Banyu Capital

IHSG Naik 0,50% dengan 406 Saham Menguat, tetapi LQ45 Melemah dan Asing Net Sell Rp183 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG naik 0,50% pada Rabu, 5 Agustus 2026, ditopang 406 saham dan sembilan sektor yang menguat. Kekuatan itu belum merata ke saham paling likuid karena LQ45 dan IDX30 berakhir negatif, sementara investor asing masih mencatat penjualan bersih.

Indeks ditutup di 6.351,139, naik 31,526 poin. LQ45 turun 0,19%, IDX30 melemah 0,33%, dan net foreign sell All Market mencapai Rp182,77 miliar.

Dashboard rekap EOD BEI 5 Agustus 2026 yang menampilkan IHSG, breadth pasar, indeks likuid, sektor, dan foreign flow
IHSG naik 0,50% pada 5 Agustus 2026 dengan 406 saham dan sembilan sektor menguat. Konfirmasi dari LQ45, IDX30, sektor Keuangan, dan arus dana asing masih tertinggal. Sumber: Bursa Efek Indonesia, Stockbit Sekuritas, dan RTI Business.

Sesi Kedua Mengikis 11,87 Poin dari Posisi Midday

IHSG dibuka di 6.338,591, turun ke 6.316,103, lalu mencapai puncak 6.367,821. Indeks mengakhiri sesi pertama pada 6.363,013, tetapi turun 11,874 poin selama sesi kedua hingga ditutup di 6.351,139.

Penutupan tetap berada 12,548 poin di atas pembukaan dan 31,526 poin di atas hari sebelumnya. IHSG berakhir 16,682 poin di bawah puncak intraday. Tekanan awal dapat diserap, tetapi dorongan beli melemah setelah sesi pertama.

Nilai transaksi seluruh pasar mencapai sekitar Rp14,93 triliun, dengan volume sekitar 40,36 miliar saham dan frekuensi 2,335 juta kali. Pada perdagangan saham saja, nilai transaksi mencapai Rp14,916 triliun, sekitar 33,2% di bawah rata-rata harian YTD sebesar Rp22,328 triliun.

Partisipasi harga meluas, tetapi nilai transaksi saham masih berada di bawah rata-rata harian YTD. Breadth yang membaik belum diikuti peningkatan nilai transaksi.

Sembilan Sektor Menguat, Saham Small-Mid Cap Memimpin

RTI Business mencatat 406 saham naik, 208 saham turun, dan 178 saham tidak berubah. Jumlah saham naik sekitar 1,95 kali jumlah saham yang melemah.

Penguatan tidak terkonsentrasi pada satu sektor. Kesehatan naik 2,35% dan Barang Baku menguat 2,21%. Energi, Barang Konsumen Siklikal, dan Barang Konsumen Primer masing-masing naik 1,61%, disusul Properti 1,60%, Teknologi 1,34%, Transportasi dan Logistik 0,72%, serta Industrial 0,30%.

Hanya dua sektor yang berakhir negatif. Infrastruktur turun 0,99%, sedangkan Keuangan melemah 0,20%.

Kepemimpinan pasar lebih jelas terlihat pada kelompok saham kecil-menengah. IDX Small-Mid Cap Composite naik 1,27% dan IDX Small-Mid Cap Liquid menguat 1,26%. Sebaliknya, LQ45 turun 0,19% dan IDX30 melemah 0,33%.

Development Board juga naik 2,29%, sedangkan Main Board turun tipis 0,03%. Komposisi ini menempatkan sumber penguatan terutama pada saham kecil-menengah dan saham di luar indeks likuid utama.

Kontribusi Poin Tetap Terkonsentrasi meski Breadth Luas

Breadth yang positif tidak berarti setiap saham memberi pengaruh yang sama terhadap IHSG.

DCII menjadi kontributor terbesar dengan tambahan 11,28 poin, diikuti VKTR sebesar 9,23 poin, AMMN 5,90 poin, dan EMAS 5,12 poin. Empat saham tersebut memberi kontribusi kotor sekitar 31,53 poin, hampir sama dengan kenaikan bersih IHSG sebesar 31,526 poin.

Breadth tetap luas dan sembilan sektor menguat, tetapi perolehan poin IHSG banyak terkonsentrasi pada beberapa pemimpin utama.

BRMS menambah 4,46 poin, BUMI 4,04 poin, AMRT 3,90 poin, ANTM 3,46 poin, BREN 2,71 poin, dan KLBF 2,68 poin.

Pada sisi penekan, MORA mengurangi IHSG sebesar 12,88 poin. TLKM menekan 7,38 poin, BBRI 5,84 poin, BBCA 4,41 poin, ASII 4,07 poin, dan BMRI 3,27 poin.

Tekanan pada TLKM, bank besar, dan ASII membantu menjelaskan mengapa IDX30 serta LQ45 berakhir negatif meski IHSG dan mayoritas saham tetap menguat.

Asing Membeli Logam dan Tambang, tetapi Menjual Saham Besar

Investor asing mencatat net foreign sell All Market Rp182,77 miliar, membesar dari Rp65,81 miliar pada posisi Midday. Penjualan bersih asing bertambah sekitar Rp116,96 miliar selama sesi kedua.

Di pasar reguler, asing mencatat net sell Rp187,59 miliar. Pasar tunai dan negosiasi membukukan net buy Rp4,82 miliar.

Arus asing tetap terbelah. Berdasarkan data Stockbit, pembelian terbesar masuk ke ANTM sebesar Rp180,55 miliar, TINS Rp122,67 miliar, dan BUMI Rp88,59 miliar.

10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar

Saham Nilai
ANTM Rp180,55 miliar
TINS Rp122,67 miliar
BUMI Rp88,59 miliar
KOTA Rp46,42 miliar
DEWA Rp39,69 miliar
KLBF Rp27,90 miliar
BRMS Rp27,51 miliar
AMRT Rp25,77 miliar
GGRM Rp21,51 miliar
ENRG Rp20,51 miliar

Penjualan asing terbesar muncul pada TPIA sebesar Rp138,01 miliar dan TLKM Rp132,04 miliar. BBRI mencatat net foreign sell Rp84,41 miliar, sedangkan ASII mengalami penjualan bersih Rp83,27 miliar.

10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar

Saham Nilai
TPIA Rp138,01 miliar
TLKM Rp132,04 miliar
BBRI Rp84,41 miliar
ASII Rp83,27 miliar
CPIN Rp44,89 miliar
ADMR Rp42,02 miliar
BULL Rp40,57 miliar
UNTR Rp40,09 miliar
MEDC Rp39,44 miliar
BBCA Rp34,53 miliar

BBRI, BBCA, BBNI, dan BMRI secara gabungan mencatat net foreign sell sekitar Rp159,31 miliar. Angka tersebut hampir dua kali posisi sesi pertama yang sekitar Rp82,40 miliar.

Komposisi ini memperlihatkan rotasi selektif. Asing membeli saham logam, tambang, kesehatan, dan konsumer, tetapi tetap menjual telekomunikasi, bank, petrokimia, otomotif, serta beberapa saham komoditas.

Konfirmasi Berikutnya Harus Datang dari Indeks Likuid dan Foreign Flow

Breadth yang luas menjaga pembacaan pasar tetap positif, tetapi validasi berikutnya perlu datang dari saham likuid dan arus asing.

Konfirmasi menguat jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas 6.367,821, sementara IDX30 dan LQ45 kembali positif. Pemulihan sektor Keuangan, penyusutan net foreign sell, serta peningkatan nilai transaksi tanpa kehilangan breadth akan memperkuat pergerakan tersebut.

Penurunan di bawah pembukaan 6.338,591 menjadi peringatan awal. Pembacaan positif harian melemah jika IHSG ditutup di bawah 6.319,613, saham turun kembali dominan, dan penjualan asing pada bank besar serta TLKM bertambah.

Kenaikan 5 Agustus lebih kuat pada breadth daripada dukungan IDX30, LQ45, dan arus asing. Selama jarak itu belum menyempit, pergerakan indeks masih membutuhkan konfirmasi.

Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes