IHSG Berbalik Turun 0,35% setelah Sempat Tembus 6.521, Asing Net Sell Rp1,14 Triliun
IHSG menghapus kenaikan pembukaan dan mengakhiri Sesi I dekat titik terendah. Sebanyak 406 saham melemah, sembilan sektor negatif, sementara IDX30 dan LQ45 turun lebih dari 1,3%.
Rebound IHSG sehari sebelumnya kehilangan follow-through pada Sesi I Jumat, 18 September 2026. Indeks sempat menembus 6.521 setelah pembukaan, tetapi seluruh kenaikan hilang sebelum istirahat dan IHSG berakhir di 6.439,75, turun 22,69 poin atau 0,35% dekat titik terendah sesi.
Pelemahan Sesi I tidak hanya terlihat dari IHSG yang berbalik negatif. Breadth, saham likuid, sektor, dan aliran asing sama-sama menunjukkan kondisi yang lebih lemah dibanding pembukaan. Ini memberi bukti awal bahwa follow-through rebound sehari sebelumnya melemah, meski data setengah hari belum cukup untuk memastikan tren turun baru.
Kenaikan Pembukaan Hilang sebelum Istirahat
IHSG membuka perdagangan di 6.512,57, sekitar 50 poin di atas penutupan sebelumnya. Indeks kemudian menembus 6.500 dan mencapai 6.521,02 sebelum arah perdagangan berbalik.
Dari titik tertinggi itu, IHSG kehilangan sekitar 81,28 poin. Posisi 6.439,75 pada Midday hanya sekitar 6,38 poin di atas titik terendah Sesi I di 6.433,37.
Nilai transaksi mencapai Rp7,50 triliun dengan volume 14,91 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,07 juta kali.
Arah yang sama terlihat pada indikator internal pasar. Saham turun mendominasi, sembilan sektor melemah, sementara IDX30 dan LQ45 turun jauh lebih dalam daripada IHSG.
406 Saham Turun, IDX30 dan LQ45 Melemah Lebih Dalam
Sebanyak 406 saham melemah dibanding 207 yang menguat, hampir dua saham turun untuk setiap satu saham naik. Sebanyak 173 saham tidak berubah.
Sembilan dari 11 sektor berada di zona negatif. Health turun 1,67%, Infrastructure melemah 1,27%, dan Finance turun 1,17%. Hanya Energy yang naik 0,22% dan Technology 0,11%.
Tekanan lebih besar terlihat pada kelompok saham likuid. IDX30 turun 1,35% dan LQ45 melemah 1,34%, dibanding penurunan IHSG sebesar 0,35%.
Perbedaan tersebut menunjukkan pelemahan pada saham likuid lebih dalam daripada perubahan indeks utama. Data kontribusi poin masing-masing saham belum tersedia, sehingga belum dapat dipastikan seberapa besar pergerakan saham tertentu menahan atau memperbesar penurunan IHSG.
Asing Net Sell Rp1,14 Triliun, BBCA dan BMRI Memimpin Penjualan
Investor asing membukukan pembelian sekitar Rp1,32 triliun dan penjualan Rp2,46 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net sell sekitar Rp1,14 triliun.
Estimasi net sell terbesar tercatat pada BBCA sebesar Rp222,05 miliar, BMRI Rp108,93 miliar, TLKM Rp94,06 miliar, AMMN Rp88,68 miliar, dan BBRI Rp61,88 miliar.
Tekanan asing cukup terkonsentrasi pada bank besar. BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI secara agregat mencatat estimasi net sell sekitar Rp408,99 miliar, sementara sektor Finance turun 1,17%.
Arus asing tidak sepenuhnya satu arah. ANTM mencatat estimasi net buy Rp41,09 miliar, ASII Rp22,40 miliar, AADI Rp15,59 miliar, MDKA Rp12,47 miliar, dan MBMA Rp10,48 miliar.
| Top Net Foreign Buy | Nilai | Top Net Foreign Sell | Nilai |
|---|---|---|---|
| ANTM | Rp41,09 miliar | BBCA | Rp222,05 miliar |
| ASII | Rp22,40 miliar | BMRI | Rp108,93 miliar |
| AADI | Rp15,59 miliar | TLKM | Rp94,06 miliar |
| MDKA | Rp12,47 miliar | AMMN | Rp88,68 miliar |
| MBMA | Rp10,48 miliar | BBRI | Rp61,88 miliar |
| SRSN | Rp6,31 miliar | CUAN | Rp49,72 miliar |
| VKTR | Rp5,43 miliar | DSSA | Rp44,37 miliar |
| AMRT | Rp5,22 miliar | BUMI | Rp40,66 miliar |
| GULA | Rp4,91 miliar | BYAN | Rp38,48 miliar |
| KIJA | Rp4,50 miliar | ADRO | Rp37,10 miliar |
Nilai bersih per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih. Data agregat yang digunakan adalah All Market, bukan foreign flow pasar reguler.
Yang Perlu Dibuktikan di Sesi II
Tekanan Sesi I akan mendapat konfirmasi lebih kuat jika saham melemah tetap mendominasi, IDX30 dan LQ45 terus tertinggal dari IHSG, serta net sell asing tidak berkurang secara material.
Sebaliknya, pembacaan ini perlu ditinjau ulang jika IHSG kembali ke atas area penutupan sebelumnya di sekitar 6.462 dan pemulihan tersebut disertai perbaikan breadth, saham likuid, serta aliran asing.
Sesi II pada akhirnya akan menentukan apakah reversal pagi hanya bersifat sementara atau bertahan sampai penutupan.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.