IHSG Tutup Sesi 1 di Bawah 6.100 dan 10 Sektor Melemah, tetapi IDX30 dan LQ45 Nyaris Datar
IHSG sempat jatuh ke 6.029,32 sebelum pulih 64,27 poin. Tekanan menjangkau mayoritas saham, sektor, dan kelompok small-mid cap, tetapi belum sepenuhnya menular ke indeks saham paling likuid.
IHSG turun 36,99 poin atau 0,60% ke 6.093,59 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Posisi tersebut berada di bawah penutupan 28 Juli sebesar 6.130,59.
Tekanan tetap luas. Sebanyak 461 saham turun dan sepuluh dari sebelas sektor berada di zona negatif. Namun, IDX30 hanya turun 0,02% dan LQ45 melemah 0,08%, jauh lebih ringan daripada IHSG dan IDX SMC Composite.
Perbedaan tersebut menunjukkan tekanan belum berlangsung seragam. Namun, ketahanan relatif IDX30 dan LQ45 belum mengonfirmasi stabilisasi karena breadth, sektor, dan small-mid cap tetap lemah.
IHSG Menembus 6.130, tetapi Tidak Bertahan di Titik Terendah
IHSG membuka perdagangan di 6.141,16 dan sempat naik ke 6.174,41. Kenaikan awal tidak bertahan. Indeks kemudian berbalik turun hingga menyentuh 6.029,32.
Titik terendah itu berada 101,27 poin di bawah penutupan sebelumnya. Menjelang akhir sesi pertama, IHSG memulihkan 64,27 poin dan berakhir di 6.093,59.
Pemulihan intraday membuat sesi pertama tidak berakhir dekat titik terendah. Namun, struktur harga belum berubah karena indeks tetap berada di bawah level psikologis 6.100 dan penutupan sebelumnya di 6.130,59.
Penembusan 6.130 mengonfirmasi bahwa tekanan pada EOD 28 Juli belum selesai. Pantulan dari 6.029,32 baru mengurangi tekanan intraday. Validasi perbaikan membutuhkan pemulihan di atas 6.100 dan 6.130,59.
Nilai transaksi reguler mencapai Rp7,02 triliun, dengan volume 26,88 miliar saham dan frekuensi 1.254.426 kali. Tanpa pembanding historis yang setara, data aktivitas ini belum cukup untuk menyimpulkan apakah tekanan disertai partisipasi perdagangan yang tidak biasa.
461 Saham dan 10 Sektor Melemah, Tekanan Tetap Menjangkau Pasar Luas
Sebanyak 461 saham berada di zona negatif, sedangkan 176 saham menguat dan 154 saham tidak berubah. Rasio saham turun terhadap saham naik mencapai sekitar 2,62 kali.
Dari saham yang bergerak naik atau turun, sekitar 72,4% berada di zona negatif. Pelemahan tidak hanya berasal dari beberapa saham berkapitalisasi besar.
Healthcare menjadi satu-satunya sektor positif, itu pun hanya naik 0,02%.
| Sektor | Perubahan |
|---|---|
| Properties and Real Estate | -2,62% |
| Infrastructures | -1,59% |
| Industrials | -1,39% |
| Consumer Cyclicals | -1,31% |
| Transportation and Logistics | -0,94% |
| Energy | -0,87% |
| Financials | -0,59% |
| Basic Materials | -0,36% |
| Technology | -0,33% |
| Consumer Non-Cyclicals | -0,12% |
| Healthcare | +0,02% |
Pelemahan menjangkau hampir seluruh sektor, sedangkan kenaikan Healthcare sebesar 0,02% belum membentuk bantalan yang berarti.
Tekanan ini luas, tetapi belum dapat disebut kapitulasi. Indeks likuid tidak melemah dalam skala yang sama dan aktivitas reguler belum memiliki pembanding yang menunjukkan kondisi ekstrem.
IDX30 dan LQ45 Bertahan, Small-Mid Cap Menanggung Tekanan Lebih Berat
Tekanan paling berat tidak berada pada indeks saham paling likuid. IDX30 dan LQ45 nyaris datar, sementara IHSG dan IDX SMC Composite melemah lebih dalam.
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| IDX30 | -0,02% |
| LQ45 | -0,08% |
| IDX80 | -0,16% |
| IDX SMC Liquid | -0,33% |
| IHSG | -0,60% |
| IDX SMC Composite | -0,89% |
IDX SMC Composite tertinggal 87 basis poin dari IDX30. Kondisi pasar luas terlihat lebih lemah daripada yang tergambar dari indeks saham likuid.
Struktur tersebut berbeda dari penutupan 28 Juli. Pada saat itu, IDX30 turun 0,81%, IDX80 melemah 0,80%, dan LQ45 turun 0,74%. Indeks likuid turut berada di pusat tekanan.
Pada sesi pertama 29 Juli, ketiga indeks tersebut bertahan lebih baik. Karena itu, penurunan belum berlangsung dengan intensitas yang sama pada seluruh lapisan pasar.
Namun, IDX30 dan LQ45 yang nyaris datar belum membuktikan bahwa mayoritas konstituennya memperoleh permintaan. Pergerakan indeks dapat ditahan oleh sejumlah saham berbobot besar.
Ketahanan relatif indeks likuid juga belum disertai perbaikan breadth. Selama mayoritas saham, sepuluh sektor, dan IDX SMC Composite masih melemah, kondisi pasar luas tetap rapuh.
Net Buy All Market Rp9,17 Triliun Tidak Bisa Dibaca sebagai Arus Reguler
Data All Market menunjukkan pembelian asing Rp11,36 triliun dan penjualan Rp2,20 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy sekitar Rp9,17 triliun.
Angka tersebut tidak dapat digunakan untuk membaca arah arus asing di pasar reguler.
Nilai transaksi All Market mencapai Rp16,86 triliun. Pasar negosiasi menyumbang Rp9,83 triliun, lebih besar daripada nilai pasar reguler Rp7,02 triliun.
| Segmen pasar | Nilai transaksi |
|---|---|
| Reguler | Rp7,02 triliun |
| Negosiasi | Rp9,83 triliun |
| Tunai | Rp349,30 juta |
Karena data All Market mencakup transaksi negosiasi dalam jumlah besar, arah foreign flow reguler belum dapat dikonfirmasi dari angka agregat tersebut.
Distribusi estimasi transaksi per saham memberi gambaran yang lebih terbatas. BBCA mencatat estimasi pembelian asing terbesar, sedangkan BMRI, AMMN, ANTM, TINS, dan BBRI berada di sisi penjualan.
Estimasi Net Foreign Buy Terbesar
| Saham | Estimasi |
|---|---|
| BBCA | Rp52,05 miliar |
| DSSA | Rp30,43 miliar |
| DEWA | Rp23,27 miliar |
| TLKM | Rp8,09 miliar |
| CUAN | Rp7,96 miliar |
| BULL | Rp6,31 miliar |
| ITMG | Rp6,09 miliar |
| INCO | Rp5,88 miliar |
| BRMS | Rp5,63 miliar |
| ADRO | Rp5,22 miliar |
Estimasi Net Foreign Sell Terbesar
| Saham | Estimasi |
|---|---|
| BMRI | Rp38,83 miliar |
| AMMN | Rp31,24 miliar |
| ANTM | Rp30,56 miliar |
| TINS | Rp25,51 miliar |
| BBRI | Rp20,77 miliar |
| ISAT | Rp15,67 miliar |
| EMAS | Rp14,97 miliar |
| BREN | Rp14,53 miliar |
| INDY | Rp12,72 miliar |
| KOTA | Rp11,75 miliar |
Angka per saham merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dikalikan volume bersih asing. Data tersebut membantu membaca distribusi transaksi, tetapi bukan statistik agregat resmi pasar reguler.
Arah transaksi asing per saham belum seragam. BBCA mencatat pembelian, sedangkan BMRI dan BBRI berada di sisi penjualan. Perbedaan arah juga terlihat pada kelompok komoditas.
Data sesi pertama karena itu belum mendukung kesimpulan bahwa investor asing membeli atau menjual pasar secara merata.
Area 6.029 dan 6.130 Menentukan Validasi Sesi Kedua
Titik terendah 6.029,32 menjadi batas awal untuk menilai apakah pemulihan intraday dapat bertahan.
Tekanan menguat apabila:
- IHSG menembus 6.029,32;
- IDX30 dan LQ45 ikut melemah lebih dalam;
- dominasi saham turun dan sektor negatif bertambah.
Dalam kondisi tersebut, tekanan mulai menjangkau indeks saham paling likuid dan tidak lagi terkonsentrasi pada pasar luas.
Stabilisasi memperoleh validasi awal apabila:
- IHSG merebut kembali 6.100 dan 6.130,59;
- IDX30, LQ45, dan small-mid cap membaik;
- breadth serta jumlah sektor positif ikut pulih.
Pembacaan sementara tetap defensif. Pasar luas sudah melemah secara nyata, tetapi indeks saham likuid belum menunjukkan tekanan dalam skala yang sama.
Sesi kedua perlu membuktikan apakah perbedaan tersebut bertahan bersamaan dengan perbaikan breadth, atau justru hilang ketika tekanan kembali menjangkau saham berkapitalisasi besar.
Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.