Banyu Capital

IHSG Pulih 163 Poin dari Titik Terendah tetapi Tutup Turun 0,10%, Asing Net Sell Rp338 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Sesi II mengubah arah perdagangan 14 September secara material. IHSG sempat jatuh ke 6.371,40, lalu pulih sekitar 163 poin dan menutup di 6.534,69 atau hanya turun 0,10%. LQ45 dan IDX30 justru menguat lebih dari 1,4%, sementara statistik EOD BEI mencatat 455 saham naik berbanding 229 saham turun.

Tekanan yang mendominasi Sesi I mereda menjelang penutupan. IHSG kembali di atas titik terendah Jumat 6.462,96, jumlah sektor negatif berkurang menjadi sembilan, dan tekanan jual asing mengecil dibanding Sesi I.

Struktur pasar belum sepenuhnya pulih. Sembilan dari sebelas sektor masih negatif, indeks saham kecil-menengah tertinggal, dan investor asing tetap mencatat net sell. Penutupan Senin karena itu menunjukkan pembalikan yang kuat, tetapi belum merata.

Dashboard Market Notes EOD 14 September 2026 yang menunjukkan IHSG pulih 163 poin dari titik terendah, saham likuid menguat, dan asing masih net sell
Dashboard EOD 14 September 2026. IHSG menutup perdagangan di 6.534,69 setelah sempat turun ke 6.371,40. LQ45 dan IDX30 menguat, tetapi sembilan sektor masih negatif dan investor asing tetap mencatat net sell.

Sesi II Membalik Tekanan setelah IHSG Jatuh ke 6.371

IHSG dibuka di 6.533,87 dan sempat mencapai 6.550,00. Tekanan kemudian membawa indeks turun hingga 6.371,40, sekitar 2,60% di bawah penutupan Jumat.

Dari titik tersebut, IHSG pulih sekitar 163,30 poin hingga menutup di 6.534,69. Posisi penutupan hanya sekitar 15 poin di bawah titik tertinggi hari itu.

Pada Sesi I, IHSG masih berada di 6.429,88 dan sudah menembus titik terendah Jumat 6.462,96. Penutupan di 6.534,69 berarti area tersebut berhasil direbut kembali dalam satu sesi perdagangan.

Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp18,01 triliun, dengan volume 34,34 miliar saham dan frekuensi sekitar 2,10 juta kali.

Angka penutupan -0,10% karena itu tidak menggambarkan seluruh perdagangan Senin. Pasar sempat mengalami tekanan lebih dalam setelah Midday sebelum pembeli muncul dan membawa indeks kembali mendekati level pembukaan.

Saham Likuid Menguat, tetapi Sembilan Sektor Masih Negatif

Perbaikan tidak hanya terlihat pada IHSG.

LQ45 naik 1,43%, IDX30 menguat 1,40%, dan IDX80 bertambah 1,20%. IDX-PEFINDO Prime Bank bahkan naik 2,90%. Main Board juga berakhir positif 0,41%.

Statistik BEI mencatat 455 saham menguat, 279 tidak berubah, dan 229 melemah. Sebanyak 222 saham naik lebih dari 2%.

Kepemimpinan pasar tetap tidak seragam. IDX SMC Composite turun 0,72%, IDX SMC Liquid melemah 0,53%, Development Board turun 2,59%, dan Acceleration Board turun 2,40%.

Sektoral menunjukkan pola serupa. Financials naik 0,55% dan Industrials 0,45%, sedangkan sembilan sektor lainnya masih negatif. Healthcare menjadi yang terlemah dengan -2,95%, diikuti Energy -1,65%, Infrastructure -1,45%, Basic Materials -1,41%, dan Consumer Cyclicals -1,19%.

Jumlah saham yang naik sudah dominan pada penutupan, tetapi kekuatan pasar masih lebih terlihat pada saham likuid dan papan utama dibanding beberapa segmen lain.

BBRI dan BBCA Menopang IHSG, tetapi Arus Asing Belum Sejalan

Komposisi kontributor indeks membantu menjelaskan kuatnya pembalikan Sesi II.

BBRI naik 3,98% dan memberi sekitar 18,97 poin kepada IHSG. BBCA menyumbang sekitar 15,44 poin, AMMN 10,11 poin, TLKM 8,30 poin, BRMS 8,18 poin, dan BMRI 6,53 poin.

Di sisi lain, BYAN memangkas sekitar 20,37 poin dari IHSG setelah turun 10,12%. EMAS memberi tekanan sekitar 9,77 poin, SRAJ 7,56 poin, BREN 5,03 poin, dan MDKA 4,57 poin.

Kekuatan harga saham besar tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan arus asing.

BEI mencatat investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp338,23 miliar. Stockbit menunjukkan angka yang hampir sama, sekitar Rp337,44 miliar di All Market dan Rp330,69 miliar di pasar reguler.

Pada Sesi I, net sell All Market berdasarkan Stockbit masih sekitar Rp664,34 miliar. Dengan basis sumber yang sama, posisi jual bersih tersebut mengecil sekitar Rp326,90 miliar hingga penutupan.

Tekanan asing berkurang cukup besar pada Sesi II, tetapi belum berubah menjadi net buy.

No. Kode Net Foreign Buy
1 AMMN Rp199,89 miliar
2 BRMS Rp130,57 miliar
3 EMAS Rp88,70 miliar
4 AADI Rp45,51 miliar
5 ASII Rp44,47 miliar
6 TLKM Rp30,34 miliar
7 PGAS Rp25,48 miliar
8 INKP Rp20,45 miliar
9 TPIA Rp18,44 miliar
10 UNTR Rp12,43 miliar
No. Kode Net Foreign Sell
1 ANTM Rp209,32 miliar
2 BMRI Rp171,95 miliar
3 BBCA Rp146,89 miliar
4 BUMI Rp102,68 miliar
5 TINS Rp56,61 miliar
6 MDKA Rp46,88 miliar
7 ADRO Rp36,55 miliar
8 CPIN Rp30,30 miliar
9 MBMA Rp23,18 miliar
10 ISAT Rp22,82 miliar

Perbedaan pada BBCA dan BMRI cukup penting. Keduanya membantu mengangkat IHSG dari sisi harga, tetapi masih masuk daftar net foreign sell. Pembalikan pasar belum dapat dibaca sebagai kembalinya pembelian asing ke seluruh bank besar.

Ujian Berikutnya Bukan Sekadar IHSG Naik

IHSG sudah kembali ke atas 6.462,96, statistik EOD menunjukkan breadth positif, jumlah sektor negatif berkurang menjadi sembilan, dan tekanan jual asing mengecil.

Kelanjutan perbaikan itu menjadi pembuktian berikutnya.

Bertahannya IHSG di atas 6.462,96 akan memiliki dukungan yang lebih kuat jika LQ45 dan IDX30 tetap relatif solid, jumlah sektor positif bertambah dari dua, dan indeks saham kecil-menengah mulai mengikuti.

Foreign flow juga masih perlu memberi bukti tambahan. Berkurangnya net sell menunjukkan tekanan mereda, tetapi dukungan asing baru lebih kuat apabila arus tersebut terus membaik atau berbalik menjadi net buy.

Sebaliknya, kembalinya IHSG ke bawah 6.462,96 bersamaan dengan memburuknya breadth, melemahnya saham likuid, dan membesarnya kembali net foreign sell akan melemahkan pembacaan positif terhadap pembalikan Sesi II.

Sesi II menunjukkan adanya daya serap setelah tekanan tajam, tetapi keberlanjutannya masih perlu dibuktikan. Bukti yang lebih kuat akan datang jika perbaikan mulai menyebar ke sektor, saham kecil-menengah, dan arus asing.

Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes