Banyu Capital

IHSG Kembali ke Atas 6.100 dan 9 Sektor Menguat, tetapi Net Buy Asing Terbatas Rp46,91 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG menutup sesi pertama di 6.147,96 setelah sempat menyentuh 6.168,57. Sebanyak 468 saham menguat, IDX30 dan LQ45 mengungguli IHSG, tetapi pembelian dan penjualan asing masih hampir berimbang.

Dashboard Market Notes Midday IHSG sesi pertama 30 Juli 2026 yang menampilkan breadth, sektor, indeks utama, transaksi, dan foreign flow
IHSG naik 0,93% ke 6.147,96 pada sesi pertama 30 Juli 2026, didukung 468 saham dan sembilan sektor yang menguat. Net foreign buy All Market masih terbatas Rp46,91 miliar. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

Sehari setelah IHSG ditutup di bawah 6.100 dengan 494 saham dan delapan sektor melemah, sesi pertama 30 Juli menunjukkan rebound yang lebih luas. IHSG naik 56,57 poin atau 0,93% ke 6.147,96, sebanyak sembilan sektor menguat, dan jumlah saham naik mencapai 2,80 kali saham turun.

IDX30, LQ45, dan indeks small-mid cap ikut menguat lebih tinggi daripada IHSG, sehingga rebound tidak berhenti pada indeks utama. Stabilisasinya belum terkunci karena net foreign buy All Market baru Rp46,91 miliar dan arus asing masih terfragmentasi antar-saham.

IHSG Merebut Kembali 6.100, tetapi Masih Berjarak dari High

IHSG dibuka di 6.110,28 dan sempat turun ke 6.106,55. Indeks kemudian menguat hingga 6.168,57 sebelum menutup sesi pertama di 6.147,96.

Posisi tersebut menempatkan IHSG 47,96 poin di atas 6.100 dan 17,37 poin di atas penutupan 28 Juli pada 6.130,59. Dua level referensi itu telah direbut kembali secara intraday.

Meski demikian, IHSG menutup sesi pertama 20,61 poin di bawah titik tertinggi. Kemampuan mempertahankan 6.130,59 hingga penutupan masih menjadi penguji utama rebound.

Breadth Berbalik Positif dan Sembilan Sektor Menguat

Data sesi pertama menunjukkan:

Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai 2,80 kali. Dari seluruh saham yang berubah harga, sekitar 73,7% menguat.

Perubahan ini berkebalikan dengan perdagangan sehari sebelumnya, ketika tekanan masih tersebar luas dan saham turun jauh lebih banyak daripada saham naik.

Sembilan dari sebelas sektor menguat. Consumer Non-Cyclicals memimpin dengan kenaikan 1,59%, diikuti Properties & Real Estate 1,54%, Consumer Cyclicals 1,34%, dan Basic Materials 1,18%.

Penguatan juga muncul pada transportasi, finansial, energi, infrastruktur, dan teknologi. Hanya Healthcare dan Industrials yang melemah, masing-masing 0,26% dan 0,15%.

Sebaran sektor memperlihatkan bahwa rebound berlangsung cukup luas dan tidak bergantung pada satu kelompok pasar.

IDX30, LQ45, dan Small-Mid Cap Bergerak Searah

Indeks saham likuid dan small-mid cap bergerak searah serta seluruhnya mengungguli kenaikan IHSG sebesar 0,93%.

Indeks Perubahan
IDX Small-Mid Cap Liquid +1,42%
IDX30 +1,38%
LQ45 +1,35%
IDX80 +1,25%
IDX Small-Mid Cap Composite +1,13%
IHSG +0,93%

Saham likuid dan small-mid cap bergerak searah, sehingga partisipasi rebound tidak terbatas pada satu kelompok indeks. Data kontribusi poin masing-masing saham belum tersedia, sehingga tingkat konsentrasi penggerak IHSG belum dapat dipastikan.

Konfirmasi tersebut juga masih bersifat intraday. Jika IDX30 dan LQ45 kehilangan keunggulannya pada sesi kedua, kualitas rebound dapat kembali menyempit.

Transaksi Reguler Mendominasi, Arus Asing Masih Selektif

Nilai transaksi All Market mencapai Rp6,519 triliun, dengan volume 14,195 miliar saham dan frekuensi sekitar 1 juta kali. Pasar reguler menyumbang Rp6,02 triliun, atau sekitar 92,3% dari nilai transaksi, sedangkan pasar negosiasi mencapai Rp496,06 miliar dan pasar tunai Rp3,85 miliar.

Komposisi tersebut membuat nilai All Market lebih sedikit dipengaruhi transaksi blok dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Namun, dominasi transaksi reguler tidak membuktikan bahwa arus asing juga positif di pasar reguler karena rinciannya belum dapat dikonfirmasi.

Stockbit Sekuritas mencatat foreign buy sekitar Rp2,08 triliun dan foreign sell sekitar Rp2,04 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy All Market Rp46,91 miliar, atau sekitar 0,72% dari nilai transaksi. Angka agregat yang tipis tersebut perlu dibaca bersama distribusi pembelian dan penjualan asing pada masing-masing saham.

Top 10 Estimasi Net Foreign Buy

Peringkat Saham Nilai
1 BBCA Rp146,58 miliar
2 TLKM Rp39,29 miliar
3 TINS Rp36,54 miliar
4 BBNI Rp28,76 miliar
5 INCO Rp25,69 miliar
6 MDKA Rp20,49 miliar
7 MDIA Rp20,25 miliar
8 KOTA Rp17,07 miliar
9 BACH Rp11,98 miliar
10 MARK Rp11,18 miliar

Top 10 Estimasi Net Foreign Sell

Peringkat Saham Nilai
1 TPIA Rp291,90 miliar
2 BBRI Rp46,32 miliar
3 AMMN Rp32,60 miliar
4 EMAS Rp30,02 miliar
5 ANTM Rp27,27 miliar
6 CUAN Rp26,93 miliar
7 DEWA Rp24,79 miliar
8 ASII Rp22,53 miliar
9 DSSA Rp16,90 miliar
10 KLBF Rp14,72 miliar

Arus asing lebih tepat dibaca sebagai pembelian selektif, bukan akumulasi yang meluas. Pembelian pada BBCA, TLKM, TINS, dan BBNI diimbangi penjualan besar pada TPIA, BBRI, AMMN, serta sejumlah saham komoditas. Perbedaan arus BBCA dan BBRI juga menunjukkan bank besar belum dibeli secara seragam.

Nilai arus asing per saham mengikuti estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi pertama dan volume bersih.

Sesi Kedua Menentukan Apakah Rebound Berubah Menjadi Stabilisasi

Area 6.130,59 menjadi penguji utama sesi kedua. Rebound akan mendapat konfirmasi tambahan jika IHSG bertahan di atas level tersebut saat penutupan, dengan saham naik tetap dominan, mayoritas sektor positif, serta IDX30 dan LQ45 tetap mendukung.

Pembacaan ini mulai melemah jika IHSG kembali mendekati 6.100 bersamaan dengan penyempitan breadth dan memburuknya foreign flow. Risiko pembalikan menjadi lebih kuat apabila indeks ditutup di bawah 6.091,39 ketika mayoritas sektor dan indeks likuid kembali melemah.

Data sesi pertama menunjukkan tekanan telah mereda, tetapi stabilisasi belum terkunci. Kualitas penutupan menjadi pembeda antara konfirmasi lanjutan dan pantulan intraday sementara.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes