Banyu Capital

IHSG Naik 1,59% dan Tutup di Level Tertinggi Harian, 334 Saham Menguat tetapi Asing Net Sell Rp1,03 Triliun

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG memperkuat rebound hingga penutupan dengan breadth yang berbalik positif dan seluruh 11 sektor berakhir menguat. Namun, foreign flow belum bergerak searah karena asing masih mencatat net sell All Market Rp1,03 triliun, sementara LQ45 dan IDX30 tertinggal dari laju IHSG.

Dashboard EOD IHSG 14 Agustus 2026, IHSG naik 1,59 persen, 334 saham menguat, dan asing net sell Rp1,03 triliun
Dashboard Market Notes EOD 14 Agustus 2026. IHSG menutup perdagangan di level tertinggi harian 6.401,89 dengan 334 saham menguat dan seluruh 11 sektor positif, sementara asing mencatat net sell All Market Rp1,03 triliun. Sumber: BEI, RTI Business, Stockbit, Bank Indonesia, dan CNBC Indonesia.

IHSG memperkuat rebound pada Sesi II dan menutup perdagangan 14 Agustus 2026 di 6.401,888, naik 100,123 poin atau 1,59%. Indeks berakhir tepat di level tertinggi harian setelah sempat turun ke 6.267,407 pada pagi hari.

Perbaikan dari Midday terlihat lebih jelas pada breadth dan rotasi sektor. Sebanyak 334 saham ditutup menguat dan seluruh 11 sektor berada di zona positif. Namun, penguatan belum seragam pada semua indikator. Asing masih mencatat net sell All Market Rp1,03 triliun, LQ45 dan IDX30 tertinggal dari IHSG, sementara sebagian besar tambahan poin indeks masih berasal dari sejumlah saham.

Rebound Menguat pada Sesi II dan Berakhir di Level Tertinggi Harian

IHSG dibuka di 6.296,593 dan sempat turun hingga 6.267,407. Tekanan tersebut kemudian berbalik, terutama setelah memasuki Sesi II. Indeks melampaui penutupan sebelumnya di 6.301,765 dan terus menguat hingga 6.401,888.

Dari titik terendah hari itu, IHSG pulih sekitar 134,5 poin atau 2,15%. Pergerakan dari low menuju penutupan di high menunjukkan pembalikan yang berlangsung hingga akhir perdagangan, bukan hanya rebound singkat pada awal Sesi II.

Nilai transaksi saham menurut Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp12,43 triliun. LQ45 naik 0,82% dan IDX30 menguat 0,80%. Keduanya bergerak positif, tetapi kenaikannya hanya sekitar separuh laju IHSG yang mencapai 1,59%.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks utama belum sepenuhnya diikuti kelompok saham paling likuid.

Semua Sektor Menguat dan Breadth Berbalik Positif

Perubahan paling nyata dibanding Midday terjadi pada breadth pasar.

Pada pertengahan hari, jumlah saham naik dan turun masih hampir seimbang. Hingga penutupan, RTI Business mencatat 334 saham menguat, 268 saham melemah, dan 191 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun menjadi sekitar 1,25 kali.

Penguatan juga meluas ke seluruh sektor. Health memimpin dengan kenaikan 3,09%, diikuti Property 2,99% dan Energy 2,66%. Infrastructure naik 1,67%, Cyclicals 1,17%, Non-Cyclicals dan Transportation masing-masing 1,14%, serta Basic Materials 1,11%.

Financials yang masih tertekan pada Midday akhirnya ditutup naik 0,68%. Technology bertambah 0,60%, sedangkan Industrials menjadi sektor dengan kenaikan terkecil sebesar 0,34%.

Rebound EOD dengan demikian tidak lagi hanya terlihat pada level IHSG. Partisipasi saham dan sektor meluas, meski kontribusi terhadap kenaikan poin indeks tetap tidak tersebar sama rata.

Kenaikan Poin Masih Cukup Terkonsentrasi

BYAN menjadi penggerak terbesar IHSG setelah saham tersebut naik 20,00% dan menyumbang sekitar 39,11 poin terhadap indeks.

Kontribusi itu setara sekitar 39,1% dari total kenaikan IHSG sebesar 100,123 poin. SRAJ menambah sekitar 9,45 poin dan MPRO 7,26 poin. Secara gabungan, tiga saham tersebut menghasilkan sekitar 55,82 poin atau 55,8% dari kenaikan IHSG hari itu.

Penggerak positif lainnya antara lain VKTR sekitar 4,00 poin, MORA 3,68 poin, CASA 3,51 poin, BMRI 3,27 poin, MDKA 2,96 poin, TLKM 2,77 poin, dan EXCL 2,17 poin.

Di sisi lain, BREN menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi sekitar minus 3,48 poin, disusul BBCA minus 2,21 poin, TPIA minus 1,05 poin, ASII minus 0,81 poin, dan BRMS minus 0,74 poin.

Breadth yang membaik karena itu perlu dibedakan dari konsentrasi kontribusi indeks. Lebih banyak saham memang menguat, tetapi sebagian besar kenaikan poin IHSG masih ditopang beberapa kontributor utama.

Net Sell Asing Membesar, tetapi Tekanan di Pasar Reguler Lebih Kecil

Arus asing menjadi indikator utama yang belum bergerak searah dengan kenaikan harga.

Data BEI mencatat pembelian asing sekitar Rp3,23 triliun dan penjualan sekitar Rp4,27 triliun, sehingga menghasilkan net sell All Market sebesar Rp1.034,66 miliar.

Komposisinya memberi konteks penting. Berdasarkan RTI Business, net sell di Regular Market mencapai Rp396,50 miliar, sedangkan transaksi Tunai dan Negosiasi mencatat net sell Rp638,15 miliar.

Sekitar 62% saldo jual bersih asing dengan demikian berasal dari transaksi di luar pasar reguler. Angka All Market Rp1,03 triliun tetap perlu dicermati, tetapi tekanan jual bersih yang tercatat di pasar reguler jauh lebih kecil.

Di tingkat saham, pembelian bersih asing tetap muncul pada sejumlah emiten.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Net Foreign Buy
TINS Rp110,00 miliar
BBRI Rp93,80 miliar
ANTM Rp61,75 miliar
BUMI Rp28,93 miliar
VKTR Rp24,00 miliar
AADI Rp21,07 miliar
INCO Rp19,01 miliar
INET Rp15,08 miliar
INDY Rp10,33 miliar
EMAS Rp10,22 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Net Foreign Sell
TPIA Rp265,45 miliar
CUAN Rp127,89 miliar
ISAT Rp84,88 miliar
BREN Rp61,89 miliar
ASII Rp40,60 miliar
PTRO Rp32,58 miliar
AMMN Rp28,88 miliar
MDKA Rp26,19 miliar
DSSA Rp19,73 miliar
KLBF Rp19,55 miliar

TINS dan BBRI mencatat net buy terbesar dalam daftar tersebut, sementara tekanan jual bersih terbesar berada pada TPIA dan CUAN. Arus asing dengan demikian tetap berbeda antar saham meskipun secara agregat berakhir negatif.

Rupiah Menguat, Yield SUN Naik Tipis

JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.836 per dolar AS pada 14 Agustus, dibanding Rp17.882 sehari sebelumnya. Rupiah menguat sekitar 0,26%.

Sementara itu, yield SUN 10 tahun berada di 7,077%, naik sekitar 0,015 poin persentase berdasarkan snapshot pukul 18:04 WIB.

Dua indikator tersebut bergerak berbeda. Rupiah menguat terhadap dolar AS, sementara yield SUN naik tipis. Data satu hari ini belum cukup untuk menyimpulkan adanya perubahan rezim cross-asset yang menjelaskan kenaikan IHSG secara lebih luas.

Yang Perlu Dibuktikan pada Perdagangan Berikutnya

Penutupan 14 Agustus memberi bukti lebih kuat dibanding Midday bahwa tekanan pasar telah mereda. IHSG berakhir di level tertinggi harian, breadth berubah positif, dan seluruh sektor menguat.

Konfirmasi lanjutan akan lebih kuat jika breadth tetap positif, LQ45 dan IDX30 mulai mengikuti laju IHSG, net sell asing reguler mengecil, serta saham bank besar dan kelompok saham likuid bergerak lebih konsisten.

Sebaliknya, jika saham turun kembali mendominasi, net sell reguler membesar, dan IHSG kembali kehilangan area penutupan sebelumnya sekitar 6.302, kenaikan 14 Agustus lebih tepat dibaca sebagai perbaikan satu sesi yang belum memiliki follow-through.

Bukti berikutnya bukan hanya apakah IHSG kembali naik, tetapi apakah breadth, saham likuid, dan foreign flow mulai bergerak lebih searah.

Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes