IHSG Pulih 74 Poin dari Titik Terendah, tetapi 419 Saham Masih Melemah
IHSG mampu menyerap tekanan intraday dan kembali mendekati 6.500 pada Sesi I Rabu, 26 Agustus 2026. Stabilitas harga itu belum diikuti partisipasi pasar yang lebih luas: 419 saham masih melemah, IDX30 dan LQ45 tertinggal, sementara pembelian asing All Market terkonsentrasi pada sejumlah saham.
Setelah libur nasional 25 Agustus, IHSG sempat jatuh ke 6.422,610 sebelum berbalik naik dan mengakhiri Sesi I di 6.496,891. Indeks pulih 74,281 poin dari titik terendah dan hanya turun 4,776 poin atau 0,07% dibanding penutupan 24 Agustus.
Pemulihan harga menunjukkan tekanan awal tidak bertahan sepenuhnya. Kondisi saham di bawah permukaan indeks belum menunjukkan kekuatan yang sama.
Pemulihan dari 6.422 Menahan IHSG Dekat 6.500
IHSG bergerak dalam rentang 109,561 poin selama Sesi I, dari titik terendah 6.422,610 hingga titik tertinggi 6.532,171.
Nilai transaksi mencapai Rp8,98 triliun dengan volume sekitar 23,21 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,40 juta kali.
Perjalanan intraday yang lebar membuat penurunan akhir 0,07% terlihat lebih tenang daripada kondisi perdagangan sebenarnya. IHSG sempat menembus area 6.532, tetapi tidak mampu mempertahankannya hingga akhir Sesi I.
Posisi Midday hanya sedikit di bawah penutupan 24 Agustus sebesar 6.501,667. Agar stabilisasi lebih meyakinkan pada Sesi II, perbaikan perlu terlihat pada jumlah saham yang menguat serta pergerakan IDX30 dan LQ45.
Tiga Sektor Hijau Belum Diikuti Perbaikan Breadth
RTI Business mencatat 209 saham menguat, 419 melemah, dan 160 tidak berubah. Jumlah saham yang turun hampir dua kali saham yang naik.
Struktur ini lebih lemah dibanding perdagangan 24 Agustus, ketika 259 saham menguat dan 367 saham melemah. Kedekatan IHSG dengan 6.500 karena itu belum mencerminkan perbaikan pada mayoritas saham.
Dari sisi sektor, kondisinya sedikit lebih baik. Healthcare menguat 3,10%, Property naik 0,87%, dan Basic Materials bertambah 0,39%. Pada 24 Agustus, Basic Materials merupakan satu-satunya sektor yang ditutup positif.
Meski jumlah sektor hijau bertambah menjadi tiga, delapan sektor masih berada di zona merah. Transportation turun paling dalam sebesar 1,96%, diikuti Industrials 0,86% dan Energy 0,73%.
Rotasi sudah muncul pada beberapa sektor, tetapi partisipasi pada level saham belum ikut membaik.
Foreign Flow Berbalik Positif, tetapi Pembelian Masih Selektif
Saham-saham likuid belum mengikuti IHSG dengan kekuatan yang sama. IDX30 turun 0,28% dan LQ45 melemah 0,35%, lebih dalam daripada penurunan IHSG sebesar 0,07%.
Pada saat yang sama, arus asing menunjukkan perubahan arah. Stockbit Sekuritas mencatat All Market net buy Rp216,95 miliar pada Sesi I, setelah perdagangan 24 Agustus berakhir dengan net sell Rp350,71 miliar.
Perbaikan ini masih terkonsentrasi. BMRI mencatat net buy Rp205,30 miliar, nilainya hampir sebesar posisi net buy agregat All Market. BBCA, MDKA, DSSA, dan ANTM juga masuk kelompok pembelian asing terbesar.
Arus pada saham lain bergerak berlawanan. GOTO mencatat net sell Rp125,44 miliar, disusul TPIA Rp60,83 miliar, ISAT Rp52,15 miliar, dan BBRI Rp36,22 miliar.
Perbankan besar juga belum bergerak searah. BMRI dan BBCA berada di sisi beli asing, sedangkan BBRI dan BBNI berada di sisi jual.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Buy |
|---|---|
| BMRI | Rp205,30 miliar |
| BBCA | Rp63,65 miliar |
| MDKA | Rp49,50 miliar |
| DSSA | Rp35,00 miliar |
| ANTM | Rp27,82 miliar |
| ICBP | Rp21,17 miliar |
| PSAB | Rp11,70 miliar |
| BRMS | Rp11,67 miliar |
| EMAS | Rp11,08 miliar |
| PGAS | Rp10,61 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Sell |
|---|---|
| GOTO | Rp125,44 miliar |
| TPIA | Rp60,83 miliar |
| ISAT | Rp52,15 miliar |
| BBRI | Rp36,22 miliar |
| MBMA | Rp18,12 miliar |
| AADI | Rp16,82 miliar |
| ENRG | Rp15,30 miliar |
| KLBF | Rp14,97 miliar |
| BBNI | Rp14,69 miliar |
| AMMN | Rp14,34 miliar |
Data pasar reguler Sesi I 26 Agustus belum tersedia dalam publikasi yang menjadi basis rekap. Karena itu, pembacaan foreign flow pada Midday dibatasi pada All Market dan distribusi transaksi asing per saham.
Mayoritas bursa Asia pada snapshot yang tersedia berada di zona hijau, termasuk Hang Seng, Nikkei, KOSPI, dan Shanghai. USD/IDR bergerak sekitar Rp17.714 sampai Rp17.718 per dolar AS.
Kondisi tersebut tidak menunjukkan pola risk-off regional yang seragam. Kelemahan breadth domestik karena itu tetap perlu dibaca bersama pergerakan saham likuid dan distribusi arus asing di BEI.
Sesi II Perlu Membuktikan Partisipasi Pasar Ikut Pulih
Pemulihan 74 poin dari titik terendah dan perubahan All Market menjadi net buy menunjukkan tekanan awal mulai mendapat penyeimbang.
Konfirmasi yang lebih kuat membutuhkan perbaikan di bawah permukaan indeks. Selisih antara saham naik dan turun perlu menyempit, IDX30 serta LQ45 perlu mengejar IHSG, dan pembelian asing perlu menyebar ke lebih banyak saham.
Dari sisi harga, 6.500 tetap menjadi referensi awal, sedangkan 6.532 merupakan titik tertinggi Sesi I. Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.500 dan kembali menguji 6.532 dengan breadth yang lebih sehat, pembacaan stabilisasi akan menguat.
Sebaliknya, pembacaan stabilisasi melemah jika IHSG kembali turun di bawah area 6.474, sekitar titik terendah perdagangan 24 Agustus, lalu mendekati 6.422 bersamaan dengan bertambahnya saham melemah.
Hingga Midday, harga indeks sudah pulih dari tekanan awal. Bukti perbaikan pasar yang lebih luas masih harus muncul pada breadth, saham likuid, dan penyebaran arus asing.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.