IHSG Naik 0,71%, 338 Saham dan 10 Sektor Menguat saat Asing Net Buy Rp343 Miliar
Penguatan IHSG pada sesi pertama 7 Agustus mendapat dukungan lebih luas dari breadth, sektor, LQ45, IDX30, dan foreign flow. Namun, indeks telah turun dari puncak intraday, sementara net buy asing masih sangat terkonsentrasi pada BBRI.
Penguatan IHSG pada sesi pertama 7 Agustus ditopang lebih banyak lapisan pasar dibanding penutupan sehari sebelumnya. IHSG naik 44,771 poin atau 0,71% ke 6.388,483, sementara 338 saham dan 10 dari 11 sektor menguat. LQ45 dan IDX30 juga naik lebih tinggi daripada indeks utama.
Perbaikan itu belum sepenuhnya terkonfirmasi. IHSG sempat mencapai 6.408,083 sebelum turun sekitar 19,60 poin dari puncak, sementara net buy asing All Market Rp343,13 miliar masih sangat terkonsentrasi pada BBRI.
Saham Likuid Mengungguli IHSG, tetapi Momentum Mendingin dari Puncak
IHSG dibuka di 6.352,376, sempat turun ke 6.347,429, kemudian menguat hingga mencapai 6.408,083. Pada jeda siang, indeks berada di 6.388,483.
Nilai transaksi mencapai Rp8,762 triliun dengan volume 23,506 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,314 juta kali.
Pergerakan tersebut membalik kondisi penutupan 6 Agustus ketika IHSG turun 0,12% ke 6.343,711. Saat itu LQ45 turun 0,49% dan IDX30 melemah 0,46%.
Pada sesi pertama hari ini, LQ45 justru naik 1,11% dan IDX30 menguat 1,07%. Keduanya mengungguli kenaikan IHSG sebesar 0,71%. Perubahan ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya terlihat pada indeks utama, tetapi juga menjangkau kelompok saham yang lebih likuid.
IHSG bahkan sempat melewati puncak perdagangan 6 Agustus di 6.388,204 dan mencapai 6.408,083. Namun, penurunan kembali ke 6.388,483 menjelang jeda siang menunjukkan bahwa dorongan dari puncak pagi mulai berkurang.
Sepuluh Sektor Menguat saat Breadth Berbalik Positif
Perubahan yang lebih besar terlihat pada partisipasi pasar. RTI Business mencatat 338 saham menguat, 247 melemah, dan 204 tidak berubah. Artinya, terdapat sekitar 1,37 saham naik untuk setiap satu saham yang turun.
Kondisi ini berlawanan dengan penutupan 6 Agustus ketika 337 saham melemah dan hanya 265 saham menguat.
Rotasi sektor juga jauh lebih luas. Sepuluh dari sebelas sektor berada di zona positif.
Infrastruktur memimpin dengan kenaikan 2,17%, disusul Properti dan Real Estat 1,55%, Barang Baku 1,11%, Barang Konsumen Primer 0,88%, dan Energi 0,85%.
Industrial naik 0,49%, Transportasi dan Logistik 0,39%, Teknologi 0,31%, Keuangan 0,12%, dan Kesehatan 0,11%. Hanya Barang Konsumen Siklikal yang turun, sebesar 0,39%.
Kombinasi 338 saham menguat, sepuluh sektor positif, serta LQ45 dan IDX30 yang mengungguli IHSG membuat penguatan sesi pertama lebih luas dibanding kondisi sehari sebelumnya. Ujian berikutnya adalah apakah partisipasi tersebut dapat dipertahankan setelah indeks mulai turun dari puncaknya.
Net Buy Asing Berbalik Positif, tetapi BBRI Mendominasi
Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp2,64 triliun dan penjualan Rp2,29 triliun. Selisihnya menghasilkan net buy All Market Rp343,13 miliar.
Arah tersebut berubah dari penutupan 6 Agustus ketika asing masih mencatat net sell Rp273,47 miliar.
BBRI menjadi tujuan net buy terbesar dengan estimasi Rp309,37 miliar. Nilainya jauh di atas TINS Rp70,72 miliar, ANTM Rp58,10 miliar, ISAT Rp42,45 miliar, dan BUMI Rp34,27 miliar.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
| Saham | Estimasi nilai |
|---|---|
| BBRI | Rp309,37 miliar |
| TINS | Rp70,72 miliar |
| ANTM | Rp58,10 miliar |
| ISAT | Rp42,45 miliar |
| BUMI | Rp34,27 miliar |
| BRPT | Rp29,18 miliar |
| ICBP | Rp24,61 miliar |
| DSSA | Rp22,61 miliar |
| MBMA | Rp20,09 miliar |
| INDY | Rp19,80 miliar |
Di sisi penjualan, tekanan terbesar tercatat pada BULL sekitar Rp47,72 miliar, ASII Rp32,50 miliar, dan PTRO Rp21,23 miliar.
10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar
| Saham | Estimasi nilai |
|---|---|
| BULL | Rp47,72 miliar |
| ASII | Rp32,50 miliar |
| PTRO | Rp21,23 miliar |
| MDIA | Rp20,67 miliar |
| BACH | Rp18,75 miliar |
| EMAS | Rp17,99 miliar |
| LPKR | Rp17,38 miliar |
| JGLE | Rp16,98 miliar |
| BRMS | Rp16,10 miliar |
| KOTA | Rp15,51 miliar |
Posisi bersih BBRI setara sekitar 90,2% dari net buy asing agregat Rp343,13 miliar. Angka ini membandingkan posisi bersih BBRI dengan saldo bersih pembelian dan penjualan asing di seluruh pasar, bukan dengan total pembelian bruto asing.
Jika posisi bersih BBRI dikeluarkan secara aritmetis, sisa net buy agregat sekitar Rp33,76 miliar. Arah foreign flow sudah berbalik positif, tetapi penyebarannya masih terbatas di luar BBRI.
Sesi Kedua Menguji Daya Tahan Breadth dan Foreign Flow
Cuplikan pasar global pada jeda siang belum menunjukkan arah yang seragam. Nikkei turun 0,44% dan Kospi melemah 0,76%, sementara Shanghai Composite naik 0,75% dan Hang Seng menguat 0,10%.
Sejumlah komoditas bergerak positif. Nikel naik 1,77%, Brent 1,59%, timah 1,20%, minyak mentah 1,20%, dan tembaga 0,85%. USD/IDR pada platform berada di sekitar Rp17.895 per dolar AS dengan perubahan sangat tipis.
Karena waktu pencatatan antar-aset tidak sepenuhnya sama, data tersebut lebih tepat digunakan sebagai konteks daripada penyebab langsung kenaikan IHSG.
Penguatan akan mendapat konfirmasi tambahan jika IHSG kembali mendekati atau melewati 6.408,083, jumlah saham naik tetap dominan, LQ45 dan IDX30 bertahan kuat, serta foreign flow tetap positif dengan penyebaran yang lebih luas.
Tekanan mulai meningkat jika IHSG turun di bawah area pembukaan 6.352,376. Risiko membesar jika indeks kembali di bawah penutupan 6 Agustus sekitar 6.343,711, bersamaan dengan breadth yang berbalik negatif dan asing kembali mencatat net sell.
Bukti utama sesi kedua bukan sekadar IHSG tetap hijau, melainkan apakah penguatan masih ditopang partisipasi pasar yang luas.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.