutupan, keberlanjutan kepemimpinan saham likuid, dan kejelasan arus asing pasar reguler akan menentukan apakah kenaikan ini bertahan atau kembali kehilangan momentum.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes