Banyu Capital

IHSG Nyaris Datar, tetapi LQ45 dan IDX30 Menguat di Tengah Net Sell Asing Rp228 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG menutup sesi 1 turun tipis 0,04% setelah pulih 36,88 poin dari titik terendah. Breadth positif dan penguatan indeks saham likuid menunjukkan struktur pasar yang lebih konstruktif, tetapi asing masih mencatat net sell Rp228,10 miliar dan IHSG belum menembus 6.200.

Dashboard Market Notes Midday 28 Juli 2026 yang merangkum pergerakan IHSG, breadth pasar, indeks saham likuid, sektor, dan foreign flow
IHSG pulih 36,88 poin dari titik terendah dan indeks saham likuid menguat, tetapi stabilisasi belum mendapat konfirmasi penuh dari harga, keluasan sektor, dan arus asing. Sumber data: Stockbit Sekuritas dan RTI Business, sesi 1 tanggal 28 Juli 2026.

Indeks sempat turun ke 6.146,28 pada awal perdagangan sebelum berbalik naik hingga 6.199,44. Pada saat yang sama, 332 saham menguat dan 255 saham melemah, sementara LQ45, IDX30, IDX80, serta indeks small-mid cap berada di zona positif.

Kondisi ini menunjukkan stabilisasi awal, bukan pemulihan yang telah terkonfirmasi. Penguatan baru mencakup empat dari sebelas sektor, sektor keuangan masih melemah, dan arus asing tetap negatif.

IHSG Pulih 36,88 Poin, tetapi 6.200 Belum Ditembus

IHSG membuka perdagangan di 6.175,20, kemudian turun ke 6.146,28 sebelum pulih dan menutup sesi pertama di 6.183,16. Posisi penutupan berada 7,96 poin di atas pembukaan dan 36,88 poin di atas titik terendah.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya penyerapan tekanan intraday. Namun, titik tertinggi IHSG masih berada di 6.199,44, sekitar 16,28 poin di atas penutupan sesi pertama dan belum melewati 6.200.

Karena itu, kemampuan pulih dari titik terendah lebih tepat dibaca sebagai daya tahan terhadap tekanan, belum sebagai perubahan arah yang terkunci.

Nilai transaksi All Market mencapai Rp5,23 triliun, terdiri atas sekitar Rp4,71 triliun di pasar reguler dan Rp516,82 miliar di pasar negosiasi. Volume perdagangan mencapai 14,85 miliar saham dengan frekuensi 922.709 kali.

Belum tersedia pembanding historis khusus sesi 1. Nilai transaksi tersebut belum cukup untuk menunjukkan apakah stabilisasi harga telah didukung peningkatan partisipasi pasar.

Saham Likuid dan Breadth Lebih Kuat daripada Angka IHSG

Sebanyak 332 saham menguat, 255 saham melemah, dan 208 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 1,30 kali.

Indeks saham likuid juga mengungguli IHSG:

Indeks Perubahan
IDX80 +0,30%
LQ45 +0,28%
IDX30 +0,21%
IDX SMC Liquid +0,21%
IDX SMC Composite +0,16%
IHSG -0,04%

Struktur ini berbeda dari penutupan 27 Juli, ketika LQ45, IDX30, IDX80, dan IDX SMC Liquid turun lebih dalam daripada IHSG. Pada sesi pertama 28 Juli, seluruh indeks tersebut justru bergerak positif.

Artinya, pelemahan tipis IHSG tidak disertai tekanan luas pada saham likuid maupun kelompok small-mid cap.

Namun, breadth yang tersedia dihitung berdasarkan jumlah saham. Belum tersedia data kapitalisasi pasar saham yang naik dan turun, sehingga dominasi saham menguat belum otomatis menunjukkan bahwa mayoritas kapitalisasi pasar berada di zona positif.

Breadth Saham Membaik, tetapi Hanya Empat Sektor Menguat

Perbaikan pada tingkat saham belum sepenuhnya meluas ke tingkat sektor.

Dari sebelas sektor BEI, empat sektor menguat, enam melemah, dan satu tidak berubah. Basic Materials dan Consumer Non-Cyclicals mencatat kenaikan terbesar, sementara tekanan terdalam terjadi pada Properties and Real Estate, Healthcare, dan Technology.

Sektor Perubahan
Basic Materials +0,77%
Consumer Non-Cyclicals +0,68%
Infrastructures +0,19%
Consumer Cyclicals +0,02%
Industrials 0,00%
Transportation and Logistics -0,16%
Energy -0,29%
Financials -0,38%
Technology -0,43%
Healthcare -0,46%
Properties and Real Estate -1,60%

Sektor Financials masih turun 0,38%, meskipun LQ45 dan IDX30 menguat. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan saham likuid belum didukung kepemimpinan yang seragam dari bank besar dan sektor keuangan.

Dengan hanya empat sektor di zona positif, stabilisasi sesi pertama masih bertumpu pada rotasi yang terbatas.

Net Sell Asing Menyusut, tetapi Belum Berbalik Arah

Investor asing membukukan pembelian Rp1,50 triliun dan penjualan Rp1,73 triliun pada seluruh pasar. Hasilnya, asing mencatat net sell Rp228,10 miliar sampai akhir sesi pertama.

Angka tersebut lebih kecil dibanding net sell Rp293,41 miliar pada Midday 27 Juli. Tekanan bersih asing menyusut Rp65,31 miliar atau sekitar 22,3%, tetapi belum berubah menjadi pembelian bersih.

Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dan volume bersih asing. Angka tersebut digunakan untuk membaca arah serta konsentrasi arus, bukan sebagai nilai transaksi resmi BEI.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Estimasi Net Buy
BBCA Rp30,81 miliar
AMMN Rp23,62 miliar
BBRI Rp23,22 miliar
TINS Rp22,03 miliar
RAJA Rp17,36 miliar
EMAS Rp10,80 miliar
BRPT Rp10,02 miliar
BACH Rp7,69 miliar
GGRM Rp6,72 miliar
SMGR Rp6,12 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Estimasi Net Sell
BMRI Rp45,80 miliar
PACK Rp38,62 miliar
ENRG Rp24,01 miliar
BUMI Rp20,80 miliar
DSSA Rp19,03 miliar
INDY Rp17,55 miliar
TLKM Rp14,06 miliar
TPIA Rp13,53 miliar
CUAN Rp11,67 miliar
PGAS Rp10,70 miliar

Arus asing masih terpecah. Pembelian pada BBCA dan BBRI mengimbangi sebagian penjualan BMRI, tetapi belum membentuk arah yang seragam pada bank besar.

Pada kelompok energi, penjualan terlihat pada ENRG, BUMI, DSSA, INDY, CUAN, dan PGAS. Konsentrasi tersebut sejalan dengan sektor Energy yang turun 0,29%, meskipun hubungan langsung antara foreign flow dan perubahan sektor belum dapat ditentukan hanya dari data sesi pertama.

Secara agregat, penyusutan net sell merupakan perbaikan relatif. Konfirmasi yang lebih kuat tetap membutuhkan arus asing yang mendekati netral atau berbalik positif.

Rupiah dan Pasar Asia Menjadi Konteks Kehati-hatian

USD/IDR berada di 18.098,90 dan naik 0,55% pada snapshot sekitar akhir sesi pertama, yang menunjukkan rupiah melemah terhadap dolar AS.

Pada saat yang sama, Nikkei turun 3,80%, Shanghai Composite melemah 1,13%, dan Hang Seng turun 0,24%. Mayoritas komoditas utama juga berada dalam tekanan.

Di tengah kondisi tersebut, IHSG hanya turun 0,04%, sedangkan LQ45, IDX30, dan IDX80 tetap positif. Ini menunjukkan daya tahan relatif pasar domestik selama sesi pertama.

Namun, data kurs, indeks Asia, dan komoditas tersebut belum merupakan harga penutupan final maupun penetapan JISDOR. Fungsinya adalah memberi konteks risiko, bukan menjelaskan pergerakan IHSG melalui satu penyebab tunggal.

Tiga Hal yang Perlu Dibuktikan pada Sesi 2

Harga. IHSG perlu menembus dan bertahan di atas 6.200 agar pemulihan dari 6.146 mendapat konfirmasi lebih kuat. Kegagalan berulang di bawah 6.200 akan mempertahankan indeks dalam fase stabilisasi.

Keluasan pasar. LQ45, IDX30, dan IDX80 perlu tetap positif, sementara jumlah saham naik dan sektor penguat tidak menyempit. Perbaikan yang hanya bertahan pada sejumlah saham belum cukup untuk membangun pemulihan yang luas.

Arus dana. Net foreign sell perlu terus menyusut atau berbalik positif. Jika penjualan kembali membesar dan meluas ke lebih banyak saham berkapitalisasi besar, perbaikan struktur sesi pertama akan kehilangan salah satu sumber konfirmasinya.

Pembacaan stabilisasi mulai terinvalidasi apabila IHSG kembali menembus 6.146 bersamaan dengan pembalikan negatif pada indeks saham likuid, dominasi saham turun, dan pelebaran tekanan jual asing.

Sampai akhir sesi pertama, pasar menunjukkan kemampuan menahan tekanan dengan struktur internal yang lebih baik. Bukti berikutnya tetap harus datang dari 6.200, keluasan sektor, dan arah foreign flow.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes