IHSG Turun Lagi 5,05% ke 4.923, Seluruh Sektor Melemah pada Sesi I
Setelah anjlok 11,57% pada perdagangan sebelumnya, IHSG kembali tertekan. Penjualan bersih asing Rp1,05 triliun dan pelemahan seluruh sektor menunjukkan bahwa stabilisasi pasar belum terkonfirmasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 261,84 poin atau 5,05% ke 4.923,26 pada akhir sesi I perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Koreksi ini berlanjut setelah indeks kehilangan 11,57% pada Jumat, 16 Oktober.
Seluruh 11 sektor Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. LQ45 dan IDX30 turun lebih dalam daripada IHSG, sementara investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp1,05 triliun di seluruh pasar.
Perlambatan penurunan dibandingkan Jumat belum cukup untuk menunjukkan pemulihan. Tekanan masih meluas dan saham berkapitalisasi besar belum mampu menopang indeks.
IHSG Dekat Titik Terendah, 744 Saham Melemah
IHSG dibuka di 4.961,88, sempat mencapai 4.974,66, kemudian turun hingga 4.907,37. Indeks mengakhiri sesi pertama di 4.923,26, hanya 15,89 poin di atas titik terendah perdagangan pagi.
Menurut RTI Business, sebanyak 744 saham melemah dan 42 saham menguat. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp10,03 triliun, dengan volume 16,89 miliar saham dan frekuensi 872.556 transaksi.
Seluruh indeks sektoral berada di zona negatif.
| Sektor | Perubahan sesi I |
|---|---|
| Bahan baku | -6,35% |
| Infrastruktur | -5,50% |
| Energi | -5,48% |
| Kesehatan | -5,14% |
| Konsumsi primer | -4,91% |
| Industri | -4,58% |
| Konsumsi siklikal | -4,46% |
| Properti | -4,29% |
| Transportasi dan logistik | -3,85% |
| Keuangan | -3,77% |
| Teknologi | -3,06% |
Tekanan juga menjangkau saham-saham besar dan likuid. LQ45 turun 5,53%, sedangkan IDX30 melemah 5,41%. Keduanya mencatat penurunan lebih dalam daripada IHSG.
Pelemahan seluruh sektor dan ketertinggalan indeks saham likuid menunjukkan bahwa tekanan belum terbatas pada kelompok saham tertentu.
BBCA dan BBRI Menekan IHSG Sekitar 59 Poin
BBCA dan BBRI menjadi dua pemberat penting IHSG pada sesi pertama.
Harga BBCA turun 6,86% dan memberikan kontribusi negatif sekitar 32,45 poin terhadap indeks. BBRI melemah 6,82% dengan kontribusi negatif sekitar 26,61 poin, berdasarkan data yang dilaporkan IDNFinancials.
Gabungan kontribusi keduanya mencapai 59,06 poin, setara sekitar 22,6% dari total penurunan IHSG sebesar 261,84 poin.
Kontribusi terhadap indeks berbeda dari nilai transaksi asing. Perubahan harga dan bobot saham menentukan pengaruh suatu emiten terhadap IHSG, sedangkan transaksi asing menunjukkan posisi bersih berdasarkan aktivitas jual dan beli investor asing.
Tekanan pada BBCA dan BBRI menjadi penting karena penurunan pasar berlangsung bersamaan dengan pelemahan saham yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan indeks.
Asing Jual Bersih Rp1,05 Triliun, Penjualan Terkonsentrasi pada Saham Besar
Hingga akhir sesi I, investor asing mencatat pembelian sekitar Rp3,86 triliun dan penjualan Rp4,91 triliun di seluruh pasar. Selisihnya menghasilkan net sell sekitar Rp1,05 triliun.
Pada tingkat saham, estimasi penjualan bersih terbesar tercatat pada BBCA, BBRI, dan TLKM. Sementara itu, INDF, BBNI, MAPA, MEDC, dan sejumlah saham lain masih menerima pembelian bersih asing.
Top 10 Net Foreign Buy
| No. | Saham | Net Buy (Rp miliar) |
|---|---|---|
| 1 | INDF | 64,08 |
| 2 | BBNI | 55,82 |
| 3 | MAPA | 43,22 |
| 4 | MEDC | 28,99 |
| 5 | GOTO | 25,76 |
| 6 | INCO | 23,47 |
| 7 | EMAS | 17,74 |
| 8 | INKP | 16,20 |
| 9 | ESSA | 15,28 |
| 10 | TKIM | 15,00 |
Top 10 Net Foreign Sell
| No. | Saham | Net Sell (Rp miliar) |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | 670,83 |
| 2 | BBRI | 515,17 |
| 3 | TLKM | 205,54 |
| 4 | AADI | 44,43 |
| 5 | ERAA | 38,24 |
| 6 | ULTJ | 18,53 |
| 7 | KLBF | 15,68 |
| 8 | ANTM | 9,80 |
| 9 | BRIS | 8,53 |
| 10 | ICBP | 8,25 |
Sumber: Stockbit Sekuritas, Foreign Transaction Midday Data, 19 Oktober 2026. Nilai per saham merupakan estimasi berdasarkan harga rata-rata sesi I dan volume bersih asing. Nilai penjualan ditampilkan sebagai besaran absolut.
Estimasi penjualan bersih BBCA, BBRI, dan TLKM secara gabungan mencapai sekitar Rp1,39 triliun, lebih besar daripada net sell agregat pasar Rp1,05 triliun. Pembelian bersih pada saham lain mengimbangi sebagian penjualan tersebut.
Perbedaan arah transaksi bahkan terlihat di sektor perbankan. Ketika BBCA dan BBRI mencatat penjualan bersih besar, BBNI menerima pembelian bersih Rp55,82 miliar. BMRI juga mencatat estimasi pembelian bersih sekitar Rp8,61 miliar, meskipun tidak masuk sepuluh besar.
Arus asing pada sesi I karena itu tidak menunjukkan penjualan seragam di seluruh saham. Tekanan terkonsentrasi pada sejumlah emiten besar, sementara pembelian di saham lain belum cukup untuk membalikkan penjualan bersih agregat.
Konsultasi MSCI Menjadi Ujian Kepercayaan Pasar
Koreksi IHSG berlanjut ketika investor masih menilai konsekuensi konsultasi MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia.
MSCI membuka konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. Kemungkinan perpindahan dari emerging market menuju standalone market belum menjadi keputusan final yang berlaku.
Dalam pernyataan resminya pada 16 Oktober, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmen melanjutkan reformasi pasar modal. Langkah yang disoroti mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor yang lebih terperinci, pengungkapan konsentrasi kepemilikan, serta penyesuaian persyaratan minimum free float.
Pada saat perdagangan sesi I berakhir, BEI dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan MSCI pada Senin sore, pukul 15.30 WIB, untuk meminta klarifikasi mengenai proposal tersebut. Hasil pertemuan berada di luar cakupan data sesi I yang digunakan dalam artikel ini.
BEI juga telah menyesuaikan ketentuan auto rejection bawah menjadi 7% dalam cakupan perdagangan yang diatur oleh kebijakan tersebut. Pembatasan pergerakan harga dapat memengaruhi mekanisme perdagangan, tetapi tidak otomatis memulihkan permintaan beli.
Risiko perubahan klasifikasi MSCI dapat memengaruhi ekspektasi atas arus dana dan akses pasar saham Indonesia terhadap investor global. Besarnya kontribusi isu tersebut terhadap setiap transaksi jual pada sesi I, bagaimanapun, belum dapat ditentukan dari data perdagangan yang tersedia.
Rupiah dan Bursa Regional Memperlihatkan Tekanan yang Tidak Seragam
Pada pengamatan sekitar jeda siang, USD/IDR tercatat di kisaran Rp18.039 per dolar AS. Nilai tukar tersebut memperlihatkan tekanan terhadap rupiah.
Pergerakan bursa regional tidak sepenuhnya searah. Hang Seng dan Shanghai Composite tercatat menguat pada pengamatan yang tersedia, sedangkan Nikkei melemah.
Perbedaan tersebut memberi konteks bahwa penurunan IHSG berlangsung di tengah kondisi pasar regional yang beragam. Faktor domestik, termasuk risiko klasifikasi MSCI dan kondisi perdagangan saham Indonesia, tetap perlu dinilai tersendiri.
Pengamatan lintas pasar tidak seluruhnya dilakukan pada waktu yang sama. Karena itu, pergerakan indeks regional dan nilai tukar tidak dapat langsung diperlakukan sebagai penyebab perubahan IHSG.
Sesi II Menguji Apakah Tekanan Mulai Menyempit
IHSG mengakhiri sesi pertama di 4.923,26, dekat titik terendah perdagangan pagi sebesar 4.907,37. Titik tersebut menjadi referensi pergerakan intraday, bukan level support yang sudah terkonfirmasi.
Tekanan akan tetap terlihat dominan apabila pelemahan menjangkau sebagian besar saham, LQ45 dan IDX30 terus tertinggal, serta penjualan bersih asing berlanjut.
Sebaliknya, bertambahnya saham yang menguat, berkurangnya tekanan pada emiten berkapitalisasi besar, dan perbaikan arus asing dapat menjadi bukti awal bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan. Konfirmasi yang lebih kuat membutuhkan perbaikan yang meluas, bukan kenaikan sesaat pada sejumlah saham.
Perkembangan resmi dari BEI, OJK, dan MSCI menjadi faktor berikutnya yang perlu dicermati. Kejelasan proses konsultasi dapat mengubah persepsi risiko, tetapi stabilisasi harga tetap harus diuji melalui keluasan pasar, kinerja saham besar, dan arus dana.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Antara, Reuters, OJK, Katadata, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.