IHSG Turun 0,14% setelah Sempat Tembus 6.712, Asing Net Sell Rp1,31 Triliun di All Market
Percobaan IHSG melanjutkan rebound belum mampu bertahan sampai akhir Sesi I. Indeks sempat menembus puncak 9 September, tetapi kembali melemah ketika partisipasi saham, indeks likuid, dan arus asing belum memberi konfirmasi lanjutan.
IHSG sempat naik ke 6.712,50 dan melewati puncak 9 September, tetapi penguatan tersebut tidak bertahan. Indeks mengakhiri Sesi I di 6.668,52 atau turun 0,14%.
Pelemahan ini belum menunjukkan tekanan yang merata. Tujuh dari 11 sektor masih positif dan level terendah hari ini tetap berada di atas low 9 September. Titik lemahnya justru terlihat pada partisipasi saham, ketertinggalan LQ45 dan IDX30, serta net sell asing Rp1,31 triliun di All Market.
Puncak 9 September Sempat Terlewati, tetapi Penguatan Tidak Bertahan
IHSG membuka perdagangan di 6.688,18 dan kemudian naik hingga 6.712,50. Level tertinggi tersebut sudah melewati puncak 9 September di sekitar 6.707. Area itu menjadi salah satu checkpoint untuk melihat apakah rebound memperoleh konfirmasi lanjutan.
Dorongan tersebut tidak bertahan. IHSG kemudian turun hingga 6.655,41 dan mengakhiri Sesi I di 6.668,52. Dari level tertinggi, indeks kehilangan sekitar 43,98 poin dan hanya berada sekitar 13,12 poin di atas low.
Level 6.655,41 masih berada di atas low 9 September di sekitar 6.642. Struktur harga karena itu belum cukup untuk menyatakan rebound sebelumnya sudah batal. Sampai Midday, pasar baru menunjukkan percobaan konfirmasi yang belum mampu dipertahankan.
Tujuh Sektor Hijau, tetapi Lebih Banyak Saham Melemah
Tekanan pada saham individual lebih luas daripada yang terlihat dari indeks sektoral. RTI Business mencatat 272 saham naik, 333 turun, dan 186 tidak berubah, sementara tujuh dari 11 sektor justru masih berada di zona positif.
Industrials memimpin dengan kenaikan 0,77%, disusul Consumer Cyclicals 0,67%, Energy 0,62%, Infrastructure 0,34%, Basic Materials 0,28%, Technology 0,22%, dan Property 0,14%.
Di sisi lain, Transportation & Logistics turun 0,56%, Healthcare 0,48%, Financials 0,36%, dan Consumer Non-Cyclicals 0,28%.
Perbedaan tersebut membuat pelemahan Sesi I lebih tepat dibaca sebagai tekanan yang tersebar pada banyak saham, tetapi belum menjadi aksi jual yang seragam antar-sektor.
Asing Net Sell Rp1,31 Triliun, Pembelian Tetap Selektif
Stockbit mencatat pembelian asing All Market Rp2,71 triliun dan penjualan Rp4,02 triliun pada Sesi I. Posisi bersih asing dengan demikian mencapai net sell sekitar Rp1,31 triliun.
Tekanan tersebut tidak tersebar merata. Berdasarkan estimasi Stockbit Sekuritas:
| No. | Net Foreign Buy | Estimasi | Net Foreign Sell | Estimasi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ANTM | Rp177,57 miliar | BBCA | Rp276,20 miliar |
| 2 | CUAN | Rp134,80 miliar | BBRI | Rp116,19 miliar |
| 3 | AADI | Rp97,24 miliar | ISAT | Rp76,47 miliar |
| 4 | DSSA | Rp84,83 miliar | AMMN | Rp36,17 miliar |
| 5 | TINS | Rp63,70 miliar | INDY | Rp34,19 miliar |
| 6 | PTBA | Rp53,97 miliar | TLKM | Rp22,53 miliar |
| 7 | TPIA | Rp43,37 miliar | NCKL | Rp17,83 miliar |
| 8 | PTRO | Rp40,29 miliar | BMRI | Rp17,14 miliar |
| 9 | ENRG | Rp32,57 miliar | VKTR | Rp15,28 miliar |
| 10 | CDIA | Rp28,88 miliar | DEWA | Rp13,17 miliar |
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dikalikan dengan volume bersih asing.
Distribusi tersebut menunjukkan pembelian asing masih selektif. Sejumlah saham mineral dan energi berada di sisi net buy, sementara tekanan besar terlihat pada beberapa saham berkapitalisasi besar.
Data foreign flow Pasar Reguler Sesi I belum tersedia. Karena itu, net sell All Market Rp1,31 triliun tidak dapat langsung diperlakukan sebagai gambaran arus asing di perdagangan reguler.
LQ45 dan IDX30 Belum Mengonfirmasi Percobaan Rebound
Saham likuid masih tertinggal dari indeks utama. Ketika IHSG turun 0,14%, LQ45 melemah 0,27% dan IDX30 turun 0,31%.
Kondisi ini berbeda dari rebound 8 September ketika LQ45 dan IDX30 ikut menguat lebih kuat. Sampai Midday 10 September, kedua indeks tersebut masih tertinggal dari IHSG sehingga konfirmasi dari saham likuid belum kembali terlihat.
Data kontribusi poin per emiten untuk Sesi I belum tersedia. Karena itu, tekanan pada ticker tertentu tidak digunakan untuk menjelaskan pergerakan IHSG secara kausal.
Sesi II Akan Menguji Apakah Tekanan Meluas atau Mereda
Area harga menjadi bukti pertama. Kembalinya IHSG ke atas sekitar 6.686, lalu kemampuan melewati dan bertahan di atas 6.707, akan membuka ruang bagi konfirmasi rebound baru. Sebaliknya, penurunan di bawah 6.655 akan membawa perhatian kembali ke sekitar 6.642.
Harga saja belum cukup. Perbaikan juga perlu terlihat pada jumlah saham yang menguat serta kemampuan LQ45 dan IDX30 mempersempit ketertinggalannya terhadap IHSG. Perkembangan arus asing menjadi bukti berikutnya, terutama jika data Pasar Reguler tersedia.
Sampai Midday, IHSG belum memberi konfirmasi lanjutan, tetapi juga belum menembus area yang akan memperlemah rebound secara lebih tegas. Sesi II akan menguji apakah indeks mampu kembali ke 6.686 sampai 6.707, atau justru turun melewati 6.655 dan membawa 6.642 kembali menjadi perhatian.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.