IHSG Tutup di Level Tertinggi, 399 Saham Menguat dan Asing Net Buy Rp623 Miliar
IHSG menguat 1,37% ke 6.319,613 dan ditutup tepat di level tertinggi setelah bertambah 49,46 poin dari posisi Midday. Indeks likuid memimpin kenaikan dan net foreign buy All Market meningkat menjadi Rp623,48 miliar, tetapi nilai transaksi saham masih 41,9% di bawah rata-rata harian YTD.
Penguatan sesi pertama memperoleh dukungan yang lebih lengkap pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Harga, partisipasi saham, dan arus asing bergerak dalam arah yang sama.
Dukungan tersebut belum cukup untuk memastikan pembalikan tren yang lebih panjang. Pembelian asing masih terkonsentrasi pada bank besar, aktivitas transaksi belum meningkat sekuat harga, dan akumulasi arus asing sepanjang tahun tetap negatif.
Akselerasi Sesi Kedua Membawa IHSG ke Puncak Harian
IHSG dibuka di 6.254,780, sempat turun ke 6.238,399, lalu berakhir di 6.319,613. Dari titik terendah, indeks pulih 81,214 poin atau sekitar 1,30%.
Dibanding posisi Midday di 6.270,155, IHSG bertambah 49,458 poin. Dorongan terkuat muncul menjelang akhir perdagangan, berbeda dari sesi pertama ketika indeks masih ditutup 12,38 poin di bawah puncak intraday.
Penutupan di level tertinggi menunjukkan bahwa dorongan harga bertahan hingga akhir perdagangan. Data yang tersedia belum merinci seberapa besar lonjakan akhir berasal dari mekanisme penutupan. Ketahanan IHSG di atas 6.300 masih perlu diuji pada perdagangan berikutnya.
Breadth Bertahan dan Indeks Likuid Memimpin
RTI Business mencatat 399 saham naik, 224 turun, dan 170 tidak berubah. Selisih antara saham naik dan turun mencapai positif 175 saham, lebih lebar dibanding positif 152 saham saat Midday.
Sembilan dari sebelas sektor menguat. Properti memimpin dengan kenaikan 2,72%, diikuti Barang Baku 2,17% serta Transportasi dan Logistik 1,59%. Barang Konsumen Non-Primer turun 0,10%, sedangkan Teknologi melemah 0,07%.
Kenaikan juga memperoleh dukungan dari saham likuid. IDX30 naik 2,02%, LQ45 sebesar 1,81%, dan IDX80 sebesar 1,64%. Ketiganya mengungguli kenaikan IHSG sebesar 1,37%.
Kenaikan karena itu tidak hanya datang dari saham berkapitalisasi kecil. Saham likuid dan berkapitalisasi besar ikut memimpin, meskipun 224 saham masih ditutup melemah.
Pembelian Asing Menguat, tetapi Terkonsentrasi pada Bank Besar
Investor asing mencatat pembelian Rp4,59 triliun dan penjualan Rp3,97 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy All Market sebesar Rp623,48 miliar.
Pada pasar reguler, pembelian bersih asing mencapai Rp741,19 miliar. Pasar tunai dan negosiasi masih mencatat net foreign sell Rp117,71 miliar.
Pembelian bersih asing bertambah sekitar Rp583,98 miliar dari posisi Midday. Arus asing yang sebelumnya tipis bergerak searah dengan akselerasi IHSG pada sesi kedua.
Dukungan tersebut belum menyebar merata. BBCA mencatat net foreign buy Rp404,43 miliar, BMRI Rp129,87 miliar, BBRI Rp116,06 miliar, dan BBNI Rp94,05 miliar.
Total pembelian bersih pada empat bank tersebut mencapai Rp744,41 miliar, lebih besar daripada net foreign buy All Market. Pembelian pada bank besar masih diimbangi penjualan bersih pada saham lain.
TPIA mencatat net foreign sell Rp206,63 miliar, disusul AMMN Rp83,56 miliar dan EMAS Rp71,41 miliar.
