IHSG Naik 0,69% dengan 436 Saham Menguat, tetapi Asing Catat Net Sell Rp65,81 Miliar
IHSG berakhir hanya 4,808 poin di bawah puncak sesi, didukung 436 saham dan sembilan sektor yang menguat. Namun, IDX30 dan LQ45 tertinggal, sementara All Market mencatat net foreign sell Rp65,81 miliar.
IHSG melanjutkan penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Indeks naik 43,399 poin atau 0,69% ke 6.363,013 setelah sempat turun di bawah penutupan sehari sebelumnya.
Partisipasi pasar tetap luas, tetapi konfirmasinya tidak seragam. Indeks saham kecil-menengah dan sebagian besar sektor menguat lebih tinggi, sedangkan IDX30, LQ45, serta arus asing tertinggal.
Pada penutupan 4 Agustus, IDX30, LQ45, dan IDX80 memimpin kenaikan. Empat bank besar juga mencatat net foreign buy gabungan Rp744,41 miliar. Pada sesi pertama 5 Agustus, IDX30 dan LQ45 tertinggal, sementara empat bank tersebut mencatat net foreign sell sekitar Rp82,40 miliar.
IHSG Pulih 46,91 Poin dan Bertahan Dekat Puncak
IHSG dibuka di 6.338,591, turun ke 6.316,103, kemudian mencapai 6.367,821. Posisi Midday di 6.363,013 berarti indeks telah pulih 46,910 poin dari titik terendah dan berakhir hanya 4,808 poin di bawah puncak sesi.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan awal dapat diserap sebelum akhir sesi pertama. Indeks juga kembali bertahan di atas 6.300 setelah sempat turun sedikit di bawah penutupan 4 Agustus.
Nilai transaksi All Market mencapai Rp7,880 triliun, dengan volume sekitar 20,60 miliar saham dan frekuensi 1,352 juta kali. Data sesi pertama belum dapat dibandingkan langsung dengan nilai transaksi sehari penuh sehingga belum cukup untuk menilai apakah likuiditas harian ikut menguat.
436 Saham Menguat, tetapi IDX30 dan LQ45 Tertinggal
RTI Business mencatat 436 saham naik, 179 turun, dan 172 tidak berubah. Jumlah saham naik sekitar 2,44 kali jumlah saham yang melemah.
Sembilan sektor menguat. Barang Baku memimpin dengan kenaikan 2,34%, disusul Kesehatan 1,94%, Properti 1,84%, Teknologi 1,80%, Barang Konsumen Primer 1,28%, dan Energi 1,15%.
Sektor Keuangan turun 0,05%, sedangkan Infrastruktur praktis tidak berubah. Pelemahan Keuangan menjadi pembeda penting karena bank besar memimpin penguatan pada penutupan sehari sebelumnya.
Perbedaan juga terlihat pada indeks turunan. IDX Small-Mid Cap Liquid naik 1,27% dan IDX Sharia Growth 2,11%, jauh di atas IHSG yang naik 0,69%. Sebaliknya, IDX80 hanya naik 0,61%, LQ45 sebesar 0,24%, dan IDX30 sebesar 0,16%.
Breadth yang luas memberi dukungan pada kenaikan pasar, tetapi belum memastikan saham mana yang menyumbang poin terbesar bagi IHSG. Data kontribusi per saham tidak tersedia. Yang terlihat, IDX30 dan LQ45 tertinggal sehingga kelompok saham paling likuid belum memimpin penguatan sesi pertama.
Asing Mencatat Net Buy pada Saham Komoditas dan Net Sell pada Sejumlah Saham Besar
Arus asing tidak bergerak seragam. Investor asing mencatat net foreign sell All Market sebesar Rp65,81 miliar, tetapi pembelian bersih tetap terlihat pada sejumlah saham komoditas, konsumsi, dan kesehatan.
ANTM menerima net foreign buy Rp127,95 miliar, disusul TINS Rp92,75 miliar, KLBF Rp45,52 miliar, AMMN Rp36,86 miliar, dan BUMI Rp33,33 miliar.
Penjualan terbesar muncul pada TLKM sebesar Rp80,49 miliar dan TPIA Rp78,79 miliar. ASII mencatat net foreign sell Rp38,66 miliar dan BBRI Rp35,11 miliar.
BBNI, BMRI, dan BBCA juga mencatat penjualan bersih masing-masing Rp17,99 miliar, Rp14,90 miliar, dan Rp14,40 miliar. Secara gabungan, empat bank besar mencatat net foreign sell sekitar Rp82,40 miliar.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
| Saham | Nilai |
|---|---|
| ANTM | Rp127,95 miliar |
| TINS | Rp92,75 miliar |
| KLBF | Rp45,52 miliar |
| AMMN | Rp36,86 miliar |
| BUMI | Rp33,33 miliar |
| AMRT | Rp22,26 miliar |
| EMAS | Rp21,90 miliar |
| ENRG | Rp18,85 miliar |
| ICBP | Rp13,18 miliar |
| GGRM | Rp12,46 miliar |
10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar
| Saham | Nilai |
|---|---|
| TLKM | Rp80,49 miliar |
| TPIA | Rp78,79 miliar |
| ASII | Rp38,66 miliar |
| BBRI | Rp35,11 miliar |
| BULL | Rp26,55 miliar |
| ADMR | Rp25,13 miliar |
| UNTR | Rp23,86 miliar |
| MEDC | Rp21,23 miliar |
| CPIN | Rp19,04 miliar |
| BBNI | Rp17,99 miliar |
Nilai pada tabel merupakan estimasi berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dikalikan volume bersih transaksi asing.
Komposisi tersebut tidak menunjukkan penjualan asing yang merata. Pembelian bersih masih terkonsentrasi pada ANTM, TINS, AMMN, BUMI, dan EMAS, sementara penjualan muncul pada TLKM, TPIA, ASII, serta bank besar. Karena data baru mencakup sesi pertama, arah agregat masih dapat berubah hingga penutupan.
Sesi Kedua Perlu Menguji Ketahanan Breadth dan Saham Likuid
Sesi kedua perlu membuktikan apakah IHSG dapat menembus dan bertahan di atas 6.367,821 dengan breadth tetap positif. Ketertinggalan IDX30 dan LQ45 yang menyempit serta arus asing yang berbalik menjadi net buy akan memperkuat konfirmasi.
Kembalinya IHSG ke bawah pembukaan 6.338,591 menjadi peringatan awal. Risiko meningkat jika indeks turun di bawah penutupan 4 Agustus di sekitar 6.319,613, saham turun kembali dominan, dan net foreign sell melebar.
Selama breadth, indeks likuid, dan foreign flow belum bergerak searah, kenaikan sesi pertama tetap lebih kuat pada partisipasi saham daripada pada konfirmasi saham besar dan aliran dana asing.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.