Banyu Capital

IHSG Naik 4,16% ke 5.204, Asing Masih Jual Bersih Rp1,97 Triliun

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Penguatan IHSG pada sesi I ditopang seluruh 11 sektor dan saham-saham likuid. Namun, investor asing masih menjual bersih Rp1,97 triliun, terutama pada bank besar, sehingga pemulihan harga belum diikuti pembalikan arus dana asing.

Dashboard Market Notes Midday BEI 20 Oktober 2026: IHSG menguat 4,16% ke 5.204,63, 633 saham naik dan asing jual bersih Rp1,97 triliun pada sesi I.
IHSG menguat 4,16% ke 5.204,63 pada sesi I 20 Oktober 2026, dengan 633 saham naik dan seluruh 11 sektor positif. Namun, asing masih mencatat jual bersih Rp1,97 triliun di seluruh pasar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, di 5.204,63, naik 208,02 poin atau 4,16% dibanding penutupan Senin (19/10) di 4.996,61. Sehari sebelumnya, IHSG melemah 3,64%.

Pergerakan bank besar memperlihatkan kontras tersebut: BBRI, BMRI, dan BBCA mengangkat IHSG ketika investor asing masih menjual bersih ketiganya.

Penguatan Mendekati Puncak Sesi dan Meluas ke Saham Likuid

IHSG dibuka di 4.980,16, sekaligus menjadi level terendah sesi I, lalu mencapai 5.210,80. Indeks mengakhiri sesi hanya sekitar enam poin di bawah puncaknya. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp17,195 triliun, dengan volume 40,795 miliar saham dan frekuensi 1.657.102 transaksi.

Sebanyak 633 saham menguat, 124 melemah, dan 41 tidak berubah. Seluruh 11 sektor menguat, dipimpin transportasi dan logistik (+6,49%), properti (+4,62%), serta barang baku (+4,52%). Di antara saham likuid, IDX30 naik 7,00% dan LQ45 bertambah 6,40%, melampaui IHSG.

BBRI (+30,93 poin), BMRI (+23,91), TLKM (+22,10), BBCA (+18,67), dan ASII (+13,38) menyumbang sekitar 109 poin, setara 52% dari kenaikan IHSG. Kontribusi terhadap indeks terkonsentrasi pada lima saham itu, meskipun kenaikan harga menjangkau 633 saham.

Bank Besar Menopang Indeks, tetapi Arus Asing Masih Keluar

Menurut Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan pembelian Rp5,96 triliun dan penjualan Rp7,93 triliun di seluruh pasar sepanjang sesi I. Selisihnya adalah net sell Rp1,97 triliun.

Di tengah kenaikan harga saham bank besar, BBCA justru mencatat estimasi net sell asing sekitar Rp1,02 triliun, diikuti BBRI Rp245,04 miliar dan BMRI Rp208,97 miliar. Total sekitar Rp1,47 triliun pada ketiga saham tersebut setara hampir tiga perempat penjualan bersih asing agregat. Angka per saham adalah estimasi berbasis harga rata-rata, sehingga perbandingan ini bersifat indikatif.

Di sisi pembelian asing, TLKM mencatat estimasi net buy terbesar, Rp175,47 miliar, diikuti TPIA Rp50,70 miliar.

Permintaan terhadap saham bank besar tetap mendorong harga naik meskipun asing menjual bersih. Pergerakan itu menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih dapat terserap dalam perdagangan satu sesi.

Sepuluh Saham dengan Net Buy dan Net Sell Asing Terbesar

Peringkat Saham net buy Estimasi nilai Saham net sell Estimasi nilai
1 TLKM Rp175,47 miliar BBCA Rp1,02 triliun
2 TPIA Rp50,70 miliar BBRI Rp245,04 miliar
3 GOTO Rp35,99 miliar BMRI Rp208,97 miliar
4 BUMI Rp24,17 miliar ISAT Rp92,67 miliar
5 PTRO Rp23,50 miliar MDKA Rp84,94 miliar
6 DEWA Rp20,99 miliar ICBP Rp69,77 miliar
7 RAJA Rp13,70 miliar AADI Rp56,85 miliar
8 CDIA Rp11,41 miliar ADRO Rp46,08 miliar
9 UNTR Rp11,27 miliar PTBA Rp45,63 miliar
10 PACK Rp9,81 miliar DSSA Rp40,03 miliar

Catatan: Nilai bersih per saham merupakan estimasi Stockbit, dihitung dari harga rata-rata sesi I dikalikan volume bersih asing. Peringkat beli dan jual dihitung terpisah; nilai Rp1,97 triliun merupakan agregat transaksi seluruh pasar.

Sesi II Menguji Apakah Penguatan Harga Bertahan

RTI mencatat kinerja IHSG dalam lima hari perdagangan masih negatif 12,17%, meskipun indeks naik 4,16% pada sesi I. Pemantulan hari ini belum menghapus tekanan harga dalam beberapa sesi terakhir.

Pada sesi II, penguatan IHSG perlu diuji terhadap posisi akhir sesi I di 5.204,63, pergerakan IDX30 dan LQ45, serta keluasan saham yang menguat. Tekanan asing dinilai dari tambahan transaksi selama sesi II dengan cakupan pasar yang sama, bukan dari perbandingan langsung dua angka kumulatif pada waktu berbeda.

Penyusutan jumlah saham yang menguat, pelemahan IDX30 dan LQ45, serta tambahan penjualan bersih asing akan memperlemah pemantulan. Sebaliknya, jika saham likuid dan partisipasi pasar tetap kuat hingga penutupan, penguatan sesi I memperoleh konfirmasi lanjutan—meskipun belum cukup untuk menyatakan tren koreksi berakhir.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Liputan6, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes