IHSG Pulih 122 Poin dari 6.013, Jual Bersih Asing All Market Membesar ke Rp366 Miliar
IHSG hanya turun 0,21% pada akhir sesi I 29 September 2026, tetapi angka itu menyembunyikan tekanan yang jauh lebih dalam. Indeks sempat jatuh sekitar 2,19% dari penutupan sehari sebelumnya sebelum memulihkan hampir 122 poin dari titik terendah.
Masalahnya, pemulihan IHSG belum diikuti perbaikan yang sama pada breadth dan arus asing. Sebanyak 426 saham masih melemah, tujuh dari 11 sektor berada di zona negatif, sementara net foreign sell All Market membesar menjadi Rp365,88 miliar.
Angka -0,21% Menyembunyikan Intraday Drawdown 2,19%
IHSG dibuka di 6.118,81 setelah sehari sebelumnya ditutup di 6.147,86. Tekanan jual kemudian membawa indeks ke 6.013,08, sekitar 134,78 poin atau 2,19% di bawah penutupan 28 September.
Dari titik itu, IHSG berbalik naik hingga mencapai 6.150,55 dan mengakhiri sesi I di 6.135,00. Artinya, indeks telah memulihkan sekitar 121,92 poin dari titik terendah dan berakhir hanya sekitar 15,55 poin di bawah level tertinggi sesi.
Perubahan perilaku harga ini penting karena pada 28 September IHSG justru ditutup dekat titik terendah harian. Namun struktur harga belum sepenuhnya pulih. Indeks sempat kembali melewati low 28 September di 6.140,34, tetapi tidak mampu mempertahankannya hingga akhir sesi I.
Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp8,10 triliun, dengan volume 24,26 miliar saham dan sekitar 1,18 juta kali transaksi.
Pemulihan IHSG Belum Menjadi Pemulihan Pasar yang Luas
Struktur internal pasar masih lebih lemah daripada pergerakan indeksnya. Sebanyak 242 saham menguat, 426 melemah, dan 120 tidak berubah. Jumlah saham turun masih sekitar 1,8 kali jumlah saham yang naik.
Tekanan juga masih tersebar di mayoritas sektor. Teknologi turun 2,94%, barang konsumen siklikal 1,32%, dan properti 1,02%. Transportasi, kesehatan, energi, dan keuangan juga masih berada di zona negatif.
Sebaliknya, infrastruktur naik 0,34%, barang konsumen primer 0,22%, dan sektor perindustrian 0,19%.
Pemulihan dari 6.013 sejauh ini lebih kuat pada indeks daripada pada pasar secara keseluruhan. Konfirmasi berikutnya bukan sekadar IHSG naik, tetapi jumlah saham turun ikut berkurang dan penguatan mulai menyebar ke lebih banyak sektor.
Jual Bersih Asing Membesar, tetapi Arusnya Tidak Satu Arah
Investor asing membukukan pembelian Rp2,62 triliun dan penjualan Rp2,99 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign sell Rp365,88 miliar.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Foreign Buy | Rp2,62 triliun |
| Foreign Sell | Rp2,99 triliun |
| Net Foreign Sell | Rp365,88 miliar |
Pada sesi I 28 September, net foreign sell All Market tercatat sekitar Rp129,63 miliar. Dengan demikian, jual bersih pada sesi I hari ini bertambah sekitar Rp236,25 miliar.
Arus tersebut tetap tidak seragam antar-saham. BBRI memimpin pembelian bersih asing, sementara tekanan jual terbesar terkonsentrasi antara lain pada ADMF, BMRI, BBCA, dan TLKM.
Top 10 Net Foreign Buy All Market
| No | Saham | Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | BBRI | Rp66,87 miliar |
| 2 | TPIA | Rp30,93 miliar |
| 3 | ASII | Rp21,68 miliar |
| 4 | EMAS | Rp17,10 miliar |
| 5 | DSSA | Rp15,41 miliar |
| 6 | ISAT | Rp14,65 miliar |
| 7 | AMMN | Rp13,27 miliar |
| 8 | MDKA | Rp12,38 miliar |
| 9 | BNBR | Rp11,51 miliar |
| 10 | DEWA | Rp9,99 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell All Market
| No | Saham | Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | ADMF | Rp243,05 miliar |
| 2 | BMRI | Rp104,54 miliar |
| 3 | BBCA | Rp75,20 miliar |
| 4 | TLKM | Rp63,57 miliar |
| 5 | ADRO | Rp39,89 miliar |
| 6 | PTBA | Rp38,33 miliar |
| 7 | AADI | Rp33,59 miliar |
| 8 | BBNI | Rp25,07 miliar |
| 9 | BULL | Rp10,34 miliar |
| 10 | ITMG | Rp10,03 miliar |
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi I dan volume bersih. Angka tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca distribusi arus asing antar-saham daripada sebagai nilai transaksi yang berdiri sendiri.
Tiga Indikator yang Perlu Diuji pada Sesi II
Sesi II akan memberi bukti berikutnya apakah pemulihan dari 6.013 dapat bertahan atau hanya menjadi pantulan intraday. Tiga indikator menjadi pembeda.
Pertama, IHSG perlu menunjukkan kemampuan kembali bertahan di atas area referensi 6.140,34 hingga 6.150,55. Kedua, breadth perlu membaik dari posisi 242 saham naik berbanding 426 saham turun. Ketiga, net foreign sell All Market perlu berhenti membesar.
Jika ketiganya membaik bersama, bukti bahwa tekanan pasar mulai mereda akan menjadi lebih kuat.
Sebaliknya, jika IHSG kembali berada di bawah 6.013,08 bersamaan dengan breadth yang memburuk dan jual bersih asing yang bertambah, pembacaan bahwa tekanan mulai mereda perlu diuji ulang.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.