Banyu Capital

IHSG Turun 1,06% dan Tutup Sesi I Dekat Low, Asing Net Sell Rp987 Miliar di All Market

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Sebanyak 453 saham melemah dan seluruh 11 sektor berada di zona negatif. LQ45 serta IDX30 turun lebih dalam daripada IHSG, menunjukkan rebound luas 23 September belum mendapat konfirmasi lanjutan.

IHSG turun 1,06% ke 6.307,11 pada akhir Sesi I perdagangan 24 September 2026. Sebanyak 453 saham melemah, seluruh 11 sektor berada di zona negatif, dan investor asing mencatat net sell Rp987,09 miliar di All Market.

Tekanan muncul pada beberapa lapisan sekaligus. IHSG bergerak dekat titik terendah sesi, breadth berbalik negatif, LQ45 dan IDX30 turun lebih dalam daripada indeks utama, sementara tekanan jual asing membesar. Kondisi ini menunjukkan rebound luas 23 September belum memperoleh follow-through pada perdagangan pagi ini.

Belum ada bukti cukup untuk menyebut rebound tersebut sepenuhnya batal. Titik terendah 23 September di sekitar 6.253,74 masih bertahan dan menjadi batas penting apabila tekanan berlanjut pada Sesi II.

Dashboard Market Notes Midday BEI 24 September 2026 yang merangkum IHSG, breadth pasar, sektor, indeks likuid, foreign flow, dan level yang perlu dipantau pada Sesi II
Dashboard Market Notes Midday 24 September 2026. IHSG turun 1,06% ke 6.307,11 dengan 453 saham melemah, seluruh 11 sektor negatif, dan asing mencatat net sell Rp987,09 miliar di All Market. Sumber: Stockbit Sekuritas, Stockbit, dan RTI Business.

IHSG Tidak Sempat Kembali ke Atas Penutupan Kemarin

IHSG membuka perdagangan di 6.364,98, di bawah penutupan 23 September di 6.374,91. Indeks sempat mencapai high 6.368,57, tetapi tetap tidak berhasil kembali ke atas penutupan sehari sebelumnya.

Tekanan kemudian membawa IHSG ke low 6.304,01. Posisi 6.307,11 saat Midday hanya sekitar tiga poin di atas titik terendah tersebut.

Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp6,11 triliun pada Sesi I, dengan frekuensi sekitar 962 ribu transaksi.

Pola intraday pada 23 September justru berlawanan. IHSG sempat menyentuh 6.253,74 sebelum berbalik naik dan menutup perdagangan di 6.374,91, naik 1,56% serta berada dekat titik tertinggi harian.

Dengan high Sesi I hari ini tetap berada di bawah penutupan kemarin, tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan. Pasar belum menunjukkan upaya pemulihan yang cukup kuat untuk meneruskan rebound sehari sebelumnya.

Pelemahan Menjangkau 453 Saham dan Seluruh Sektor

Tekanan tidak berhenti pada indeks. Sebanyak 453 saham melemah, hanya 171 menguat, dan 162 tidak berubah. Jumlah saham turun sekitar 2,6 kali jumlah saham naik.

Seluruh 11 sektor juga berada di zona negatif. Basic Materials turun 1,68%, Industrials 1,62%, dan Property & Real Estate 1,30%. Consumer Non-Cyclicals menjadi sektor yang relatif paling defensif dengan pelemahan 0,12%.

Sehari sebelumnya, 448 saham menguat dan seluruh sektor berakhir positif. Pembalikan breadth tersebut menunjukkan tekanan pagi ini menyebar ke bagian pasar yang jauh lebih luas.

Breadth menunjukkan seberapa luas tekanan menyebar, tetapi tidak menjelaskan saham mana yang memberi kontribusi poin terbesar terhadap IHSG. Data kontribusi indeks per saham tidak tersedia dalam basis data Midday yang digunakan.

Indeks Likuid Tertinggal saat Net Sell Asing Mendekati Rp1 Triliun

Kelompok saham likuid juga belum memberikan konfirmasi pemulihan. LQ45 turun 1,27% dan IDX30 turun 1,18%, keduanya lebih dalam dibandingkan penurunan IHSG sebesar 1,06%.

Investor asing mencatat pembelian Rp1,75 triliun dan penjualan Rp2,74 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net sell Rp987,09 miliar pada Sesi I.

Sebagai pembanding, All Market mencatat net sell Rp461,35 miliar sepanjang perdagangan 23 September. Dengan basis yang sama, net sell pada Sesi I hari ini sudah sekitar 2,1 kali angka akhir perdagangan kemarin. Angka 24 September masih dapat berubah setelah Sesi II.

Tekanan asing terbesar terlihat pada BMRI dengan estimasi net sell Rp237,12 miliar, kemudian BBRI Rp90,69 miliar, TLKM Rp76,70 miliar, BUMI Rp60,80 miliar, dan DSSA Rp32,16 miliar.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Net Foreign Buy
ASII Rp22,19 miliar
ASLI Rp16,10 miliar
TINS Rp8,64 miliar
COIN Rp7,18 miliar
MEJA Rp3,76 miliar
MNCN Rp3,69 miliar
MEDC Rp2,67 miliar
GULA Rp2,53 miliar
INDF Rp2,21 miliar
DEWI Rp1,91 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Net Foreign Sell
BMRI Rp237,12 miliar
BBRI Rp90,69 miliar
TLKM Rp76,70 miliar
BUMI Rp60,80 miliar
DSSA Rp32,16 miliar
AMMN Rp31,98 miliar
ANTM Rp28,74 miliar
DEWA Rp28,59 miliar
PTRO Rp28,33 miliar
BBCA Rp27,57 miliar

Nilai foreign flow per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata dan volume bersih Sesi I. Data tersebut menjelaskan distribusi transaksi asing, bukan kontribusi poin masing-masing saham terhadap IHSG.

Konsentrasi net sell pada beberapa saham likuid memperkuat satu kelemahan yang sudah terlihat sejak 23 September: pemulihan harga belum diikuti perbaikan aliran dana asing.

Sesi II Menentukan Apakah Tekanan Berhenti di Area 6.300

Sesi II akan menguji apakah tekanan pagi ini berhenti di sekitar low 6.304,01 atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Pemulihan akan mendapat dukungan jika IHSG mampu menjauh dari low pagi, jumlah saham turun mulai berkurang, dan net sell asing tidak terus melebar. Perbaikan LQ45 dan IDX30 relatif terhadap IHSG juga akan menjadi konfirmasi tambahan.

Sebaliknya, penembusan 6.304,01 dengan breadth yang makin lemah akan membuka kembali pengujian terhadap area low 23 September di sekitar 6.253,74.

Jika area 6.253,74 ikut ditembus bersamaan dengan tekanan asing yang tetap besar dan breadth tetap negatif, rebound 23 September akan kehilangan salah satu dasar konfirmasi terpentingnya.

Untuk Sesi II, bukti terpenting bukan sekadar apakah IHSG kembali hijau, tetapi apakah harga, breadth, saham likuid, dan foreign flow mulai bergerak ke arah yang sama.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#bei #foreign-flow #ihsg #market-notes #midday