Banyu Capital

IHSG Naik ke 6.229, tetapi Asing Catat Net Sell Rp303 Miliar

IHSG menguat 0,86% dengan 398 saham dan sembilan sektor berada di zona positif. Partisipasi pasar membaik dibanding sesi sebelumnya, tetapi investor asing berbalik mencatat net foreign sell All Market Rp302,86 miliar.

IHSG naik 53,382 poin ke 6.228,918 pada sesi pertama perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Indeks dibuka di 6.197,476, bergerak hingga 6.249,903, dan tetap berada di atas penutupan Jumat sepanjang sesi.

Perbaikan utama kali ini terletak pada luasnya kenaikan. IDX30 dan LQ45 mengungguli IHSG, sembilan dari sebelas sektor menguat, serta rasio saham naik terhadap saham turun mencapai 2,12 kali. Namun, penjualan asing pada sejumlah saham besar menunjukkan bahwa harga dan arus dana belum sepenuhnya bergerak searah.

Dashboard Market Notes Midday 20 Juli 2026 yang menunjukkan perbaikan breadth IHSG dan net sell investor asing
IHSG naik 0,86% ke 6.228,918 dengan 398 saham dan sembilan sektor menguat. Namun, investor asing mencatat net sell All Market Rp302,86 miliar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business, data sesi pertama 20 Juli 2026.

IHSG Bertahan di Atas Penutupan Jumat, tetapi 6.250 Belum Ditembus

IHSG bergerak dalam rentang 6.191,042 sampai 6.249,903. Titik terendah sesi masih berada 15,507 poin di atas penutupan 17 Juli di 6.175,535.

Indeks juga mengakhiri sesi pertama sekitar 31,44 poin di atas pembukaan. Struktur intraday masih positif, meskipun suplai mulai muncul ketika IHSG mendekati 6.250.

IHSG berakhir sekitar 20,99 poin di bawah titik tertinggi. Pergerakan tersebut belum menunjukkan pembalikan karena indeks tetap berada di atas pembukaan dan titik terendah sesi. Namun, area 6.250 menjadi indikator konfirmasi harga terdekat untuk sesi kedua.

Sembilan Sektor Menguat dan Rasio Breadth Mencapai 2,12 Kali

Sebanyak 398 saham menguat, 188 saham melemah, dan 205 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,12 kali.

Sembilan sektor berada di zona positif:

Sektor Perubahan
Perindustrian +2,08%
Energi +1,72%
Properti dan Real Estat +1,47%
Barang Konsumen Primer +1,32%
Transportasi dan Logistik +0,82%
Bahan Baku +0,79%
Infrastruktur +0,58%
Finansial +0,48%
Barang Konsumen Siklikal +0,13%

Teknologi dan Kesehatan melemah masing-masing 0,24% dan 0,17%.

Sebaran tersebut lebih luas daripada sesi pertama 17 Juli, ketika hanya empat sektor menguat dan jumlah saham naik tercatat 320 berbanding 275 saham turun. Pada penutupan hari itu, sekitar 95% kenaikan poin IHSG masih bertumpu pada BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM.

Pada 20 Juli, kepemimpinan pasar meluas ke sektor Perindustrian, Energi, Properti, dan Barang Konsumen Primer. Indeks saham likuid turut memberi konfirmasi. IDX30 naik 1,34%, LQ45 menguat 1,30%, dan SRI-KEHATI bertambah 0,95%, lebih tinggi daripada kenaikan IHSG sebesar 0,86%.

Dengan demikian, breadth menjadi bukti terkuat bahwa kenaikan memiliki dukungan yang lebih luas. Namun, penyebaran tersebut masih perlu dipertahankan sampai penutupan.

Aktivitas Meningkat, tetapi Kualitas Likuiditas Masih Perlu Diuji

Nilai transaksi mencapai Rp8,271 triliun, dengan volume 20,097 miliar saham dan frekuensi 1.399.915 kali.

Seluruh indikator aktivitas meningkat dibanding sesi pertama 17 Juli:

Indikator 17 Juli 20 Juli Perubahan
Nilai transaksi Rp7,23 triliun Rp8,271 triliun +14,4%
Volume 15,75 miliar saham 20,097 miliar saham +27,6%
Frekuensi sekitar 1,16 juta sekitar 1,40 juta sekitar +20,7%

Peningkatan ini mengurangi kelemahan aktivitas transaksi yang terlihat pada sesi sebelumnya. Namun, volume bertambah hampir dua kali lebih cepat daripada nilai transaksi.

Aktivitas besar juga terlihat pada saham berharga nominal rendah, seperti BNBR, BUMI, EPAC, NTBK, dan RBMS. Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan perdagangan spekulatif, tetapi menandakan bahwa kenaikan volume belum seluruhnya merepresentasikan masuknya modal besar ke saham likuid.

Konfirmasi tambahan perlu datang dari pertumbuhan nilai transaksi pada sesi kedua dan keberlanjutan kekuatan IDX30 serta LQ45.

Asing Berbalik Net Sell di Tengah Kenaikan Pasar

Investor asing membukukan pembelian sekitar Rp2,67 triliun dan penjualan Rp2,98 triliun. Berdasarkan angka yang lebih presisi, asing mencatat net foreign sell All Market Rp302,86 miliar.

Arus ini berbalik dari sesi pertama 17 Juli, ketika asing masih membukukan net foreign buy All Market Rp39,90 miliar. Perubahannya mencapai sekitar Rp342,76 miliar.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Estimasi net foreign buy
BBRI Rp116,70 miliar
BNBR Rp43,13 miliar
CUAN Rp30,74 miliar
BRPT Rp29,44 miliar
ADRO Rp18,32 miliar
TLKM Rp17,93 miliar
INDF Rp14,61 miliar
GGRM Rp10,52 miliar
SRTG Rp10,19 miliar
AMRT Rp9,86 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Estimasi net foreign sell
BMRI Rp229,11 miliar
ASII Rp69,86 miliar
BBCA Rp53,43 miliar
ANTM Rp46,87 miliar
BUVA Rp35,22 miliar
BBNI Rp31,01 miliar
TPIA Rp28,18 miliar
AMMN Rp21,88 miliar
PGAS Rp15,58 miliar
BRIS Rp13,79 miliar

Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dan volume bersih asing.

BBRI menjadi tujuan pembelian asing terbesar dengan nilai Rp116,70 miliar. Namun, arus tersebut belum cukup mengimbangi penjualan pada BMRI, BBCA, dan BBNI.

Jika arus pada BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI digabungkan, asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp196,85 miliar. Kenaikan sektor Finansial sebesar 0,48% dengan demikian belum disertai pembelian asing yang merata pada kelompok bank besar.

Penjualan juga terlihat pada ASII, ANTM, TPIA, AMMN, dan PGAS. Tekanan asing karena itu tersebar pada beberapa saham besar dan tidak hanya berpusat pada satu sektor.

Divergensi tersebut tidak langsung membatalkan rebound. Harga, breadth, dan indeks likuid tetap menunjukkan dukungan harga serta partisipasi pasar yang luas. Namun, daya tahan kenaikan masih perlu dibuktikan jika penjualan asing berlanjut pada sesi kedua.

Konfirmasi Sesi Kedua Bergantung pada 6.250 dan Arus Asing

Rebound memperoleh validasi tambahan apabila:

Pembacaan konstruktif mulai melemah apabila IHSG turun di bawah pembukaan 6.197,476. Risiko intraday meningkat jika indeks menembus titik terendah sesi pertama di 6.191,042, jumlah sektor positif menyusut, dan saham turun mulai melampaui saham naik.

Sesi pertama menunjukkan bahwa kelemahan utama perdagangan sebelumnya, yaitu sempitnya partisipasi pasar, mulai membaik. Namun, foreign flow negatif dan area 6.250 yang belum ditembus membuat rebound masih membutuhkan konfirmasi lanjutan.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes