IHSG Turun 0,12% setelah Pulih dari Level Terendah, Asing Net Sell Rp621 Miliar di Pasar Reguler
IHSG bangkit sekitar 36 poin dari level terendah dan breadth RTI nyaris seimbang pada penutupan. Di sisi lain, IDX30 masih turun 0,58% dan asing membukukan net sell Rp621,40 miliar di Pasar Reguler.
Perdagangan 9 September lebih tepat dibaca sebagai koreksi yang menguji rebound sehari sebelumnya, bukan pembatalan rebound. Tekanan pagi tidak bertahan hingga penutupan, tetapi dua dukungan penting pada 8 September, kepemimpinan saham likuid dan pembelian asing di Pasar Reguler, melemah.
IHSG menutup perdagangan Rabu, 9 September 2026 di 6.678,20, turun 8,24 poin atau 0,12%.
Sehari sebelumnya, IHSG naik 1,01%, sementara LQ45 dan IDX30 mengungguli indeks utama dan asing mencatat net buy Rp379,39 miliar di Pasar Reguler. Pada 9 September, sebagian konfirmasi tersebut berbalik.
Sesi II Memulihkan 36 Poin dari Level Terendah
IHSG membuka perdagangan di sekitar 6.700,84 dan sempat naik ke 6.707,31. Tekanan kemudian membawa indeks turun hingga 6.642,15.
Dari level tersebut, IHSG pulih sekitar 36,05 poin dan berakhir di 6.678,20. Dibanding posisi akhir Sesi I di 6.647,50, indeks naik sekitar 30,70 poin selama Sesi II.
Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi saham sekitar Rp16,14 triliun, volume 32,53 miliar saham, dan frekuensi sekitar 2,15 juta kali.
Pemulihan tersebut mengubah karakter penutupan. Pada tengah hari, IHSG hanya sekitar lima poin di atas level terendah intraday. Saat pasar tutup, sebagian besar tekanan pagi sudah dipulihkan.
Indeks tetap belum mampu kembali ke penutupan 8 September di 6.686,44. Karena itu, Sesi II memperbaiki kondisi, tetapi belum mengembalikan posisi indeks ke level sehari sebelumnya.
Breadth Hampir Seimbang, Lima Sektor Berakhir Positif
Perbaikan pada Sesi II tidak hanya terjadi di IHSG.
RTI Business mencatat 308 saham menguat, 317 melemah, dan 169 tidak berubah pada akhir perdagangan. Pada Sesi I, baru 268 saham naik sementara 355 saham turun.
Sepanjang Sesi II, jumlah saham menguat bertambah 40 dan jumlah saham melemah berkurang 38. Breadth masih tipis negatif, tetapi kondisinya jauh lebih seimbang dibanding tengah hari.
Partisipasi sektor juga membaik. Hanya tiga dari 11 sektor yang positif pada Sesi I. Saat penutupan, lima sektor sudah berada di zona hijau:
- Transportasi & Logistik +2,41%
- Industrials +0,95%
- Basic Materials +0,85%
- Energy +0,77%
- Infrastructure +0,42%
Enam sektor tetap melemah. Healthcare turun 1,33%, Consumer Cyclicals 1,23%, Technology 0,96%, Property & Real Estate 0,85%, Financials 0,57%, dan Consumer Non-Cyclicals 0,39%.
Perbaikan indeks karena itu memiliki dukungan yang lebih luas dibanding kondisi tengah hari, tetapi belum cukup untuk menghasilkan dominasi positif di pasar.
Foreign Flow Reguler Berbalik Sekitar Rp1 Triliun ke Arah Jual
Tekanan asing lebih besar di Pasar Reguler daripada yang terlihat dari angka All Market.
Stockbit dan RTI Business mencatat net sell sekitar Rp438,87 miliar di All Market, tetapi Pasar Reguler sendiri membukukan net sell Rp621,40 miliar. Selisihnya berasal dari net buy sekitar Rp182,53 miliar di transaksi Tunai dan Negosiasi.
Perubahan dibanding sehari sebelumnya terlihat jelas pada Pasar Reguler. Pada 8 September, asing masih mencatat net buy Rp379,39 miliar.
Dibanding 8 September, posisi bersih Pasar Reguler bergeser sekitar Rp1,00 triliun ke arah jual.
Arus tersebut tetap selektif. Berdasarkan estimasi Stockbit Sekuritas, saham dengan net foreign buy terbesar adalah:
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | ANTM | Rp373,93 miliar |
| 2 | AADI | Rp149,40 miliar |
| 3 | BBRI | Rp133,49 miliar |
| 4 | PTBA | Rp85,16 miliar |
| 5 | INDY | Rp80,25 miliar |
| 6 | TINS | Rp62,07 miliar |
| 7 | TLKM | Rp58,96 miliar |
| 8 | NCKL | Rp34,41 miliar |
| 9 | ERAA | Rp32,25 miliar |
| 10 | BULL | Rp30,82 miliar |
Estimasi net foreign sell terbesar berada pada:
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | Rp638,62 miliar |
| 2 | BMRI | Rp166,36 miliar |
| 3 | CPIN | Rp142,49 miliar |
| 4 | ASII | Rp68,61 miliar |
| 5 | TPIA | Rp67,32 miliar |
| 6 | KLBF | Rp45,32 miliar |
| 7 | BIPI | Rp44,47 miliar |
| 8 | IATA | Rp42,88 miliar |
| 9 | ADRO | Rp40,80 miliar |
| 10 | ISAT | Rp40,16 miliar |
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa asing tidak keluar dari pasar secara merata. BBRI masih berada di sisi pembelian bersama sejumlah saham mineral, energi, dan telekomunikasi. Penjualan terbesar terkonsentrasi pada BBCA, BMRI, dan CPIN.
IDX30 Tertinggal, Tekanan Terkonsentrasi pada Sejumlah Saham Besar
Kinerja saham likuid menjadi salah satu perbedaan utama dibanding 8 September.
Pada akhir perdagangan:
- IHSG -0,12%
- LQ45 -0,20%
- IDX80 -0,15%
- IDX30 -0,58%
Sehari sebelumnya, LQ45 dan IDX30 justru memimpin kenaikan.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan BBCA menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi sekitar -13,24 poin terhadap IHSG. BMRI menyumbang -3,27 poin dan ASII -3,26 poin.
Tekanan tersebut mendapat offset besar dari sejumlah saham lain. AMMN memberi kontribusi +10,11 poin, IMPC +4,67 poin, AADI +2,41 poin, ANTM +2,31 poin, dan BBRI +1,46 poin.
Komposisi ini menjelaskan mengapa IHSG hanya turun 0,12% meskipun beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan. Pelemahan hari itu tidak terjadi secara seragam.
Rupiah juga tidak menambah tekanan. JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.552 per dolar AS, dibanding Rp17.618 sehari sebelumnya, atau menguat sekitar 0,37%.
Artinya, pelemahan saham pada 9 September belum disertai tekanan nilai tukar yang searah.
Tiga Bukti yang Perlu Muncul pada Perdagangan Berikutnya
Konfirmasi harga berikutnya akan terlihat jika IHSG mampu kembali melewati penutupan 8 September di sekitar 6.686, kemudian area tertinggi 9 September di sekitar 6.707.
Pemulihan juga akan lebih meyakinkan jika jumlah saham naik kembali mendominasi serta LQ45 dan IDX30 setidaknya bergerak setara dengan IHSG.
Arus asing Pasar Reguler menjadi bukti ketiga. Net sell Rp621,40 miliar merupakan perubahan paling jelas dibanding perdagangan sehari sebelumnya. Tekanan yang menyempit atau kembali menjadi net buy akan memperkuat pembacaan rebound.
Sebaliknya, pembacaan rebound akan melemah jika IHSG kembali turun di bawah sekitar 6.642 bersamaan dengan breadth yang memburuk, saham likuid tetap tertinggal, dan net sell Reguler yang berlanjut.
Dengan demikian, perdagangan berikutnya tidak cukup dinilai dari arah IHSG. Kepemimpinan saham likuid, breadth, dan arus asing Reguler akan menentukan apakah rebound 8 September memperoleh konfirmasi baru.
Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.