Banyu Capital

IHSG Turun 0,76% ke 6.484,92, Asing Net Sell Rp384 Miliar di All Market

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Rebound 14 September belum mendapat konfirmasi lanjutan yang cukup. Saham likuid, sektor keuangan, dan arus asing kembali tertekan, tetapi breadth saham masih tipis positif sehingga pelemahan belum menyebar merata.

Dashboard Market Notes Midday 15 September 2026 yang merangkum IHSG, breadth pasar, indeks saham likuid, sektor, dan foreign flow
IHSG turun 0,76% ke 6.484,92 pada Sesi I 15 September 2026. Saham likuid dan sembilan sektor melemah, sementara asing mencatat net sell Rp383,65 miliar di All Market. Namun, breadth saham masih tipis positif dengan 333 saham naik berbanding 317 turun. Sumber: Stockbit Sekuritas dan BEI/IDX Mobile.

IHSG memulai Sesi I 15 September dengan mencoba mempertahankan pemulihan sehari sebelumnya. Indeks dibuka di 6.544,77 dan sempat mencapai 6.549,60, tetapi dorongan itu tidak bertahan. IHSG berbalik turun 49,77 poin atau 0,76% ke 6.484,92 saat istirahat.

Indeks sempat jatuh hingga 6.461,01. Dari titik tersebut, IHSG pulih sekitar 23,91 poin. Pantulan itu menahan tekanan menjelang istirahat, tetapi belum cukup untuk mengembalikan kekuatan yang terlihat pada Sesi II sehari sebelumnya.

Tekanan juga tidak seragam. LQ45 dan IDX30 melemah lebih dalam daripada IHSG, sembilan sektor negatif, dan asing kembali mencatat net sell. Di sisi lain, 333 saham masih naik dibanding 317 yang turun. Perbedaan antara tekanan indeks dan breadth saham menjadi salah satu data terpenting pada Sesi I.

Saham Likuid Kembali Tertinggal setelah Menguat Sehari Sebelumnya

LQ45 turun 0,91% dan IDX30 melemah 0,96%, dibanding koreksi IHSG sebesar 0,76%. SRI-KEHATI turun lebih dalam sebesar 1,17%.

Kondisi ini berbalik dari penutupan 14 September ketika LQ45 naik 1,43% dan IDX30 menguat 1,40%. Saham likuid saat itu menjadi salah satu penopang pembalikan IHSG pada Sesi II.

Pada perdagangan pagi 15 September, dukungan tersebut belum berlanjut. Finance turun 1,19% dan menjadi sektor terlemah, diikuti Industrials -0,97% dan Energy -0,64%.

Sembilan Sektor Melemah, tetapi Breadth Saham Masih Tipis Positif

Hanya Consumer Cyclicals dan Infrastructure yang bertahan positif, masing-masing naik 1,00% dan 0,03%. Sembilan sektor lainnya berada di zona merah.

Namun, statistik saham menunjukkan tekanan belum merata. Sebanyak 333 saham menguat, 317 melemah, dan 313 tidak berubah.

Sembilan sektor yang melemah menunjukkan tekanan sudah meluas secara sektoral. Namun, 333 saham masih naik dibanding 317 yang turun. Artinya, penurunan IHSG terlihat lebih berat daripada penyebaran pelemahan pada saham secara keseluruhan.

Net Sell Asing Rp384 Miliar Terkonsentrasi pada Bank Besar

Stockbit mencatat pembelian asing sekitar Rp2,67 triliun dan penjualan Rp3,06 triliun di All Market. Posisi bersih Sesi I mencapai net sell sekitar Rp383,65 miliar.

Pada data transaksi asing per saham, estimasi net sell terbesar terkonsentrasi pada BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA. Total estimasi net sell keempat bank tersebut mencapai sekitar Rp346,48 miliar.

Tekanan asing juga tidak merata. BUMI, TLKM, ANTM, BRMS, dan AMMN justru berada di lima posisi teratas net foreign buy. Komposisi ini menunjukkan net sell All Market pada Sesi I lebih terkonsentrasi pada kelompok saham tertentu daripada tersebar merata di seluruh pasar.

No. Net Foreign Buy Nilai Net Foreign Sell Nilai
1 BUMI Rp76,12 miliar BMRI Rp176,97 miliar
2 TLKM Rp75,72 miliar BBRI Rp95,40 miliar
3 ANTM Rp71,42 miliar BBNI Rp46,30 miliar
4 BRMS Rp49,15 miliar BBCA Rp27,81 miliar
5 AMMN Rp43,19 miliar CUAN Rp22,21 miliar
6 JARR Rp16,38 miliar CPIN Rp21,63 miliar
7 TINS Rp12,58 miliar TPIA Rp18,53 miliar
8 ARCI Rp11,60 miliar SINI Rp17,52 miliar
9 ERAA Rp7,85 miliar ASII Rp14,12 miliar
10 COCO Rp6,92 miliar SMGR Rp12,83 miliar

Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata dan volume bersih Sesi I. Karena itu, angka tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca komposisi arus asing daripada sebagai nilai transaksi final.

Area 6.462 Kembali Menguji Ketahanan Rebound

Titik terendah 6.461,01 membuat area 6.462,96 kembali relevan. IHSG sempat turun sekitar 1,95 poin di bawah level tersebut, tetapi kembali berada di 6.484,92 saat Sesi I berakhir.

Pemulihan dari titik terendah belum mengembalikan kondisi seperti penutupan 14 September. Sesi II masih perlu menunjukkan perbaikan pada saham likuid, breadth yang tetap terjaga, dan tekanan jual asing yang mulai mereda.

Jika IHSG kembali berada di bawah 6.462,96 bersamaan dengan memburuknya breadth, LQ45 dan IDX30, serta foreign flow, pembacaan positif terhadap rebound 14 September akan semakin melemah.

Fokus Sesi II ada pada apakah area 6.462 tetap bertahan serta apakah tekanan pada saham likuid dan arus asing mulai mereda. Tanpa perbaikan di dua area tersebut, rebound 14 September masih rapuh.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes