IHSG Naik 0,57% dengan 381 Saham dan 9 Sektor Menguat, tetapi Net Buy Asing Baru Rp39,50 Miliar
IHSG mengakhiri sesi pertama di 6.270,155 dengan breadth dan kepemimpinan sektor yang lebih kuat dibanding perdagangan 3 Agustus. Arus asing berbalik positif, tetapi net buy Rp39,50 miliar belum cukup kuat untuk memastikan penguatan bertahan hingga penutupan.
IHSG menguat 35,657 poin atau 0,57% ke 6.270,155 pada sesi pertama Selasa, 4 Agustus 2026. Indeks dibuka di 6.254,780, sempat turun ke 6.238,399, lalu mencapai 6.282,537.
Penguatan tersebut disertai 381 saham naik, sembilan sektor positif, serta kenaikan IDX30, LQ45, dan IDX80. Struktur pasar membaik dibanding penutupan 3 Agustus, ketika 348 saham dan delapan sektor melemah.
Konfirmasi dari dana asing masih terbatas. Investor asing baru mencatat net buy All Market Rp39,50 miliar, sementara sesi kedua sehari sebelumnya memperlihatkan bahwa breadth dan sektor dapat memburuk tanpa perubahan besar pada IHSG.
IHSG Bertahan di Bagian Atas Rentang Sesi
IHSG pulih sekitar 31,76 poin dari titik terendah dan berakhir 12,38 poin di bawah titik tertinggi. Titik terendah 6.238,399 juga masih sekitar 3,90 poin di atas penutupan 3 Agustus.
Tekanan awal belum menghapus kenaikan terhadap penutupan sebelumnya, tetapi indeks juga belum mampu bertahan di sekitar 6.280. Nilai transaksi All Market mencapai Rp6,467 triliun dengan volume 19,433 miliar saham dan frekuensi 1.272.347 kali.
381 Saham Naik dan Sembilan Sektor Menguat
Sebanyak 381 saham menguat, 229 melemah, dan 178 tidak berubah. Selisih saham naik dan turun mencapai positif 152, jauh lebih baik daripada selisih positif 29 pada sesi pertama 3 Agustus.
Sembilan dari sebelas sektor berada di zona positif. Properti memimpin dengan kenaikan 3,68%, diikuti Transportasi 1,58%, Barang Baku 1,13%, Infrastruktur 0,77%, dan Energi 0,60%.
Empat sektor lain naik lebih terbatas, yaitu Barang Konsumen Primer, Perindustrian, Keuangan, dan Teknologi. Barang Konsumen Non-Primer turun 0,52%, sedangkan Kesehatan melemah 0,42%.
Penguatan juga terlihat pada kelompok saham likuid. IDX30 naik 0,60%, LQ45 sebesar 0,50%, dan IDX80 sebesar 0,44%. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa saham likuid ikut menguat bersama IHSG. Data yang tersedia belum cukup untuk menentukan saham yang memberi kontribusi poin terbesar terhadap indeks.
Risiko pembalikan sesi kedua terlihat pada perdagangan 3 Agustus. Jumlah saham melemah bertambah dari 294 pada sesi pertama menjadi 348 saat penutupan, sementara sektor positif menyusut dari enam menjadi tiga. IHSG hampir tidak berubah, tetapi partisipasi pasar memburuk.
Arus Asing Berbalik Positif, tetapi Belum Menjadi Konfirmasi
Stockbit Sekuritas mencatat foreign buy sekitar Rp1,82 triliun dan foreign sell Rp1,78 triliun. Hasilnya, investor asing membukukan net foreign buy All Market Rp39,50 miliar.
BBCA memimpin net foreign buy sebesar Rp78,49 miliar, disusul MDKA Rp62,50 miliar, BMRI Rp50,19 miliar, dan BBNI Rp36,80 miliar.
Pada sisi sebaliknya, TPIA mencatat net foreign sell Rp137,13 miliar dan AMMN Rp56,30 miliar. Arus beli pada bank besar dan MDKA masih diimbangi penjualan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, sehingga posisi bersih All Market hanya mencapai Rp39,50 miliar.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Nilai |
|---|---|
| BBCA | Rp78,49 miliar |
| MDKA | Rp62,50 miliar |
| BMRI | Rp50,19 miliar |
| BBNI | Rp36,80 miliar |
| MDIA | Rp20,18 miliar |
| ERAA | Rp19,53 miliar |
| PANI | Rp17,80 miliar |
| BREN | Rp16,45 miliar |
| TINS | Rp14,83 miliar |
| BRPT | Rp13,20 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Nilai |
|---|---|
| TPIA | Rp137,13 miliar |
| AMMN | Rp56,30 miliar |
| EMAS | Rp21,21 miliar |
| ANTM | Rp16,77 miliar |
| TKIM | Rp16,02 miliar |
| BUMI | Rp15,96 miliar |
| ASII | Rp15,09 miliar |
| BACH | Rp14,16 miliar |
| CPIN | Rp10,21 miliar |
| DSSA | Rp9,42 miliar |
Secara arah, posisi tersebut membaik dari net sell All Market Rp363,53 miliar pada sesi pertama 3 Agustus. Namun, satu kali perubahan menjadi net buy belum membentuk tren arus masuk asing.
Posisi bersih Rp39,50 miliar juga hanya sekitar 1,1% dari transaksi bruto asing yang ditampilkan. Persentase tersebut menggunakan angka foreign buy dan foreign sell yang telah dibulatkan, sehingga hanya menunjukkan bahwa selisih bersihnya masih tipis.
Sesi Kedua Menguji Ketahanan Breadth dan Arus Asing
Penguatan memperoleh konfirmasi lebih kuat jika IHSG bertahan di atas pembukaan 6.254,780, saham naik tetap dominan, mayoritas sektor tetap positif, dan net foreign buy bertambah.
Pembacaan ini melemah jika IHSG menembus 6.238,399 bersamaan dengan saham turun kembali dominan dan foreign flow berbalik menjadi net sell. Pelemahan satu indikator saja masih tergolong volatilitas intraday.
Saat penutupan, fokus utamanya ada pada tiga hal: ketahanan breadth, jumlah sektor yang tetap menguat, dan arah akhir arus asing.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.