IHSG Pulih ke 5.925 dari 5.828, tetapi Net Buy Asing Reguler Hanya Rp5,89 Miliar
IHSG memangkas tekanan intraday dan delapan sektor ditutup menguat. Namun, LQ45 dan IDX30 masih melemah, sementara pembelian bersih asing Rp570,40 miliar menurut BEI tidak sepenuhnya mencerminkan aktivitas pasar reguler.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, di 5.925,976, turun 10,171 poin atau 0,17%. Pada pagi hari, indeks sempat jatuh hingga 5.828,679 sebelum kembali menguat menuju akhir sesi.
IHSG berhasil pulih 97,297 poin dari titik terendah dan ditutup hanya 4,107 poin di bawah posisi tertinggi harian 5.930,083. Tekanan harga yang terlihat pada sesi pertama berkurang cukup besar menjelang penutupan.
Pemulihan harga tersebut belum sepenuhnya diikuti saham berbobot besar dan pembelian asing di pasar reguler. Delapan dari sebelas indeks sektoral berakhir positif, tetapi LQ45 dan IDX30 tetap melemah. Pembelian bersih asing agregat juga sangat dipengaruhi transaksi di luar pasar reguler.
Tekanan Pagi Mereda, IHSG Ditutup Dekat Tertinggi Harian
Pada sesi pertama, IHSG berada di sekitar 5.911, turun 0,42%. Perdagangan pagi berlangsung dalam tekanan setelah indeks sempat jatuh hingga 5.828,679, atau sekitar 1,81% di bawah penutupan sebelumnya.
Menjelang akhir sesi kedua, indeks kembali naik dan menyelesaikan perdagangan di 5.925,976. Posisi tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak mempertahankan penurunan tajam yang terjadi saat pembukaan.
Perubahan ini penting karena perdagangan sebelumnya, Senin 12 Oktober, telah membawa IHSG turun 2,59% ke 5.936,147. Dengan demikian, 13 Oktober memperlihatkan berkurangnya intensitas penurunan harian, meskipun indeks belum kembali melewati penutupan sehari sebelumnya.
Aktivitas perdagangan saham mencapai Rp10,687 triliun, dengan volume 33,230 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,458 juta transaksi berdasarkan statistik resmi BEI.
Angka tersebut hanya mencakup perdagangan saham. Total transaksi seluruh instrumen BEI, termasuk hak memesan efek terlebih dahulu, waran, ETF, dan instrumen lainnya, mencapai sekitar Rp10,749 triliun.
Penutupan dekat posisi tertinggi harian menunjukkan pemulihan harga yang cukup kuat sepanjang sesi. Namun, perubahan tren belum dapat dinilai hanya dari satu hari perdagangan. Konfirmasi berikutnya harus datang dari saham unggulan, arus dana, dan keberlanjutan pergerakan indeks.
Delapan Sektor Menguat, tetapi Saham Berbobot Besar Masih Menahan Indeks
Perbaikan paling terlihat pada indeks sektoral. Sebanyak delapan dari sebelas sektor BEI mengakhiri perdagangan di zona positif.
Properti memimpin dengan penguatan 1,83%, disusul kesehatan 0,53% dan energi 0,40%. Sektor industri, infrastruktur, bahan baku, konsumsi primer, dan transportasi juga menguat.
Sebaliknya, teknologi turun 0,95%, konsumsi siklikal melemah 0,61%, dan keuangan terkoreksi 0,18%.
Penguatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada indeks saham unggulan. LQ45 ditutup turun 0,29%, sedangkan IDX30 melemah 0,44%. Keduanya turun lebih dalam dibanding IHSG.
Kontribusi saham individual membantu menjelaskan perbedaan itu. Berdasarkan IDX Daily Statistics, lima penekan terbesar IHSG adalah DCII sebesar 6,35 poin, VKTR 4,65 poin, BBRI 4,42 poin, TLKM 3,68 poin, dan ASII 2,43 poin.
Di sisi penguatan, EMAS memberikan kontribusi positif 1,62 poin, BREN 1,55 poin, AMMN 1,52 poin, UNTR 1,27 poin, dan INDF 0,98 poin.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa banyaknya sektor positif tidak otomatis menghasilkan kenaikan IHSG. Kontribusi setiap saham terhadap indeks tetap ditentukan antara lain oleh bobot saham tersebut.
Penghitungan jumlah saham naik dan turun juga berbeda antara BEI dan RTI Business. RTI mencatat 336 saham naik, 290 turun, dan 168 tidak berubah pada penutupan 13 Oktober. Sementara itu, statistik pergerakan harga BEI mencatat 308 saham naik, 351 turun, dan 304 tidak berubah.
Perbedaan jumlah pengamatan tersebut belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh data yang tersedia. Karena itu, keluasan penguatan pasar perlu dibandingkan menggunakan sumber dan cakupan yang konsisten.
Net Buy Asing Agregat Besar, tetapi Pasar Reguler Hampir Seimbang
Perbedaan paling penting pada perdagangan 13 Oktober berasal dari struktur arus dana asing.
BEI mencatat pembelian bersih asing Rp570,40 miliar di seluruh pasar saham. Angka ini terlihat besar apabila hanya dibaca sebagai satu headline.
Namun, RTI Business mencatat pembelian bersih asing sekitar Rp5,89 miliar di pasar reguler. Sebagian besar pembelian bersih asing yang tercatat pada seluruh pasar berada pada transaksi negosiasi dan tunai, yang menurut RTI mencapai Rp555,71 miliar.
Terdapat selisih Rp8,80 miliar antara angka agregat BEI Rp570,40 miliar dan angka All Market RTI Rp561,60 miliar. Kedua angka dipertahankan sesuai sumber dan tidak digabung sebagai satu perhitungan.
Salah satu transaksi yang menonjol adalah ENRG. Data Stockbit menunjukkan pembelian bersih asing sekitar Rp592,5 miliar pada seluruh pasar, tetapi hanya sekitar Rp20,02 miliar pada pasar reguler.
Selisih sekitar Rp572,5 miliar tersebut menunjukkan besarnya komponen pembelian bersih asing ENRG di luar pasar reguler.
Perbedaan ini penting karena transaksi negosiasi dan tunai tidak mencerminkan mekanisme pembentukan harga yang sama dengan perdagangan reguler. Data yang tersedia juga belum merinci tujuan transaksi tersebut. Karena itu, pembelian asing agregat belum cukup menjadi ukuran tunggal untuk menilai kekuatan permintaan asing di papan reguler.
Saham dengan Pembelian dan Penjualan Bersih Asing Terbesar
Data berikut menggunakan Stockbit, khusus pasar reguler, 13 Oktober 2026.
| Net Foreign Buy | Rp miliar | Net Foreign Sell | Rp miliar |
|---|---|---|---|
| ASII | 44,73 | BMRI | 120,07 |
| TINS | 35,28 | TLKM | 74,76 |
| BRMS | 34,45 | BBRI | 65,31 |
| BBCA | 30,11 | GOTO | 51,94 |
| ENRG | 20,02 | ANTM | 29,41 |
| TPIA | 18,35 | ITMG | 19,58 |
| MEDC | 18,24 | BBNI | 14,36 |
| BUMI | 18,16 | AADI | 13,22 |
| DSSA | 13,18 | ADMR | 12,08 |
| VKTR | 12,77 | TEBE | 7,83 |
Catatan: Kolom penjualan menunjukkan besarnya nilai jual bersih. Angka dibulatkan berdasarkan tampilan Stockbit.
Penjualan bersih asing di BMRI, TLKM, dan BBRI tetap menonjol. Ketiganya juga berada dalam kelompok saham yang mengalami tekanan selama perdagangan dan berkontribusi terhadap pelemahan IHSG.
Namun, aktivitas asing tidak bergerak seragam. ASII, BBCA, TINS, dan BRMS justru mencatat pembelian bersih di pasar reguler. Bahkan ASII menerima pembelian bersih asing ketika harga sahamnya turun 1,25%.
Arus dana pada saham-saham tersebut menunjukkan arah yang berbeda. Tekanan jual asing pada beberapa saham berkapitalisasi besar berlangsung bersamaan dengan pembelian bersih pada saham lainnya. Karena itu, satu angka foreign flow agregat belum menggambarkan seluruh pola transaksi.
Secara kumulatif sejak awal tahun, BEI masih mencatat penjualan bersih asing sekitar Rp84,29 triliun. Pembelian bersih satu hari belum cukup untuk menyimpulkan perubahan pola aliran modal yang lebih panjang.
Rupiah dan Pasar Asia Masih Menjadi Bagian dari Risiko
Perkembangan pasar domestik berlangsung ketika tekanan lintas aset masih perlu diperhatikan.
JISDOR Bank Indonesia pada 13 Oktober berada di Rp17.930 per dolar AS, dibanding Rp17.899 pada 12 Oktober. Kenaikan Rp31 per dolar menunjukkan rupiah melemah menurut kurs referensi tersebut.
Sementara itu, yield SUN tenor 10 tahun berada di sekitar 7,169% pada snapshot CNBC Indonesia tanggal 13 Oktober.
Pergerakan kurs dan imbal hasil obligasi penting bagi penilaian investor terhadap risiko aset domestik. Namun, data satu hari belum cukup untuk menunjukkan seberapa besar keduanya menjelaskan pergerakan IHSG pada 13 Oktober.
Pasar Asia juga bergerak tidak seragam. KOSPI Korea Selatan turun 5,46% dan Nikkei Jepang melemah 1,82%. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,30% dan Shanghai Composite menguat sekitar 0,10%, berdasarkan perbandingan indeks BEI pada pukul 16.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan perdagangan tidak berlangsung dengan intensitas yang sama di seluruh kawasan.
Di Indonesia, koreksi IHSG sebesar 31,47% sejak awal tahun belum cukup membuktikan seluruh risiko sudah priced in. Penilaian apakah pasar telah memperhitungkan risiko ekonomi, geopolitik, dan revisi laba tetap membutuhkan bukti dari prospek laba emiten, valuasi, kondisi likuiditas, serta arah premi risiko.
Perdagangan Berikutnya Perlu Mengonfirmasi Pemulihan
Pemulihan harga pada 13 Oktober memberi bukti bahwa tekanan intraday tidak bertahan hingga penutupan. Delapan sektor menguat dan IHSG berakhir dekat tertinggi harian.
Bukti tersebut perlu diperhitungkan, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa arah pasar telah berubah secara berkelanjutan.
Pada perdagangan berikutnya, beberapa indikator akan menentukan apakah pemulihan mulai memperoleh dukungan yang lebih kuat.
Pertama, posisi IHSG terhadap penutupan sebelumnya di 5.936,147. Kemampuan bertahan di atas area tersebut akan memperkuat pembacaan bahwa pemulihan mulai berlanjut. Sebaliknya, pengujian kembali titik terendah 5.828,679 akan menunjukkan bahwa tekanan harga belum selesai.
Kedua, kinerja LQ45 dan IDX30. Pemulihan akan lebih meyakinkan apabila saham berbobot besar tidak lagi tertinggal dan kontribusi negatif terhadap IHSG mulai berkurang.
Ketiga, arus dana asing pasar reguler. Pembelian bersih yang berlanjut dan meluas ke lebih banyak saham akan menjadi bukti berbeda dibanding pembelian bersih agregat yang terutama berasal dari transaksi nonreguler.
Keempat, keluasan pasar berdasarkan sumber dan cakupan yang konsisten. Perubahan jumlah saham naik dan turun perlu dibandingkan pada basis yang sama agar tidak menghasilkan kesimpulan keliru.
Konfirmasi yang paling menentukan bukan lagi besarnya pemantulan IHSG dari 5.828,679, melainkan kemampuan indeks mempertahankan pemulihan dengan dukungan saham unggulan dan pembelian asing di pasar reguler. Tanpa dukungan tersebut, penutupan yang lebih baik pada 13 Oktober masih perlu diperlakukan sebagai pemulihan harian, bukan perubahan tren yang telah terbukti.
Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.