Empat bank besar juga menyumbang sekitar 35,46 poin atau 41,7% dari kenaikan IHSG. Kontribusi indeks dan arah dana asing bergerak sejalan, tetapi konsentrasi tersebut membuat keberlanjutan penguatan masih bergantung pada ketahanan saham perbankan.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
| Saham | Nilai |
|---|---|
| BBCA | Rp404,43 miliar |
| BMRI | Rp129,87 miliar |
| BBRI | Rp116,06 miliar |
| MDKA | Rp101,25 miliar |
| BBNI | Rp94,05 miliar |
| TLKM | Rp59,94 miliar |
| BRPT | Rp59,75 miliar |
| TINS | Rp59,22 miliar |
| ERAA | Rp45,18 miliar |
| GGRM | Rp36,92 miliar |
10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar
| Saham | Nilai |
|---|---|
| TPIA | Rp206,63 miliar |
| AMMN | Rp83,56 miliar |
| EMAS | Rp71,41 miliar |
| MEDC | Rp34,31 miliar |
| ASII | Rp28,17 miliar |
| PGAS | Rp22,44 miliar |
| ANTM | Rp20,57 miliar |
| TKIM | Rp20,50 miliar |
| BACH | Rp15,42 miliar |
| MAPA | Rp14,35 miliar |
Nilai Transaksi Masih Tertinggal dari Kekuatan Harga
Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi saham sebesar Rp12,994 triliun, dengan volume 32,418 miliar saham dan frekuensi 2,113 juta kali.
Ketiga indikator masih berada di bawah rata-rata harian YTD. Nilai transaksi lebih rendah sekitar 41,9% dari rata-rata Rp22,382 triliun. Volume tertinggal sekitar 17,7%, sedangkan frekuensi lebih rendah sekitar 16,4%.
Harga, breadth, dan pembelian asing membaik pada sesi kedua. Aktivitas transaksi belum meningkat dengan kekuatan yang sama.
Akumulasi asing YTD juga masih mencatat net foreign sell Rp72,072 triliun. Pembelian bersih Rp623,48 miliar pada 4 Agustus baru mengurangi sebagian kecil dari arus keluar tersebut.
Pembalikan tren arus dana baru mendapat dasar yang lebih kuat jika pembelian asing berlanjut, partisipasi pasar bertahan, dan nilai transaksi meningkat dalam beberapa sesi berikutnya.
Rupiah Melemah ketika Yield SUN Turun Tipis
JISDOR Bank Indonesia berada di Rp18.037 per dolar AS pada 4 Agustus, dibanding Rp17.991 sehari sebelumnya. Rupiah melemah Rp46 atau sekitar 0,26%.
Pada saat yang sama, snapshot yield SUN 10 tahun berada di 7,36%, turun sekitar 0,015 poin persentase.
Data rupiah dan obligasi belum menunjukkan arah tekanan yang seragam. Pelemahan nilai tukar belum diikuti kenaikan yield SUN, tetapi stabilitas rupiah tetap menjadi salah satu syarat agar penguatan saham dapat bertahan.
Uji Berikutnya Berada pada Kelanjutan Arus Asing
Penutupan 4 Agustus menunjukkan perbaikan harga, partisipasi pasar, dan aliran dana. Ujian berikutnya adalah apakah dukungan tersebut dapat bertahan lebih dari satu hari.
Pembacaan ini akan mendapat dukungan lebih kuat apabila IHSG bertahan di atas 6.300, net foreign buy berlanjut, pembelian menyebar di luar bank besar, dan nilai transaksi meningkat dari Rp12,994 triliun.
Sebaliknya, konfirmasi 4 Agustus akan melemah jika IHSG kembali di bawah 6.234,497 bersamaan dengan dominasi saham turun dan perubahan foreign flow menjadi net sell.
Pelemahan satu indikator masih dapat mencerminkan volatilitas harian. Kombinasi penurunan indeks, memburuknya breadth, dan keluarnya dana asing akan menunjukkan bahwa dorongan sesi kedua tidak bertahan.
Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.