Banyu Capital

IHSG Turun 0,58% dengan 355 Saham Melemah, Asing Net Sell Rp577 Miliar di All Market

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Rebound 8 September kehilangan sebagian konfirmasinya pada Sesi I 9 September. IHSG gagal mempertahankan kenaikan awal, breadth berbalik negatif, hanya tiga dari 11 sektor yang masih positif, sementara IDX30 dan LQ45 turun lebih dalam daripada IHSG.

Asing juga berbalik mencatat net sell Rp577,21 miliar di All Market. Meski tekanan cukup luas, pergerakannya belum seragam. Transportasi & Logistik dan Infrastruktur masih menguat, sementara pembelian asing tetap terlihat pada sejumlah saham.

Dashboard Market Notes Midday 9 September 2026 yang menunjukkan IHSG turun 0,58%, breadth negatif, saham likuid melemah, dan asing net sell Rp577 miliar
IHSG turun 0,58% ke 6.647,50 pada akhir Sesi I 9 September 2026. Tekanan terlihat pada breadth, partisipasi sektor, indeks saham likuid, dan foreign flow. Sumber: RTI Business dan Stockbit Sekuritas.

IHSG mengakhiri Sesi I di 6.647,50, turun 38,95 poin atau 0,58%.

Sehari sebelumnya, kondisinya hampir berlawanan. IHSG naik 1,01%, 363 saham menguat, delapan sektor positif, LQ45 dan IDX30 mengungguli IHSG, serta asing masih mencatat net buy.

Pada perdagangan pagi ini, sebagian besar konfirmasi tersebut melemah.

Kenaikan Awal Hilang, IHSG Berakhir Dekat Level Terendah Sesi

Upaya melanjutkan rebound sudah terlihat sejak pembukaan.

IHSG membuka di 6.700,84 dan sempat naik ke 6.707,31. Kenaikan itu tidak bertahan. Indeks kemudian turun hingga 6.642,15 dan mengakhiri Sesi I di 6.647,50, hanya sekitar lima poin di atas level terendah intraday.

Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp8,32 triliun, dengan volume 21,61 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,31 juta kali.

Pergerakan tersebut menunjukkan dorongan beli pada awal perdagangan belum cukup kuat untuk menjaga IHSG tetap di atas area penutupan sehari sebelumnya.

Breadth Berbalik Negatif dan Hanya Tiga Sektor Bertahan Hijau

Pelemahan tidak hanya terlihat pada IHSG.

Sebanyak 355 saham turun dibanding 268 saham yang naik, sementara 168 saham tidak berubah. Sehari sebelumnya, 363 saham masih menguat dan 244 saham melemah.

Kekuatan sektor ikut menyempit. Hanya tiga dari 11 sektor yang masih positif:

Delapan sektor lainnya melemah. Kesehatan turun 1,45%, Teknologi 1,00%, Barang Konsumen Siklikal 0,91%, dan Keuangan 0,75%.

Transportasi & Logistik menjadi kantong kekuatan paling jelas, tetapi belum cukup untuk mengimbangi pelemahan pada mayoritas sektor dan saham.

Tekanan karena itu cukup luas, tetapi belum seragam.

IDX30 dan LQ45 Berbalik dari Pemimpin Menjadi Lebih Lemah dari IHSG

Perubahan berikutnya terlihat pada saham likuid.

Pada akhir Sesi I:

Sehari sebelumnya, LQ45 naik 1,40% dan IDX30 1,20%, lebih tinggi daripada IHSG yang menguat 1,01%.

Pola tersebut berbalik pagi ini. IDX30 tertinggal sekitar 34 basis poin dari IHSG, sedangkan LQ45 tertinggal sekitar 17 basis poin.

Kelompok saham likuid yang sehari sebelumnya memperkuat rebound dengan demikian belum mempertahankan leadership-nya pada perdagangan berikutnya.

Asing Net Sell Rp577 Miliar, tetapi Pembelian Tetap Selektif

Total pembelian asing di All Market pada Sesi I mencapai sekitar Rp2,21 triliun, sedangkan penjualan asing sekitar Rp2,79 triliun.

Selisihnya menghasilkan net foreign sell sekitar Rp577,21 miliar.

Tekanan terbesar terlihat pada BBCA dengan estimasi net foreign sell sekitar Rp419,03 miliar. CPIN dan BMRI menyusul dengan estimasi masing-masing Rp82,92 miliar dan Rp69,64 miliar.

10 Saham dengan Estimasi Net Foreign Buy Terbesar

No. Saham Estimasi Net Foreign Buy
1 ANTM Rp158,06 miliar
2 AADI Rp74,25 miliar
3 BBRI Rp62,73 miliar
4 PTBA Rp42,43 miliar
5 TINS Rp33,63 miliar
6 TLKM Rp32,62 miliar
7 ERAA Rp23,59 miliar
8 NCKL Rp21,04 miliar
9 INDY Rp15,42 miliar
10 EMAS Rp11,18 miliar

10 Saham dengan Estimasi Net Foreign Sell Terbesar

No. Saham Estimasi Net Foreign Sell
1 BBCA Rp419,03 miliar
2 CPIN Rp82,92 miliar
3 BMRI Rp69,64 miliar
4 AMMN Rp53,38 miliar
5 TPIA Rp47,85 miliar
6 ASII Rp44,84 miliar
7 KLBF Rp33,10 miliar
8 BIPI Rp29,92 miliar
9 IATA Rp29,90 miliar
10 BBNI Rp28,25 miliar

Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan net volume. Karena itu, data tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca arah dan konsentrasi foreign flow daripada sebagai nilai transaksi asing final per saham.

Daftar tersebut juga menunjukkan bahwa net sell agregat belum terjadi secara merata.

ANTM, AADI, BBRI, PTBA, dan TINS masih berada di sisi pembelian. BBRI menjadi pengecualian di antara sejumlah bank besar ketika BBCA, BMRI, dan BBNI berada di sisi jual.

Yang Perlu Dibuktikan pada Sesi II

Level terendah Sesi I di sekitar 6.642 menjadi acuan pertama untuk melihat apakah tekanan bertambah.

Penurunan di bawah area tersebut akan lebih bermakna jika jumlah saham melemah kembali bertambah dan IDX30 serta LQ45 tetap tertinggal dari IHSG.

Sebaliknya, area penutupan 8 September di sekitar 6.686 menjadi referensi awal untuk melihat kemampuan pasar pulih.

Jika IHSG mampu kembali ke atas area tersebut disertai perbaikan breadth dan saham likuid mulai mengejar, pembacaan negatif pada Sesi I akan mulai kehilangan dasar.

Rebound 8 September karena itu belum dapat dinyatakan gagal hanya berdasarkan perdagangan pagi ini. Bukti berikutnya bukan sekadar apakah IHSG naik atau turun pada Sesi II, tetapi apakah harga, partisipasi saham, sektor, saham likuid, dan foreign flow mulai kembali memberikan arah yang konsisten.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes