Banyu Capital

IHSG Naik 1,09%, 10 Sektor Menguat; Asing Jual Rp744 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG menguat ke 5.446,74 pada akhir sesi pertama, ditopang kenaikan 512 saham dan sepuluh sektor. Energi memimpin penguatan, tetapi LQ45 dan IDX30 masih tertinggal, sementara investor asing menjual bersih Rp744,43 miliar di seluruh pasar.

Dashboard Banyu Capital Market Notes Midday 23 Oktober 2026: IHSG menguat 1,09 persen, sepuluh sektor naik, LQ45 dan IDX30 tertinggal, serta investor asing mencatat penjualan bersih Rp744,43 miliar.
IHSG naik 1,09% pada sesi pertama 23 Oktober 2026, dengan 512 saham menguat dan 10 dari 11 sektor bergerak positif. Namun, LQ45 dan IDX30 naik lebih terbatas, sementara investor asing masih mencatat penjualan bersih Rp744,43 miliar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business; data akhir sesi I.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 58,836 poin atau 1,09% ke level 5.446,741 pada sesi pertama perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Penguatan berlangsung luas, dengan mayoritas saham dan sektor bergerak positif.

Di balik kenaikan tersebut, terdapat perbedaan kekuatan antarindeks. LQ45 menguat 0,84% dan IDX30 naik 0,56%, lebih terbatas dibandingkan IHSG. Pada saat yang sama, investor asing masih mencatat net sell Rp744,43 miliar di seluruh pasar.

Kondisi ini menempatkan daya tahan kenaikan IHSG, partisipasi saham likuid, dan perkembangan arus asing sebagai tiga indikator utama yang perlu diuji pada sesi kedua.

Sebanyak 512 Saham Naik, Penguatan Tidak Sempit

IHSG bergerak pada rentang 5.366,294–5.452,774 sepanjang sesi pertama. Setelah sempat melemah, indeks berbalik menguat dan mengakhiri sesi mendekati titik tertingginya.

Nilai transaksi mencapai Rp8,062 triliun, dengan volume 21,421 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,06 juta kali transaksi.

Sebanyak 512 saham menguat, 150 melemah, dan 129 tidak berubah. Untuk setiap satu saham yang turun, terdapat sekitar 3,4 saham yang naik.

Keluasan tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan IHSG tidak hanya bergantung pada segelintir emiten berkapitalisasi besar. Akan tetapi, pergerakan satu sesi belum cukup untuk memastikan pembalikan tren pasar dalam jangka lebih panjang.

Energi Memimpin, BYAN dan AMMN Menopang Indeks

Energi menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, yakni 3,13%, disusul industri sebesar 2,66% dan barang konsumen siklikal sebesar 2,10%. Infrastruktur menguat 1,68%, sementara barang baku naik 1,46%.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 0,78%. Sektor keuangan tetap menguat, tetapi kenaikannya lebih terbatas sebesar 0,44%.

Dari sisi kontribusi indeks, BYAN menyumbang sekitar 6,96 poin penguatan IHSG. AMMN menyusul dengan 5,33 poin, ASII sebesar 4,86 poin, CASA sebesar 4,44 poin, dan EMAS sekitar 3,24 poin.

Kontribusi tersebut menunjukkan peran sejumlah saham besar dalam menopang IHSG. Angka kontribusi mengukur pengaruh pergerakan harga terhadap indeks, bukan nilai pembelian bersih investor asing pada saham bersangkutan.

LQ45 dan IDX30 Tertinggal dari IHSG

Kenaikan yang meluas belum diikuti penguatan yang setara pada indeks saham likuid.

IHSG menguat 1,09%, sedangkan LQ45 naik 0,84% dan IDX30 hanya 0,56%. Kedua indeks tersebut secara agregat belum mengimbangi kenaikan pasar secara keseluruhan.

Ketertinggalan relatif ini tidak berarti seluruh saham besar melemah. Sejumlah emiten berkapitalisasi besar tetap memberikan kontribusi positif terhadap IHSG.

Perbaikan kinerja relatif LQ45 dan IDX30 pada sesi kedua akan menjadi salah satu bukti bahwa penguatan mulai memperoleh dukungan lebih besar dari kelompok saham likuid.

Asing Masih Jual Bersih, Tekanan Terbesar pada Bank Besar

Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp2,62 triliun dan penjualan Rp3,36 triliun di seluruh pasar pada sesi pertama. Selisihnya menghasilkan net sell Rp744,43 miliar.

Estimasi transaksi per saham menunjukkan penjualan bersih asing terbesar terjadi pada BBCA, BBRI, dan BMRI. Sebaliknya, DSSA, ASII, dan ENRG berada di antara saham dengan pembelian bersih asing terbesar.

Sepuluh Saham dengan Estimasi Net Foreign Buy Terbesar

Saham Beli bersih
DSSA Rp45,88 miliar
ASII Rp40,98 miliar
ENRG Rp27,80 miliar
AALI Rp27,57 miliar
BUVA Rp22,51 miliar
EMAS Rp18,86 miliar
CUAN Rp15,77 miliar
UNTR Rp8,86 miliar
INDF Rp5,58 miliar
KOTA Rp5,06 miliar

Sepuluh Saham dengan Estimasi Net Foreign Sell Terbesar

Saham Jual bersih
BBCA Rp251,95 miliar
BBRI Rp243,26 miliar
BMRI Rp132,84 miliar
BBNI Rp57,08 miliar
BUMI Rp48,78 miliar
BRIS Rp45,63 miliar
GOTO Rp38,56 miliar
PTBA Rp34,43 miliar
TPIA Rp30,58 miliar
TLKM Rp28,05 miliar

Sumber: Stockbit Sekuritas, Foreign Transaction Midday Data, 23 Oktober 2026. Nilai per saham merupakan estimasi berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dikalikan selisih volume transaksi asing. Metode tersebut berbeda dari pencatatan nilai foreign flow agregat seluruh pasar.

Gabungan estimasi penjualan bersih pada BBCA, BBRI, dan BMRI mencapai sekitar Rp628,05 miliar. Konsentrasi ini menunjukkan besarnya aktivitas jual asing pada tiga saham bank utama yang memiliki pengaruh penting terhadap pergerakan indeks.

Arah transaksi asing tidak selalu sama dengan pergerakan harga. BBRI, misalnya, tetap memberikan kontribusi positif sekitar 1,47 poin terhadap IHSG meskipun mencatat estimasi net sell asing Rp243,26 miliar.

Penjualan bersih asing karena itu perlu dibaca bersama pergerakan harga dan keluasan pasar, bukan sebagai ukuran langsung besarnya tekanan terhadap IHSG.

Tiga Bukti yang Perlu Muncul pada Sesi Kedua

Daya tahan IHSG dan keluasan pasar menjadi pengujian pertama. Kenaikan akan memperoleh konfirmasi tambahan apabila indeks tetap menguat hingga penutupan dan jumlah saham naik masih lebih banyak daripada saham turun.

Area pembukaan 5.397,337 dan titik terendah sesi pertama 5.366,294 dapat digunakan sebagai referensi pergerakan intraday. Keduanya bukan level support yang telah teruji secara historis.

Partisipasi saham likuid menjadi pengujian kedua. Jika LQ45 dan IDX30 memperbaiki kinerja relatif terhadap IHSG, kelompok saham likuid akan menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap kenaikan pasar.

Perkembangan arus asing menjadi pengujian ketiga. Berkurangnya net sell, terutama pada saham bank besar, akan memperbaiki keseimbangan transaksi. Sebaliknya, penjualan yang membesar bersamaan dengan menyusutnya jumlah saham penguat akan memperlemah konfirmasi kenaikan.

Hasil penutupan perlu dibaca melalui ketiga indikator tersebut secara bersamaan. IHSG yang tetap menguat dengan keluasan positif, kinerja saham likuid yang membaik, dan tekanan jual asing yang berkurang akan memberikan konfirmasi lebih kuat dibandingkan kenaikan indeks saja.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes