Banyu Capital

IHSG Hapus Kenaikan Awal meski 323 Saham Menguat, Asing Catat Net Sell All Market Rp364 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG kehilangan 39,03 poin dari level tertinggi dan menutup sesi pertama di 6.234,293. Namun, 323 saham, enam sektor, LQ45, dan small-mid cap masih menguat, sementara net foreign sell All Market Rp363,53 miliar menunjukkan bahwa konfirmasi pasar belum kuat.

Dashboard Market Notes Midday 3 Agustus 2026 yang merangkum IHSG, breadth, indeks likuid, dan foreign flow All Market
Dashboard Market Notes Midday 3 Agustus 2026 merangkum penghapusan kenaikan pembukaan IHSG, breadth positif yang tipis, divergensi indeks likuid, dan net foreign sell All Market Rp363,53 miliar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

IHSG gagal mempertahankan optimisme pada pembukaan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Setelah dibuka di 6.272,617 atau sekitar 0,59% di atas penutupan Jumat, indeks berbalik turun dan menutup sesi pertama di 6.234,293, melemah 1,833 poin atau 0,03%.

Hilangnya kenaikan awal belum menunjukkan tekanan yang menyebar ke seluruh pasar. Sebanyak 323 saham masih menguat, enam sektor berada di zona positif, dan LQ45 naik 0,32%.

Namun, bantalan tersebut relatif tipis karena 294 saham melemah. Arus asing dan kepemimpinan saham berkapitalisasi besar juga belum memberikan konfirmasi yang seragam.

Kenaikan Pembukaan Terhapus dalam Pergerakan Dua Arah

IHSG sempat mencapai 6.273,326 sebelum tertekan hingga level terendah 6.213,346. Dari titik terendah tersebut, indeks pulih 20,947 poin dan menutup sesi pertama 39,033 poin di bawah level tertinggi.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme pembukaan tidak bertahan. Meski demikian, pemulihan dari level terendah menunjukkan bahwa tekanan dalam sesi tidak berlangsung satu arah. Posisi akhir sesi pertama juga hanya 1,833 poin di bawah penutupan Jumat di 6.236,126.

Nilai transaksi All Market mencapai Rp7,686 triliun. Tanpa pembanding sesi pertama yang setara, angka ini belum menunjukkan perubahan intensitas perdagangan.

Selisih 29 Saham Menyisakan Bantalan Tipis

Sebanyak 323 saham menguat, 294 melemah, dan 169 tidak berubah. Selisih antara saham naik dan turun hanya 29 saham, sehingga breadth masih positif tetapi mendekati kondisi seimbang.

Pada sesi pertama, selisih 29 saham dan enam sektor positif menunjukkan bantalan partisipasi yang tipis. Sebagai konteks, perdagangan sehari penuh Jumat berakhir dengan selisih 244 saham dan 10 sektor menguat. Karena durasi perdagangan berbeda, angka Jumat hanya menunjukkan posisi penutupan sebelumnya dan tidak membuktikan bahwa partisipasi pada sesi pertama Senin telah memburuk.

Enam sektor menguat dan lima melemah. Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektor terkuat dengan kenaikan 1,93%, sedangkan Teknologi turun 1,33% dan menjadi sektor terlemah.

Finansial juga melemah. Artinya, salah satu sektor berbobot besar terhadap IHSG belum mendukung kelanjutan penguatan indeks.

Tekanan belum cukup luas untuk disebut pelemahan menyeluruh. Namun, partisipasi positif juga belum cukup kuat untuk mengonfirmasi kelanjutan penguatan Jumat.

Ketahanan LQ45 dan Small-Mid Cap Belum Diikuti IDX30

LQ45 naik 0,32% dan IDX Small-Mid Cap Liquid menguat 1,03%, sedangkan IDX30 turun tipis 0,01%.

LQ45 mengungguli IHSG sekitar 0,35 poin persentase. IDX Small-Mid Cap Liquid mencatat keunggulan lebih lebar, sekitar 1,06 poin persentase.

Masih terdapat kelompok saham likuid dan saham berkapitalisasi kecil-menengah yang mampu bertahan ketika IHSG turun tipis. Namun, pelemahan IDX30 dan Finansial menunjukkan bahwa dukungan dari kelompok saham berkapitalisasi besar belum merata.

Pasar karena itu lebih tepat dibaca sedang mengalami divergensi kepemimpinan, bukan bergerak dalam satu arah yang seragam.

Net Foreign Sell Tidak Merata di Saham Berkapitalisasi Besar

Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp1,68 triliun dan penjualan Rp2,04 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign sell All Market Rp363,53 miliar.

Aktivitas asing Nilai
Foreign buy Rp1,68 triliun
Foreign sell Rp2,04 triliun
Net foreign sell All Market Rp363,53 miliar

Net foreign sell terbesar tercatat pada BBRI dan BMRI, masing-masing Rp72,81 miliar dan Rp68,94 miliar. Secara gabungan, keduanya mencatat net foreign sell Rp141,75 miliar.

Arus tersebut berlangsung bersamaan dengan pelemahan Finansial. Namun, data yang tersedia tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa penjualan asing pada kedua bank tersebut menjadi penyebab langsung turunnya IHSG karena kontribusi poin masing-masing saham tidak tersedia.

Di sisi lain, asing masih mencatat net foreign buy pada TLKM dan BBCA dengan nilai gabungan Rp117,64 miliar. Arus asing karena itu tidak sepenuhnya satu arah.

No. Net foreign buy Nilai Net foreign sell Nilai
1 TLKM Rp73,49 miliar BBRI Rp72,81 miliar
2 BBCA Rp44,15 miliar BMRI Rp68,94 miliar
3 KOTA Rp22,77 miliar TPIA Rp57,56 miliar
4 BRMS Rp20,43 miliar AMMN Rp38,48 miliar
5 GGRM Rp19,12 miliar BRPT Rp38,31 miliar
6 INDF Rp15,11 miliar EMAS Rp29,06 miliar
7 ICBP Rp14,02 miliar ASII Rp25,42 miliar
8 MEDC Rp9,77 miliar MDIA Rp23,84 miliar
9 TINS Rp7,66 miliar BREN Rp19,14 miliar
10 JGLE Rp5,83 miliar INDY Rp15,07 miliar

Angka tersebut merupakan data All Market dan tidak boleh dibaca sebagai foreign flow khusus pasar reguler.

Level 6.236,126 Menjadi Uji Awal Sesi Kedua

Kemampuan IHSG kembali berada di atas penutupan Jumat di 6.236,126 menjadi uji awal bahwa tekanan memang belum menyeluruh. Konfirmasi akan lebih kuat jika breadth tetap positif, LQ45 mempertahankan kenaikan, dan jumlah sektor positif tidak kembali menyusut.

Tekanan menjadi lebih material jika IHSG menembus 6.213,346 dan kondisi internal pasar ikut melemah, terutama ketika breadth berubah negatif, LQ45 berbalik turun, atau mayoritas sektor masuk zona merah.

Pelebaran penjualan asing ke lebih banyak saham likuid juga akan semakin melemahkan pembacaan bahwa tekanan masih terkonsentrasi.

Sebagai konteks sekunder, data platform menunjukkan USD/IDR di Rp17.997, turun 0,07%. Angka tersebut bukan JISDOR resmi. Sampai sesi pertama berakhir, pelemahan IHSG belum berlangsung bersamaan dengan tekanan rupiah pada data yang tersedia.

Konfirmasi awal muncul jika IHSG kembali berada di atas 6.236,126. Kualitas pemulihan hingga penutupan tetap bergantung pada bertahannya breadth positif dan LQ45, jumlah sektor positif yang tidak menyusut, serta penjualan asing yang tidak semakin meluas.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes