Banyu Capital

IHSG Berbalik dari +0,61% ke -1,11%, 513 Saham Melemah dan Seluruh Sektor Negatif

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG menghapus seluruh penguatan pagi dan menutup Sesi I di 6.313,57. Tekanan menjangkau seluruh sektor dan kelompok small-mid cap, sementara asing mencatat net sell Rp351,12 miliar. Pemulihan sekitar 36 poin dari titik terendah membuat arah Sesi II masih terbuka.

Dashboard Market Notes Midday 22 September 2026 yang menampilkan IHSG turun 1,11%, 513 saham melemah, seluruh sektor negatif, dan net foreign sell Rp351,12 miliar
Dashboard Market Notes Midday 22 September 2026. IHSG turun 1,11% setelah sempat menguat sekitar 0,61%, dengan 513 saham melemah, seluruh sektor negatif, dan net foreign sell Rp351,12 miliar. Sumber: RTI Business, Stockbit, Stockbit Sekuritas.

IHSG mengakhiri Sesi I Selasa, 22 September 2026 di 6.313,57, turun 71,16 poin atau 1,11%. Indeks sempat naik ke 6.423,84, sekitar 0,61% di atas penutupan sebelumnya, sebelum berbalik turun hingga 6.277,69.

Pembalikan arah itu terjadi bersamaan dengan pelemahan luas di pasar. Sebanyak 513 saham turun dibanding 147 yang naik, seluruh 11 sektor berada di zona negatif, sementara IDX SMC Composite melemah 1,11% dan IDX SMC Liquid turun 1,22%.

Artinya, tekanan tidak hanya tercermin pada IHSG. Meski demikian, indeks sudah pulih sekitar 36 poin dari titik terendah dan data kontribusi poin masing-masing saham belum tersedia. Belum dapat dipastikan apakah struktur tekanan tersebut akan bertahan sampai penutupan.

IHSG Memantul 36 Poin dari Titik Terendah, tetapi Belum Kembali ke Area Pembukaan

IHSG dibuka di 6.392,34 dan naik hingga 6.423,84 sebelum tekanan jual membawanya turun ke 6.277,69. Jarak antara titik tertinggi dan terendah mencapai sekitar 146 poin.

Menjelang istirahat, indeks kembali ke 6.313,57 atau 35,88 poin di atas titik terendah. Pemulihan tersebut baru mengembalikan sekitar seperempat rentang intraday dan belum membawa IHSG kembali mendekati area pembukaan.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp7,99 triliun dengan volume 20,63 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,36 juta kali.

513 Saham Melemah dan Seluruh Sektor Negatif

Keluasan tekanan paling jelas terlihat dari breadth. Sebanyak 147 saham menguat, 513 melemah, dan 128 tidak berubah. Selisih saham naik dan turun mencapai minus 366 saham.

Seluruh sektor BEI berada di zona negatif. Energy turun paling dalam sebesar 2,21%, disusul Industrials 1,70%, Property 1,35%, Basic Materials 1,19%, dan Non-Cyclicals 1,16%.

Tekanan juga terlihat di luar kelompok saham besar dan likuid. IDX SMC Composite turun 1,11% dan IDX SMC Liquid melemah 1,22%, sedangkan IDX30 turun 0,90% dan LQ45 melemah 0,73%.

Kombinasi breadth, sektor, dan indeks small-mid cap memberi dasar yang lebih kuat untuk membaca pelemahan Sesi I sebagai tekanan pasar yang luas. Namun data tersebut tidak menunjukkan berapa besar kontribusi masing-masing saham terhadap penurunan 71,16 poin IHSG.

Asing Net Sell Rp351 Miliar di All Market

Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp2,11 triliun dan penjualan Rp2,46 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign sell Rp351,12 miliar sampai akhir Sesi I.

Estimasi Stockbit Sekuritas menunjukkan tekanan jual asing terbesar berada pada BBRI, TINS, TPIA, BMRI, BBCA, dan TLKM. Pembelian bersih terbesar terlihat pada AMMN dan ISAT.

Angka per saham berikut merupakan estimasi platform, bukan statistik transaksi resmi final.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Estimasi Net Buy
AMMN Rp54,85 miliar
ISAT Rp35,30 miliar
MDKA Rp13,91 miliar
CPIN Rp13,55 miliar
VKTR Rp13,51 miliar
SINI Rp13,12 miliar
LSIP Rp11,54 miliar
AALI Rp10,25 miliar
PANI Rp9,93 miliar
EMAS Rp8,84 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Estimasi Net Sell
BBRI Rp129,60 miliar
TINS Rp67,36 miliar
TPIA Rp61,16 miliar
BMRI Rp52,10 miliar
BBCA Rp42,03 miliar
TLKM Rp39,57 miliar
PTRO Rp25,17 miliar
PACK Rp23,93 miliar
MEDC Rp21,79 miliar
CUAN Rp17,52 miliar

Foreign flow menunjukkan bahwa tekanan Sesi I juga disertai arus dana asing yang negatif. Angka ini menjadi lapisan konfirmasi, bukan dasar untuk menyimpulkan bahwa kontribusi penurunan IHSG tersebar merata.

Sesi II Menentukan Apakah Tekanan Luas Bertahan

Yang perlu diuji pada Sesi II bukan hanya apakah IHSG menjauh dari titik terendah 6.277,69. Pemulihan akan lebih berarti jika jumlah saham melemah berkurang, beberapa sektor kembali positif, indeks small-mid cap ikut pulih, dan net foreign sell mengecil.

Sebaliknya, jika IHSG kembali mendekati titik terendah bersamaan dengan breadth yang tetap lemah, sektor tetap didominasi penurunan, dan indeks small-mid cap kembali tertinggal, tekanan Sesi I mendapat konfirmasi lebih kuat.

Sesi I sudah menunjukkan bahwa pelemahan menjangkau banyak bagian pasar. Bukti berikutnya adalah apakah breadth, sektor, small-mid caps, dan arus asing tetap mengonfirmasi tekanan tersebut hingga penutupan.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes