Banyu Capital

IHSG Bertahan di Atas 6.200 dan 9 Sektor Menguat, tetapi Asing Net Sell All Market Rp70 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Sebanyak 437 saham menguat dan indeks small-mid cap mengungguli IHSG pada sesi pertama. Namun, IDX30 dan LQ45 tertinggal, sektor Financials turun 0,38%, sementara asing berbalik mencatat net sell All Market Rp70,18 miliar dengan aliran yang masih terfragmentasi antar-saham.

Dashboard Market Notes Midday IHSG sesi pertama 31 Juli 2026
IHSG naik 0,48% ke 6.216,28 dengan 437 saham dan sembilan sektor menguat. Konfirmasi masih terbatas karena IDX30, LQ45, sektor Financials, dan arus asing belum mengikuti sepenuhnya. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business, sesi pertama 31 Juli 2026.

IHSG mempertahankan kenaikan di atas 6.200 pada sesi pertama perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Sebanyak 437 saham menguat dan sembilan dari sebelas sektor berada di zona positif, sehingga kenaikan indeks masih didukung partisipasi pasar yang luas.

Konfirmasinya belum selengkap penutupan sebelumnya. IDX30 dan LQ45 tertinggal dari IHSG, sektor Financials melemah, dan arus asing berbalik dari net buy All Market Rp262,81 miliar pada penutupan 30 Juli menjadi net sell All Market Rp70,18 miliar pada sesi pertama hari ini.

Harga dan breadth masih menunjukkan kelanjutan pemulihan. Dukungan dari saham likuid, sektor keuangan, foreign flow, dan transaksi reguler belum sekuat pada penutupan sebelumnya.

IHSG Bertahan di Atas 6.200, tetapi Kehilangan Sebagian Momentum Pagi

IHSG mengakhiri sesi pertama di 6.216,28, naik 29,92 poin atau 0,48% dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Setelah ditutup di 6.186,36 pada 30 Juli, IHSG dibuka di 6.219,62, sempat naik ke 6.236,62, dan mencatat titik terendah 6.201,89. Area 6.200 bertahan pada pengujian awal, tetapi jarak titik terendah hanya 1,89 poin sehingga level tersebut belum dapat dianggap terkunci.

IHSG mengakhiri sesi pertama 3,34 poin di bawah harga pembukaan dan 20,34 poin di bawah titik tertinggi. Berbeda dari 30 Juli, ketika indeks ditutup tepat pada level tertinggi, posisi kali ini berada di paruh bawah rentang intraday.

Belum ada bukti bahwa pemulihan telah gagal karena IHSG tetap menguat dan bertahan di atas 6.200. Namun, pergerakan intraday menunjukkan pembeli belum mampu mempertahankan seluruh momentum pagi.

Breadth Tetap Luas, tetapi Kepemimpinan Bergeser ke Small-Mid Cap

Kenaikan IHSG tetap mendapat dukungan partisipasi pasar yang luas.

Sebanyak 437 saham menguat, 192 saham melemah, dan 159 saham tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,28 kali.

Sembilan dari sebelas sektor juga berada di zona positif:

Sektor Perubahan
Basic Materials +1,93%
Industrials +1,25%
Properties & Real Estate +1,25%
Consumer Cyclicals +1,07%
Healthcare +0,95%
Energy +0,86%
Transportation & Logistics +0,62%
Technology +0,61%
Infrastructures +0,52%
Consumer Non-Cyclicals -0,29%
Financials -0,38%

IDX SMC Composite menguat 0,82%, sedangkan IDX SMC Liquid naik 0,67%. Keduanya mengungguli IHSG yang naik 0,48%.

Bersamaan dengan penguatan sektor Basic Materials, Industrials, Properties & Real Estate, dan Consumer Cyclicals, pergerakan tersebut menunjukkan kepemimpinan bergeser ke saham small-mid cap dan sektor siklikal.

Pergeseran ini akan menjadi konfirmasi yang lebih kuat apabila IDX30 dan LQ45 memperkecil ketertinggalan, sementara volume dan breadth tetap bertahan sampai penutupan.

Saham Likuid dan Financials Belum Memberi Konfirmasi Penuh

Meskipun mayoritas saham menguat, indeks yang berisi saham likuid berkapitalisasi besar tertinggal dari IHSG.

Indeks Perubahan
IDX SMC Composite +0,82%
IDX SMC Liquid +0,67%
IHSG +0,48%
IDX80 +0,47%
LQ45 +0,32%
IDX30 +0,21%

Perbedaan ini berlawanan dengan kondisi penutupan 30 Juli. Ketika itu, IDX30 dan LQ45 mengungguli IHSG dan menjadi salah satu konfirmasi bahwa kenaikan didukung saham likuid berkapitalisasi besar.

Pada sesi pertama hari ini, sektor Financials justru turun 0,38%.

Penurunan sektor Financials sebesar 0,38% berjalan searah dengan tertinggalnya IDX30 dan LQ45. Data yang tersedia belum merinci kontribusi sektor tersebut terhadap pergerakan indeks.

Meski demikian, pemulihan Financials tetap menjadi salah satu syarat agar kenaikan mendapat dukungan lebih kuat dari saham likuid pada sesi kedua.

Asing Berbalik Net Sell, tetapi Alirannya Tidak Seragam

Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp1,82 triliun dan penjualan sekitar Rp1,89 triliun pada sesi pertama.

Selisihnya menghasilkan net foreign sell All Market Rp70,18 miliar. Nilai tersebut masih terbatas dibandingkan aktivitas bruto pembelian sekitar Rp1,82 triliun dan penjualan sekitar Rp1,89 triliun.

Aliran asing tetap terfragmentasi antar-saham.

Nilai per saham berikut merupakan estimasi Stockbit Sekuritas, dihitung dari harga rata-rata sesi pertama dikalikan volume bersih asing. Angka tersebut tidak otomatis sama dengan data foreign flow pasar reguler atau nilai final BEI.

Top 10 Estimasi Net Foreign Buy

Saham Estimasi net buy
TINS Rp109,82 miliar
BBRI Rp82,79 miliar
BMRI Rp45,35 miliar
ASII Rp43,60 miliar
TPIA Rp30,53 miliar
INCO Rp30,52 miliar
BACH Rp16,96 miliar
PTRO Rp12,80 miliar
INET Rp8,99 miliar
ERAA Rp8,15 miliar

Top 10 Estimasi Net Foreign Sell

Saham Estimasi net sell
BBCA Rp113,56 miliar
BUMI Rp55,71 miliar
ANTM Rp44,92 miliar
TLKM Rp29,43 miliar
EMAS Rp24,39 miliar
AMMN Rp19,06 miliar
UNTR Rp17,42 miliar
AADI Rp16,26 miliar
CUAN Rp13,55 miliar
BIPI Rp12,83 miliar

Pada saham perbankan, BBRI dan BMRI berada di sisi pembelian, sedangkan BBCA dan BBNI berada di sisi penjualan. Pola serupa terlihat pada saham berbasis komoditas: TINS dan INCO mencatat pembelian, sementara ANTM, AMMN, EMAS, BUMI, dan UNTR berada di sisi penjualan.

Dengan komposisi tersebut, net sell All Market Rp70,18 miliar menunjukkan asing belum mendukung kenaikan secara agregat, tetapi belum menjadi bukti distribusi besar dan merata.

Nilai All Market Tinggi Belum Berarti Likuiditas Reguler Menguat

Nilai transaksi All Market mencapai Rp11,11 triliun pada sesi pertama, dengan volume sekitar 18,68 miliar saham dan frekuensi 1,13 juta kali.

Namun, komposisinya perlu diperhatikan:

Jenis pasar Nilai transaksi
Reguler Rp6,73 triliun
Negosiasi Rp4,39 triliun
Tunai Sekitar Rp5,77 juta

Berdasarkan angka yang ditampilkan platform, sekitar 39,5% nilai transaksi berlangsung melalui pasar negosiasi dan tunai. Persentase tersebut merupakan estimasi karena nilai pada masing-masing kategori telah dibulatkan.

Karena itu, nilai All Market yang tinggi belum cukup membuktikan bahwa permintaan di pasar reguler meningkat dengan kekuatan yang sama.

Transaksi negosiasi memiliki karakter berbeda dari transaksi reguler dan tidak selalu mencerminkan proses pembentukan harga yang sama.

Penguatan likuiditas akan lebih meyakinkan jika nilai transaksi reguler meningkat pada sesi kedua, disertai perbaikan IDX30, LQ45, sektor Financials, serta foreign flow.

Yang Perlu Dibuktikan pada Sesi Kedua

Validasi pemulihan akan menguat jika IHSG kembali melewati harga pembukaan 6.219,62, IDX30 dan LQ45 memperkecil ketertinggalan, sektor Financials pulih, serta net foreign sell tetap terbatas atau berbalik positif.

Sebaliknya, pembacaan stabilisasi perlu diuji ulang apabila IHSG turun dan bertahan di bawah 6.200, breadth menyempit, indeks likuid berbalik negatif, atau penjualan asing membesar pada saham berkapitalisasi besar. Status sesi pertama masih berupa validasi awal, bukan konfirmasi penuh.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes