Banyu Capital

IHSG Turun 0,97% ke 6.181,43 dan Cetak Titik Terendah Baru, Jual Bersih Asing Mengecil ke Rp130 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Sebanyak 496 saham melemah dan delapan sektor berada di zona negatif. Harga bergerak lebih rendah, tetapi breadth sedikit kurang negatif dibanding Jumat, LQ45 dan IDX30 turun sedikit lebih ringan, sementara jual bersih asing All Market mengecil menjadi Rp129,63 miliar.

Dashboard Market Notes Midday BEI 28 September 2026 yang menampilkan IHSG, breadth, indeks saham likuid, dan foreign flow
IHSG turun 0,97% ke 6.181,43 dan menyentuh titik terendah 6.174,31 pada Sesi I 28 September 2026. Tekanan harga berlanjut, tetapi breadth, LQ45-IDX30, dan jual bersih asing belum memburuk dengan intensitas yang sama. Sumber: RTI Business dan Stockbit Sekuritas.

IHSG kembali membuat titik terendah baru pada Sesi I Senin, 28 September 2026. Indeks turun 60,46 poin atau 0,97% ke 6.181,43 setelah sempat menyentuh 6.174,31.

Penurunan harga masih berlanjut setelah IHSG menembus titik terendah 23 September pada perdagangan Jumat. Titik terendah 25 September di 6.231,83 juga sudah terlewati.

Namun tiga indikator internal belum ikut memburuk dengan intensitas yang sama. Breadth sedikit kurang negatif dibanding Midday Jumat, LQ45 dan IDX30 masih turun sedikit lebih ringan daripada IHSG, sementara nilai net foreign sell All Market mengecil.

Perbedaan inilah yang perlu diuji pada Sesi II. Harga telah bergerak lebih rendah, tetapi pemburukan serentak pada partisipasi pasar, saham likuid, dan arus asing belum terlihat.

Titik Terendah Baru Menggeser Fokus ke 6.174

IHSG membuka perdagangan di 6.209,75 dan sempat mencapai 6.227,90 sebelum berbalik turun hingga 6.174,31. Pada jeda siang, indeks hanya sekitar tujuh poin di atas titik terendah Sesi I.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,42 triliun dengan volume 23,39 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,02 juta kali.

Titik terendah 28 September berada sekitar 57,52 poin di bawah titik terendah Jumat di 6.231,83. Dibanding titik terendah 23 September di 6.253,74, jaraknya sudah sekitar 79,43 poin.

Karena area 6.253–6.258 sudah gagal bertahan pada 25 September, pertanyaan Sesi II bukan lagi apakah area tersebut masih menjadi penopang. Yang perlu dilihat sekarang adalah apakah tekanan di sekitar 6.174 kembali menyebar ke lebih banyak saham dan diikuti pembesaran jual bersih asing.

496 Saham Turun, tetapi Breadth Sedikit Kurang Negatif dari Jumat

Tekanan pasar tetap luas. Sebanyak 496 saham melemah, dibanding 193 saham menguat dan 102 tidak berubah. Jumlah saham turun sekitar 2,57 kali jumlah saham yang naik.

Delapan dari 11 sektor berada di zona negatif. Technology turun paling dalam 4,10%, disusul Cyclical 2,71%, Infrastructure 1,62%, Basic Materials 1,56%, dan Property 1,31%.

Energy masih naik 0,69%, Industrials 0,63%, dan Transportation 0,25%.

Kondisi tersebut tetap lemah, tetapi sedikit kurang negatif dibanding Midday 25 September. Pada Jumat siang terdapat 517 saham turun dan hanya 140 saham naik, dengan 10 dari 11 sektor berada di zona negatif.

Jadi indeks sekarang berada lebih rendah, tetapi pelemahannya belum menyebar ke lebih banyak saham dibanding Jumat siang. Data Sesi I juga belum cukup untuk menyatakan bahwa penjual mulai kehilangan kendali. Yang terlihat baru perbedaan kecepatan antara pelemahan harga dan pelemahan partisipasi pasar.

LQ45 dan IDX30 Belum Turun Lebih Dalam daripada IHSG

LQ45 turun 0,86% dan IDX30 melemah 0,90%, dibanding IHSG yang turun 0,97%.

Selisihnya kecil, hanya sekitar 0,07–0,11 poin persentase. Karena itu, pergerakan tersebut belum menunjukkan ketahanan kuat atau kepemimpinan saham besar.

Yang relevan adalah LQ45 dan IDX30 belum turun lebih dalam daripada IHSG.

Pola serupa sudah terlihat pada 25 September ketika kedua indeks saham likuid tersebut juga melemah lebih ringan dibanding IHSG.

Jika pola itu bertahan pada Sesi II, tekanan pada saham likuid masih lebih terbatas dibanding keseluruhan pasar. Sebaliknya, jika LQ45 dan IDX30 mulai turun lebih dalam daripada IHSG, salah satu perbedaan internal yang terlihat pada Sesi I akan hilang.

Jual Bersih Asing Mengecil, tetapi BMRI, TLKM, dan BBCA Masih Tertekan

Investor asing mencatat pembelian sekitar Rp2,11 triliun dan penjualan sekitar Rp2,24 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign sell Rp129,63 miliar.

Nilai tersebut jauh lebih kecil dibanding net foreign sell Rp355,78 miliar pada Midday 25 September. Secara nominal, penurunannya sekitar Rp226 miliar atau 64%.

Mengecilnya nilai jual bersih belum menunjukkan perubahan arah arus asing. Investor asing tetap menjadi penjual bersih, sementara distribusi per saham menunjukkan tekanan masih terkonsentrasi pada beberapa saham likuid.

BMRI mencatat estimasi net foreign sell terbesar sekitar Rp115,34 miliar, diikuti TLKM Rp48,09 miliar dan BBCA Rp35,46 miliar.

Di sisi beli, PTBA mencatat estimasi net foreign buy Rp18,59 miliar, PEGE Rp14,78 miliar, dan BBRI Rp14,63 miliar.

Top 10 Net Foreign Buy All Market

Saham Nilai
PTBA Rp18,59 miliar
PEGE Rp14,78 miliar
BBRI Rp14,63 miliar
DSSA Rp11,52 miliar
BULL Rp10,79 miliar
ERAA Rp8,49 miliar
CBRE Rp7,28 miliar
MEDC Rp6,82 miliar
AMRT Rp6,06 miliar
AMMN Rp5,99 miliar

Top 10 Net Foreign Sell All Market

Saham Nilai
BMRI Rp115,34 miliar
TLKM Rp48,09 miliar
BBCA Rp35,46 miliar
TINS Rp20,99 miliar
PACK Rp17,84 miliar
ANTM Rp12,52 miliar
INCO Rp10,62 miliar
BUMI Rp9,33 miliar
CUAN Rp8,49 miliar
ISAT Rp8,11 miliar

Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih.

Sesi II Akan Menguji Apakah Perbedaan Internal Ini Bertahan

Bukti stabilisasi akan bertambah jika IHSG mampu membentuk jarak dari 6.174,31, jumlah saham turun berkurang, LQ45 dan IDX30 tetap tidak tertinggal dari IHSG, serta net foreign sell tidak kembali membesar.

Sebaliknya, tekanan akan terlihat lebih luas jika IHSG kembali membuat titik terendah baru bersamaan dengan bertambahnya saham yang melemah, LQ45 dan IDX30 turun lebih dalam daripada IHSG, serta jual bersih asing meningkat.

Sesi II karena itu bukan hanya soal apakah IHSG naik atau turun dari 6.181,43. Yang lebih penting adalah apakah harga, breadth, indeks saham likuid, dan arus asing mulai bergerak melemah secara bersamaan.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes