Banyu Capital

IHSG Tutup Sesi 1 di Atas 6.300, tetapi Asing Net Sell Rp944 Miliar

IHSG turun 0,39% ke 6.315,55 setelah sempat naik hingga 6.394,69. Area 6.300 kembali direbut, tetapi breadth negatif, ketertinggalan IDX30 dan LQ45, serta net foreign sell asing Rp943,75 miliar menunjukkan konfirmasi rebound melemah pada sesi pertama.

Dashboard Market Notes Midday 22 Juli 2026 tentang IHSG, breadth, indeks saham likuid, sektor, dan foreign flow
Dashboard Market Notes Midday 22 Juli 2026 merangkum pergerakan IHSG, market breadth, indeks saham likuid, sektor, dan aktivitas asing pada sesi pertama. Sumber: RTI Business dan Stockbit Sekuritas.

IHSG menutup perdagangan 21 Juli di 6.340,02, tepat pada titik tertinggi harian. Penguatan tersebut didukung 421 saham naik, sepuluh dari sebelas sektor yang menguat, serta arus asing All Market yang masih positif tipis.

Kondisi berubah pada sesi pertama 22 Juli. Kenaikan awal tidak bertahan, 366 saham melemah, tujuh sektor turun, dan asing berbalik menjadi penjual bersih hampir Rp1 triliun.

Rebound belum dapat dinyatakan gagal karena IHSG masih mengakhiri sesi di atas 6.300 dan aktivitas perdagangan tetap aktif. Namun, partisipasi pasar, saham likuid, dan arus asing tidak lagi memberi konfirmasi sekuat perdagangan sebelumnya.

Dari empat pengujian setelah penutupan 21 Juli, aktivitas transaksi tetap terjaga dan area 6.300 bertahan secara terbatas. Sebaliknya, keberlanjutan arus asing serta pemulihan IDX30 dan sektor finansial belum memperoleh konfirmasi.

Kenaikan Awal Menguap, 6.300 Menjadi Pertahanan Pertama

IHSG dibuka di 6.366,01, sekitar 26 poin di atas penutupan sebelumnya, lalu naik hingga 6.394,69. Tekanan kemudian membawa indeks turun ke 6.297,86 sebelum mengakhiri sesi pertama di 6.315,55.

IHSG kehilangan sekitar 79 poin dari titik tertinggi dan berakhir hanya sekitar 18 poin di atas titik terendah sesi. Struktur tersebut menunjukkan pembukaan positif tidak mampu dipertahankan.

Meski sempat bergerak di bawah 6.300, indeks kembali berada di atas level tersebut pada akhir sesi pertama. Area ini karena itu lebih tepat disebut sedang diuji, bukan sudah gagal.

Nilai transaksi All Market mencapai Rp11,24 triliun, dengan volume 28,93 miliar saham dan frekuensi 1,81 juta kali. Nilai transaksi sedikit lebih besar dan frekuensi lebih tinggi dibanding sesi pertama 21 Juli. Tekanan tidak berlangsung ketika aktivitas perdagangan mengering.

Aktivitas yang tetap aktif belum memiliki makna tunggal. Jika IHSG tetap dekat titik terendah dan breadth tidak membaik, transaksi tersebut lebih konsisten dengan tekanan distribusi. Jika indeks dan saham likuid pulih, aktivitas yang sama dapat menunjukkan penyerapan tekanan.

Breadth Berbalik Negatif dan Saham Likuid Tertinggal

Sebanyak 366 saham turun, sedangkan 238 saham naik dan 190 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun hanya sekitar 0,65 kali.

Breadth negatif menunjukkan pelemahan lebih luas daripada yang terlihat dari koreksi IHSG sebesar 0,39%. Kondisi ini berbalik dari sesi pertama 21 Juli, ketika 387 saham menguat dan 224 saham melemah.

Tujuh dari sebelas sektor turun. Sektor kesehatan melemah 1,25%, transportasi turun 1,11%, finansial melemah 0,70%, infrastruktur turun 0,57%, dan barang baku melemah 0,54%.

Empat sektor masih menguat. Properti naik 1,34%, teknologi 1,16%, barang konsumsi primer 0,49%, dan perindustrian 0,35%. Pasar belum mengalami tekanan menyeluruh, tetapi ruang penguatan menjadi jauh lebih sempit.

Indeks saham likuid turun lebih dalam daripada IHSG. IDX30 melemah 0,78%, LQ45 turun 0,86%, dan SRI-KEHATI melemah 0,58%.

Ketertinggalan IDX30, LQ45, dan sektor finansial menunjukkan rebound belum mendapat dukungan memadai dari kelompok saham likuid. Namun, data yang tersedia belum dapat memastikan saham yang memberi kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG.

Asing Berbalik Net Sell Hampir Rp1 Triliun

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pembelian asing mencapai sekitar Rp2,45 triliun dan penjualan asing sekitar Rp3,39 triliun. Posisi bersihnya menjadi net foreign sell Rp943,75 miliar.

Arus tersebut berbalik dari sesi pertama 21 Juli, ketika asing masih mencatat net foreign buy sekitar Rp220 miliar. Perubahan posisi bersih antar-sesi mencapai sekitar Rp1,16 triliun.

Sepuluh estimasi net foreign sell terbesar mencapai sekitar Rp705,63 miliar atau hampir tiga perempat dari penjualan bersih agregat. TPIA, DSSA, dan AMMN mencatat gabungan estimasi sekitar Rp369,64 miliar atau 39% dari total net foreign sell.

Konsentrasi tersebut menunjukkan tekanan asing cukup bertumpu pada sejumlah saham. Namun, breadth yang negatif menandakan pelemahan pasar tidak hanya terbatas pada saham dengan penjualan asing terbesar.

Nilai per saham berikut merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dan volume bersih asing, bukan statistik nilai transaksi resmi per saham.

Top 10 Estimasi Net Foreign Buy

Saham Estimasi
ANTM Rp34,78 miliar
BNBR Rp28,08 miliar
VKTR Rp22,46 miliar
TINS Rp17,59 miliar
ADRO Rp15,20 miliar
BREN Rp14,01 miliar
BUMI Rp9,57 miliar
BULL Rp9,17 miliar
BIPI Rp7,53 miliar
ICBP Rp5,56 miliar

Top 10 Estimasi Net Foreign Sell

Saham Estimasi
TPIA Rp172,38 miliar
DSSA Rp103,93 miliar
AMMN Rp93,33 miliar
TLKM Rp63,20 miliar
ASII Rp61,90 miliar
BBRI Rp57,73 miliar
BMRI Rp40,50 miliar
BUVA Rp40,06 miliar
BRMS Rp37,43 miliar
CUAN Rp35,17 miliar

Pembelian asing tetap terlihat secara selektif pada sejumlah saham komoditas dan industri. Namun, aliran tersebut belum cukup mengimbangi penjualan agregat hampir Rp1 triliun.

Yang Perlu Dibuktikan pada Sesi Kedua

Area 6.300 menjadi pertahanan awal. Penutupan di bawah level tersebut, terutama jika berada dekat titik terendah harian, akan memperkuat pembacaan bahwa konfirmasi rebound semakin melemah.

Sebaliknya, IHSG perlu kembali melewati 6.340 untuk menunjukkan tekanan mulai terserap. Pemulihan menuju pembukaan 6.366 akan memberi konfirmasi yang lebih kuat.

Breadth, IDX30, LQ45, sektor finansial, dan foreign flow perlu membaik bersama indeks. Pemulihan harga belum cukup kuat apabila jumlah saham turun tetap dominan dan asing terus mencatat net foreign sell.

Koreksi sesi pertama masih dapat berupa realisasi keuntungan setelah kenaikan 1,74% sehari sebelumnya. Namun, pelemahan breadth, mayoritas sektor, indeks likuid, dan arus asing menunjukkan koreksi belum cukup dibaca sebagai konsolidasi biasa tanpa melihat hasil sesi kedua.

Untuk sementara, harga indeks masih mempertahankan 6.300. Kualitas rebound tetap memerlukan pembuktian dari partisipasi pasar yang lebih luas, pemulihan saham likuid, dan perbaikan arus asing.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes