IHSG Naik 0,64% setelah Sempat Tembus Titik Terendah 22 September, Asing Net Sell Rp336 Miliar
Breadth pasar berbalik membaik dengan 400 saham menguat dan 10 sektor positif. Namun IDX30 dan LQ45 masih tertinggal, sementara investor asing tetap mencatat net sell di All Market.
IHSG berada di 6.317,46 pada akhir Sesi I perdagangan 23 September 2026, naik 40,42 poin atau 0,64%. Sebelum berbalik naik, indeks sempat turun ke 6.253,74, sedikit di bawah titik terendah perdagangan 22 September.
Dari titik tersebut, IHSG pulih sekitar 63,73 poin dan mengakhiri sesi pagi hanya sekitar delapan poin di bawah titik tertinggi 6.325,47. Sebanyak 400 saham menguat dan penguatan menjangkau 10 dari 11 sektor.
Perubahan ini menunjukkan tekanan pasar tidak lagi seluas perdagangan sebelumnya. Namun perbaikannya belum merata karena kelompok saham likuid masih tertinggal dan investor asing tetap mencatat net sell Rp335,80 miliar di All Market.
IHSG Pulih 64 Poin setelah Sempat Membuat Titik Terendah Baru
IHSG membuka perdagangan di 6.297,96 sebelum turun ke 6.253,74. Indeks kemudian berbalik hingga mencapai 6.325,47 dan berada di 6.317,46 saat Sesi I berakhir.
Posisi tersebut menempatkan IHSG kembali dekat bagian atas rentang perdagangan setelah sempat membuat titik terendah baru pada pagi hari.
Pergerakan ini memperbaiki kondisi dibanding tekanan sehari sebelumnya. Namun satu sesi pagi belum cukup untuk menunjukkan bahwa fase tekanan telah berakhir. Ketahanan kenaikan pada Sesi II menjadi bukti berikutnya.
Breadth Berbalik Positif dan 10 Sektor Menguat
Perbaikan terlihat lebih luas daripada pergerakan IHSG saja. Sebanyak 400 saham menguat, 211 melemah, dan 175 tidak berubah.
Basic Materials memimpin kenaikan sebesar 1,77%, diikuti Consumer Cyclicals 1,50%, Industrials 1,40%, Transportation 1,05%, dan Energy 0,86%. Dari 11 sektor, hanya Healthcare yang praktis datar.
IDX SMC Composite naik 0,73%, sedikit melampaui IHSG yang menguat 0,64%. Sebaliknya, LQ45 naik 0,51% dan IDX30 hanya 0,39%.
Struktur ini menunjukkan kenaikan Sesi I tersebar cukup luas, termasuk ke saham berkapitalisasi kecil-menengah, tetapi belum dipimpin kelompok saham paling likuid.
Saham Likuid Tertinggal saat Asing Masih Net Sell
Arus dana asing masih bergerak berlawanan dengan perbaikan breadth. Investor asing mencatat net sell Rp335,80 miliar di All Market, dengan foreign buy Rp1,81 triliun dan foreign sell Rp2,14 triliun.
Tekanan terbesar terlihat pada saham-saham likuid seperti BBRI, BMRI, dan TLKM. BBNI dan BBCA juga masih berada di sisi jual asing. Pada lima saham tersebut, estimasi net foreign sell secara gabungan mencapai sekitar Rp299,54 miliar.
Di sisi lain, pembelian asing lebih banyak muncul pada MDKA, TINS, AMMN, INDY, dan INCO. MDKA mencatat estimasi net foreign buy Rp39,34 miliar, diikuti TINS Rp24,75 miliar dan AMMN Rp23,28 miliar.
Penyebutan saham dalam bagian ini digunakan untuk menunjukkan distribusi foreign flow pada Sesi I, bukan sebagai penilaian mengenai daya tarik investasi masing-masing saham.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Net Foreign Buy |
|---|---|
| MDKA | Rp39,34 miliar |
| TINS | Rp24,75 miliar |
| AMMN | Rp23,28 miliar |
| INDY | Rp16,04 miliar |
| INCO | Rp15,17 miliar |
| SINI | Rp14,85 miliar |
| VKTR | Rp12,68 miliar |
| TAPG | Rp10,43 miliar |
| SGER | Rp8,49 miliar |
| BRMS | Rp6,96 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Net Foreign Sell |
|---|---|
| BBRI | Rp128,74 miliar |
| BMRI | Rp69,39 miliar |
| TLKM | Rp64,85 miliar |
| ISAT | Rp33,66 miliar |
| BUMI | Rp29,54 miliar |
| ADRO | Rp26,87 miliar |
| BBNI | Rp20,57 miliar |
| DEWA | Rp17,10 miliar |
| BBCA | Rp15,99 miliar |
| MEDC | Rp13,87 miliar |
Nilai foreign flow per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume net.
Data Sesi I yang tersedia hanya menunjukkan foreign flow All Market. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah tekanan asing di Regular Market sudah mereda dibanding perdagangan 22 September.
Sesi II Menjadi Ujian untuk Perbaikan Pagi Ini
Kenaikan Sesi I akan memperoleh dukungan lebih kuat apabila IHSG mampu mempertahankan sebagian besar pemulihan dari 6.253,74, breadth tetap positif, dan IDX30 serta LQ45 mulai memperkecil ketertinggalannya.
Sebaliknya, jika IHSG kembali mendekati titik terendah sesi bersamaan dengan menyempitnya breadth dan berlanjutnya tekanan pada saham likuid, perbaikan pagi ini belum cukup untuk mengubah pembacaan risiko pasar.
Dengan demikian, data Sesi I lebih mendukung pembacaan stabilisasi awal daripada pemulihan yang sudah terkonfirmasi. Breadth dan sektor telah membaik, tetapi saham likuid serta foreign flow masih menjadi dua bukti yang perlu menyusul.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.